Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Di kota XX


__ADS_3

Sesampai di rumah mereka langsung mengemas pakaian dan barang barang yang akan dibawa memasukkannya ke dalam koper.


Setelah selesai mengemas barang-barang, mereka berpamitan dengan pekerja-pekerja rumah mereka karena untuk beberapa hari mereka tidak ada dirumah, lalu mereka memulai perjalanan mereka.


Perjalanan dari kota XY menuju kota XX biasanya memakan waktu sekitar 16 jam jika menggunakan kendaraan pribadi. Selama di perjalanan Stella memilih untuk tidur agar ia tidak mual dan muntah. Mereka berangkat dari kota XY pada pukul 15.30, dan tiba di kota XX pada pukul 09.30, Marcel berhenti selama 2 jam di jalan untuk beristirahat.


Sesampai di kota XX, tujuan utama mereka adalah ke rumah orang tua mereka, saat mobil berhenti di depan rumah Stella, Stella langsung masuk ke dalam rumahnya, Marcel mengikutinya dari belakang sambil membawa koper, Saat memasuki rumah Stella langsung memeluk mamanya karena sudah sangat kangen.


Mama :"Eh Stella, mama kaget loh. Kok mau datang tidak bilang-bilang?" Memeluk anaknya


Stella :"Biar surprise ma," mencium pipi mamanya.


Mama :"Kamu semakin gemuk ya, eh hamil ya?" Memegang perut Stella.


Stella :"Tidak ma,"


Mama :"Hamil ya sel?" Melihat Marcel.


Marcel :"Iya Tan,"


Mama :"Kamu kenapa Stella? Kok begitu sih?" Melihat Stella dengan wajah kesal.


Stella :"Ya memang Stella tidak hamil ma, dia itu asal bicara, Stella mau ke kamar dulu ma."


Stella berjalan ke kamarnya


Marcel :"Bentar ya Tan, mau letakin koper dulu."


Marcel berjalan ke kamar Stella, dan meletakkan koper di kamarnya.


Marcel :"Stell, kerumah aku dulu yok." Melihat Stella yang berbaring di tempat tidur.


Stella :"Tidak ah, nanti saja aku masih pusing."


Marcel :"Mau minum obat?"


Stella :"Tidak usah," menutup matanya.


Marcel berjalan keluar kamar menutup pintu kamar Stella, ia di panggil oleh mama mertuanya.


Mama :"Marcel, sini sebentar Tante mau bicara."


Marcel pun duduk di sofa di ruang keluarga bersama mama mertuanya itu.


Mama :"Stella hamil?" Melihat Marcel.


Marcel terdiam, ia tidak tau mau menjawab dengan apa, karena saat tadi bertanya kepada Stella, ia mengatakan ia tidak sedang hamil.


Mama :"Marcel,"


Marcel :"Iya Tan," menggaruk kepalanya


Mama :"Sudah berapa bulan usianya?"


Marcel :"2 bulan Tan,"


Mama :"Kok tidak ada kasih tau sama Tante? Apa mama kamu sudah tau?"


Marcel :"Semalam baru tau kalau Stella hamilnya Tan, belum ada ngasih tau Tan."


Mama :"Stella kenapa seperti itu ya? Dia bilang dia tidak hamil. Apa dia tidak senang?"


Marcel :"Mungkin dia belum siap saja Tan, dia masih sangat muda." Memberi senyuman terpaksa


Mama :"Tetapi dia tidak boleh begitu Marcel, dia harus terima dong. Anak itu rejeki loh ya kan, kalau sudah menikah ya pasti di karuniai anak. Apa kamu juga tidak senang?"

__ADS_1


Marcel :"Aku senang kok Tan, cuma kalau Stella kayak gini aku jadinya merasa bersalah. Dia belum siap aja itu kok Tan,"


Mama :"Ooh Tante pikir kamu juga tidak senang, jadi nanti malam tidur dimana?"


Marcel :"Kayaknya di sini aja Tan, Stella sepertinya tidak mau disana."


Mama :"Eh dia itu lah emang keterlaluan, seharusnya kamu tidur di sana dulu, perempuan kalau sudah menikah itu mengikuti suami. Ini kok malah dia yang mau di ikuti?"


Marcel :"Yaelah, tidak apa lah Tan, terserah mau ikutin istri atau suami haha. Lagian dia lagi hamil tan, kalau dia sedih biasanya perut dia langsung sakit. Makanya di turuti saja lagian tidak ada masalah buat aku Tan,"


Mama :"Iya di kamu tidak ada masalah, di mama kamu kan kita tidak tau."


Marcel :"Kalau masalah mama itu bisa aku bicarakan nanti Tan,"


Mama :"Oh mana yang baiknya saja lah ya,"


Marcel :"Iya Tan, Marcel mau permisi dulu ya mau ngantar mobil,"


Mama :"Kalian ke sini naik mobil ya?"


Marcel :"Iya Tan, pakai mobil teman Stella kebetulan kemarin kawan Stella datang kerumah, mereka datang pakai mobil itu, tapi pas pulang Stella suruh naik pesawat saja karena bayi nya masih kecil kasian kalau naik mobil."


Mama :"Ooh, iyalah hati-hati ya Sel."


Marcel :"Iya Tan,"


Marcel mampir sebentar ke rumah orang tuanya sebelum mengembalikan mobil.


Mama :"Marcel, astaga kapan ke sini? Stella mana?"


Marcel :"Semalam ma, Stella di rumahnya."


Mama :"Loh kok tidak di bawa ke sini?"


Marcel :"Dia lagi pengen di sana ma, papa mana ma?"


Marcel :"Di sana dulu lah ya ma, besok kan masih ada waktu. Aku di sini 2 hari kok ma, papa mana?"


Mama :"Kerjalah, kenapa dia tidak suka tidur di sini? Ini kan rumah kamu juga. Apa karena rumah ini kecil? Tidak seperti rumah nya di kota XY itu?"


Marcel :"Astaga ma," memegang kepalanya. "Mama jangan seperti itulah padanya, dia lagi hamil ma. Wajar lah dia seperti itu."


Mama :"Dia hamil? Ih mama senang sekali mendengarnya, sebentar lagi mama punya cucu. Sudah berapa bulan?"


Marcel :"2 bulan ma, semalam baru tau makanya belum ada kabari. Marcel mau pergi sebentar ma,"


Mama :"Oh ya sudah nak, hati-hati ya."


Marcel keluar dari rumahnya dan melajukan mobilnya, ia menelfon Gilang suaminya Milka dan menanyakan lokasi rumahnya. Marcel melajukan mobilnya menuju lokasi rumah Gilang dan Milka, sesampai di rumah mereka, Gilang dan Milka menyambut Marcel dengan sangat hangat.


Gilang :"Masuk, masuk bang."


Marcel :"Iya, iya makasih."


Marcel masuk ke rumah mereka dan mereka berkumpul di ruang tamu, Milka membuatkan teh untuk mereka dan membawanya ke ruang tamu.


Milka :"Stella mana bang?"


Marcel :"Dia lagi di rumah sedang tidur." Meminum minuman yang di berikan Milka


Milka :"Yah, kenapa tidak ikut?"


Marcel :"Capek di perjalanan, dia sedang hamil." Memberikan senyuman.


Milka :"Wih nyusul dia, udah berapa bulan bang?"

__ADS_1


Marcel :"Sudah 2 bulanan,"


Milka :"Berarti saat kami kemarin kesana dia sudah hamil dong?"


Marcel :"Sudah, tetapi kami baru tau semalam. Semalam kami cek ke rumah sakit, eh aku mau balik dulu lah ya, ada urusan nih."


Gilang :"Cepat sekali bang, mau di antar?"


Marcel :"Tidak usah bang, aku sudah minta jemput sama kawan sekolah dulu. Itu dia sudah sampai"


Milka :"Ooh hati-hati ya bang."


Milka dan Gilang mengantar Marcel sampai ke teras.


Milka :"Besok-besok ajak Stella mampir ke sini lah bang,"


Marcel :"Oh iya aman, besok aku ke sini lagi mau bahas modal yang akan aku berikan , aku duluan ya." Masuk ke dalam mobil temannya.


Gilang :"Oh iya bang, hati-hati."


Marcel pun meninggalkan rumah itu, ia di jemput oleh teman dekat di sekolahnya dulu. Ia bernama Brandon, Brandon adalah salah satu investor di perusahaan Marcel, mereka pergi ke sebuah cafe untuk membahas pembukaan cabang perusahaan di kota ini.


***


Pada pukul 17.00, Marcel baru diantar pulang oleh Brandon ke rumah selesai membahas soal pembukaan cabang, Brandon tidak bisa mampir ke rumah karena masih ada urusan lagi.


Marcel berjalan menuju rumah Stella, ia masuk ke dalam dan menguping percakapan antara Mama mertuanya dan Stella,


Stella :"Mama kenapa sih jadi kayak gini? Kenapa ikutan nyalakan aku? Aku ini korban dari kalian ya."


Mama :"Korban apa maksud kamu ha?"


Stella :"Mama jahat banget ya sama aku, asal mama tau ya aku menikah sama Marcel awalnya karena aku pengen bahagiain mama, aku mau menjaga hubungan mama dengan mamanya Marcel. Tetapi sekarang kenapa semua pada menyudutkan aku? Aku capek banget ma bahas begini terus, jujur aku capek banget." Air mata keluar.


Mama :"Kamu yang jahat Stella, sudah 2 bulan hamil tapi masih tidak menganggap bahwa ada anak di perutmu, asal kamu tau Stella, anak itu berkat. Dulu mama juga tidak mau hamil setelah melahirkan abangmu, mama sudah minum berbagai macam obat pencegah hamil biar tidak hamil. Tetapi semua yang mama lakukan tidak ada gunanya, mama di kasih tuhan hamil. Mama terima, makanya sekarang kamu bisa sampai sekarang ini, coba dulu mama gugurin kandungan mama kamu tidak akan ada di dunia ini. Mama menikah di umur 19 tahun dan punya anak diumur 20 tahun, tapi sampai sekarang Mama baik-baik saja, hubungan mama dengan papa baik-baik saja. Terserah kamu lah Stella, kalau kamu begini terus kamu itu buat malu mama. Nanti kamu harus tidur di rumah Marcel, dia itu mertua mu hargai dia."


Stella :"Terserah lah ya ma, terserah." Masuk ke dalam kamar.


Marcel pun masuk ke dalam kamar Stella,


Marcel :"Kamu sudah makan?"


Stella :"Dari mana kamu?" Melihat dengan sinis.


Marcel :"Aku tadi ketemu kawan, mau bicaraian pembukaan cabang."


Stella :"Kawan siapa? Lama banget ya."


Marcel :"Ya banyak yang di bicarakan stell, kamu sudah makan?"


Stella :"Sudah. Kamu belum mandi ya?"


Marcel :"Ini mau mandi, kamu bawa handuk?"


Stella :"Handuk mu tidak ku bawa, pakai handuk mu saja dulu. Eh mobil sudah dikembalikan?"


Marcel :"Sudah, mana handuk mu?"


Stella :"Cari lah di koper."


Marcel :"Stell, nanti tidur di rumah ku ya?" Sambil mencari handuk di koper.


Stella :"Apa sih sel? Aku tidak mau, kamu tidur di sana saja, aku lagi pengen di sini."


Marcel :"Tidak enak dengan mama ku Stell."

__ADS_1


Stella :"Ya sudah kamu tidur sana saja, aku tidak mau."


Setelah mendapatkan handuk, Marcel masuk ke kamar mandi untuk mandi.


__ADS_2