Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Seminggu berlalu


__ADS_3

Berhati hari telah di lewati ,Marcel hanya dapat memandangi Stella dari kejauhan di sore hari setiap hari, ingin sekali dirinya menghampiri Stella namun tidak ada alasan yang pas untuk saat ini. Meskipun ia tidak bisa berbincang bincang dengan Stella namun itu sudah cukup baginya dari pada tidak sama sekali, Seminggu berlalu kini ia tau bahwa ia benar benar menyayangi Stella bukan sembarangan. Ia tidak berdaya ketika tidak melihat Stella...


Setelah seminggu berlalu pun Stella merasakan hal yang sama, namun rasanya tidak sama seperti Marcel ia hanya merasa kecarian saja, Kini Stella sudah tau apa rasa yang ada didalam dirinya, ia tidak mencintai Ardi, ia hanya mengaguminya saja, namun tidak tau dengan Ardi. Seminggu ini Stella sudah mencari taunya , ia merasa sudah biasa saja ketika berada di dekat Ardi, ia juga berfikir kalau Ardi menembaknya ia tidak akan mau menerimanya , kenapa? Pertanyaan itu terus menghantui pikirannya dan akhirnya ia menemukan jawabannya ,ia tidak mencintai ataupun menyayangi Ardi, ternyata rasa yang ada dalam dirinya selama ini hanya rasa mengagumi saja. Mengagumi jika ia lelaki yang bertanggung jawab ataupun semacamnya.


Setelah mengetahui rasa yang ada itu, kini Stella cukup dekat dengan Ardi tanpa sebuah status hubungan, ia tidak jaim jaim lagi, begitu pula dengan Ardi, Setiap istirahat jam kerja mereka selalu makan siang ke mall, Ia di bonceng dengan Ardi, dan beni hanya seorang diri.


Hari ini mereka ditugaskan untuk membersihkan ruangan tempat penyimpanan dokumen yang berada di lantai 4 itu.


Ce Kirana : Kalian berdua tolong bersihin ruang dokumen yang di lantai 4 itu ya. Dokumen yang ada disini biar Cece aja yang kerjain (memberi senyuman)


Stella : Oh oke ce (berdiri)


Stella dan Ardi pun segera berjalan keluar ruangan, dan berjalan menuju lift , Ardi menekan tombol turun pada lift , Saat lift itu terbuka mereka segera memasuki nya , Stella menekan angka 4. Lift itu pun berhenti dan terbuka di lantai 4, Mereka segera berjalan menuju ruang yang mereka sebut ruang angker itu. Stella jalan duluan, Ardi mengikutinya dibelakang. Stella langsung membuka pintu nya dan masuk ke dalam nya , Ardi yang usil pun mendorong pintu itu dan keluar dari ruangan, Stella langsung melihat kebelakang.


Stella : Ardiii (teriak Stella dari dalam)


Ardi : Gak sengaja (sambil membuka pintu dan tersenyum)


Stella : Bantuin sini .


Ardi pun masuk dan berjalan mendekati Stella.


Stella : Ardi , kamu angkatin ini dong (menunjuk sebuah kotak yang berisi banyak dokumen)


Ardi : mau di angkat kemana?


Stella : Kamu pegangin aja terus sampai pegel haha


Ardi : Stella ada hantuuu (mengangetkan Stella)


Stella : Kurang ajar kamu ya (memukul ardi)


Stella : Tolong ambilin sapu di wc di.


Ardi : ini gimana? (menunjukan kotak yang dia pegang)

__ADS_1


Stella : Kamu letakin sana aja lah , kan ada meja (menunjuk sebuah meja)


Ardi : Wc nya yang dekat lift itu ya?


Stella : Iya (sambil membuka dokumen.)


Ardi : Hati hati ya, biasanya dia suka gangguin orang kalau lagi sendiri.(berjalan keluar)


Stella : Ga takut( duduk di lantai dan membuka dokumen itu)


Ia membaca dokumen itu, itu dokumen yang di terbitkan 8 tahun lalu, dokumen itu masih sangat awet meskipun sudah di tumpuk beberapa dokumen, bahkan tulisan nya masih sangat jelas. Ia membaca semua yang ada di dalam dokumen itu, Ia melihat penandatangan dokumen , ia membaca nama itu namanya adalah Suryati Deora. Ia mengingat nama itu


Kayak pernah dengar deh dimana ya?(sambil berpikir)


Oh ini karyawan yang mati bunuh diri tahun lalu, ucap stella. Kalau dia menandatangani di sini berarti dia seorang manajer , dia manajer disini? wah keren , tapi kenapa dia bunuh diri? Hidup Uda enak malah bunuh diri "pikir Stella dalam hati.


Tiba tiba lemari yang ada di ruangan itu terbanting tertutup, Stella sangat kaget ,ia mencampakkan dokumen yang ada ditangannya dan segera berdiri. Pintu itu bergerak terbuka lagi padahal tidak ada angin, Stella ketakutan dan ia pun berlari ke luar ruangan. Saat ia membuka pintu dan ingin berlari ada Ardi juga yang sedang berlari membuka pintu, mereka pun tabrakan dan Stella terjatuh.


Stella : Kamu ngapain sih ? sakit tangan ku Auh (melihat tangannya yang tergores)


Stella : STT diam jangan bicara itu disini, cepat kita beresin ini (mengambil sapu dari tangan Ardi)


Mereka pun membersihkan ruangan itu, Stella menyapu , Ardi memindah mindah kan dokumen . kini ruangan itu sudah sangat bersih.


Stella : Keluar lah yok


Ardi : Ngapain cepat cepat balik, sini aja dulu.


Stella : Kita ke ruang meeting aja dulu, gak usah balik ke ruangan.


Ardi : Oh yaudah Ayuk.


mereka berjalan keluar ruangan itu, dan menuju lift, Stella menekan tombol naik pada lift. lift itu segera terbuka , mereka pun berjalan memasuki lift itu, Stella menekan tombol 5 , lift itu pun berhenti disana . Mereka segera keluar dari lift itu. Mereka berjalan menuju ruang meeting, dan memasuki ruangan itu.


Stella mengambil Aqua botol 2 ,dan memberikannya satu kepada Ardi. Mereka duduk di kursi yang ada dalam ruang meeting itu.

__ADS_1


Stella : Kamu takut ya tadi?(membuka tutup botol)


Ardi : Enggak (meneguk kan air)


Stella : ngapain lari? (meletakkan minuman ke meja yang ada di depannya)


Ardi : Ya aku pikir kamu Uda ketakutan di ruangan itu (mengerutkan dahinya).


Stella : Gimana sih ceritanya?


Ardi : kan sapu banyak di depan wc itu, jadi aku sambil lihat lihat mana sapu yang masih bagus , aku liat satu per satu, terus pintu toilet itu kayak ada yang ketuk kan tapi di ketuk dari dalam , disitu aku masih cuek aja, mungkin salah dengar gitukan , aku lanjutin liat sapunya, terus ada suara ketukan lagi dari dalem. Aku mikir lah siapa didalam padahal dari tadi gak ada yang lewat, aku dorong eh kebuka langsung, gak ada orang, terus aku ingat kamu di ruangan sendiri makanya aku lari.


Stella : Aku tadi juga di ganggu di, aku kan bongkar bongkar dokumen dari dalem kotak . Terus aku baca satu dokumen kan , aku baca dokumen ini dari paling depan sampai paling belakang, Itu dokumen 8 tahun lalu kalau gak salah, tapi masih bagus banget, tulisan nya juga masih jelas banget. Terus aku baca nama nama penandatangan itu kan. Kan di dokumen itu kalau mau tanda tangan kan ada keterangan dibawah nya ya kan, misalnya aku tanda tangan dokumen kan dibawahnya dibuat keterangan anak PKL gitu kan. terus pas di tanda tangan manager aku ngelihat namanya Suryati Deora, aku ingat ingat kan siapa dia, ternyata dia orang yang bunuh diri tahun lalu. Terus itu pintu lemari ke banting tertutup siap tu terbuka lagi, padahal gak ada angin , ***** aku takut banget, aku langsung lari keluar haha (tertawa)


Ardi : kamu tau dari mana dia bunuh diri?


Stella : Di kantor ini bulan lalu ada acara 1 tahunan kepergian dia, terus aku denger denger orang kantor cerita dia bunuh diri di lantai 4 itu, makanya lantai 4 itu gak dipakai, dipakai pun untuk tempat penyimpanan aja.


Ardi : Parah sih, kamu selama ini berani banget ya.


Stella : Iya untung aja kamu pindah ke tempat ruangan ku , kan bisa nyuruh kamu (tersenyum ke arah Ardi)


Ardi : Seandainya aku gak pindah kesini kamu bakal terus lakuin itu selama 6 bulan .


Stella : Untung aja pindah yakan, yuk lah balik ,Uda jam 4.


Mereka pun segera berjalan menuju ruangan mereka, mereka langsung mengambil tas dan keluar dari ruangan untuk pulang. Mereka memasuki lift dan menekan G , pintu lift itu pun terbuka ,mereka pun segera keluar dari lift itu. Kebetulan sudah tampak mobil papa Stella yang parkir di tepi jalan di depan gedung. Ardi pun berjalan menuju parkiran.


Stella : Aku duluan ya (memberi senyuman)


Ardi : Iya hati hati.


Stella : Kamu juga (melambaikan tangannya)


Ardi pun melambaikan tangannya, ia melihat mobil Stella sudah melaju kencang, Ardi pun menyalakan motornya dan melajukannya menuju pulang .

__ADS_1


__ADS_2