
Selama di perjalanan suasana hening. Stella menatapi kaca spion melihat mobil Bella yang terus mengikuti. Tepat di depan pagar rumah Marcel memberhentikan mobilnya, ia melihat kaca spionnya.
Marcel :"Aduh, dia ngapain sih?" melihat spion sambil menggaruk kepalanya.
Stella :"Mungkin dia gak ada tempat penginapan, biarin aja dia nginap di sini."Melihat Marcel.
Bella turun dari mobil dan berjalan ke mobil Marcel, ia mengetuk mobil Marcel.
Bella :"Hei" mengetuk pintu.
Marcel pun turun dari mobil nya.
Bella :"Ini rumah kamu?" menunjuk rumah mewah yang tertutupi pagar tinggi.
Marcel :"Iya, kamu ngapain masih ikutin aku?"
Bella :"Aku nginap di sini dong sel, sehari aja. Aku gak tau mau nginap di mana, lagian aku datang jauh jauh ke sini kan cuma mau lihat kamu sel." Memegang lengan Marcel.
Marcel masuk ke dalam mobilnya dan membunyikan klakson mobilnya. Satpam langsung membuka pagar pagar, Marcel pun melajukan mobilnya masuk. Bella ikutan memasuk,kan mobilnya. Satpam memberhentikan mobil Bella. Marcel membuka kaca mobilnya.
Marcel :"Biarin aja Pak." Teriak dari dalam mobil.
Satpam pun memberikan jalan kepada mobil Bella. Bella memarkirkan mobilnya di depan rumah Marcel di Halaman kosong. Marcel dan Stella segera masuk ke dalam rumah, Bella pun mengikuti mereka.
Bella : "Eh, eh Marcel tunggu," menarik tangan Marcel.
" Ini beneran rumah kamu?" melihat Marcel.
Marcel dan Stella pun menghentikan langkahnya.
Marcel :"Iya, ni uda malam. Tidur kalau mau tidur, makan kalau mau makan." Melihat Bella.
Bella :"Eh, kamar aku di mana?"
Marcel :"Terserah kamu." Meninggalkan Bella.
Marcel berjalan menaiki tangga, sedangkan Stella masih berdiri di dekat Stella.
Stella :"Kamu mau tidur di mana?" melihat Bella.
Bella :"Terserah aja sih, di mana ada kosong." Memberi senyuman terpaksa."Kalian tidur di mana?"
Stella :"Kami di lantai 2"
Bella :"Di lantai 2 masih ada kamar kosong?"melihat ke atas.
Stella :"Ada, mau di sana?"
Bella :"Ya udah aku di sana aja deh."
__ADS_1
Mereka pun berjalan menaiki tangga, Stella mengantarkan Bella ke kamar yang dulu ia tempati.
Stella :"Uda makan belum?"membuka pintu kamar.
Bella :"Aku gak makan malam, aku diet."
Stella :"Oh oh. Kalau butuh apa-apa panggil aja ya, itu kamar nya." Menunjuk kamar Marcel.
Bella :"Oh iya aku masuk dulu." Memasuki kamar sambil membawa tas nya.
Stella pun berjalan menuju kamar Marcel dan masuk ke sana. Ia melihat Marcel sedang duduk di sofa sambil melamun.
Marcel :"Kamu ngapain sih ladenin dia kayak gitu?" melihat Stella yang sedang menutup pintu.
Stella :"Dia jauh jauh ke sini cuma mau temuin kamu loh, masa sikap kamu kayak gitu sama dia." Duduk di sofa bersama Marcel.
Marcel :"Dia itu manusia berkepala ular Stella, dia tu bukan orang baik-baik."
Stella :"Apa sih haha" memukul kaki Marcel. Kasihan ajalah kalau kamu jahat sama dia, aku juga jahat sama dia. Kamu masih suka ya sama dia?" memberi senyuman meledek.
Marcel :"Ha sama aja kalian, aku mandi dulu." Mengambil handuk dari lemari handuk.
Stella :"eh cepetan ya, aku juga mau mandi." Sambil memainkan ponselnya.
Marcel langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi.
***
Stella membawa handuk dan pakaiannya ke dalam kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya.
Perut Marcel merasa masih lapar, karena ukuran porsi sate tadi masih kurang untuk mengisi perutnya. Marcel berjalan menuruni tangga menuju ruang makan. Bi Murti yang melihat Marcel duduk di ruang makan langsung menyiapkan makanan untuk Marcel dan memberikannya ke hadapan Marcel.
Marcel :"Makasih ya Bi," menarik piringnya.
Bi Murti :"Apa nona tidak makan?"
Marcel :"Dia sudah makan tadi Bi." mengunyah makanan.
Bi Murti :"Oh, bibi duluan ya tuan. Kalau ada yang mau di bantu panggil aja tuan." Berjalan meninggalkan Marcel.
Marcel menyantap makanannya dengan santai. Beberapa menit kemudian, Bella berdiri dari atas memandangi keadaan di lantai 1, ia melihat Marcel sedang makan sendirian di ruang makan. Ia segera berlari menuruni tangga dan berjalan menuju ruang makan.
Bella :"Hai Marcel." Duduk di samping Marcel."Kamu makan selalu sendirian gini ya?Apa sih fungsi istri kamu kalau kamu makan sendirian begini?"
Marcel :"Sebentar lagi dia juga bakal turun."Tetap fokus ke makanannya.
Bella :"Marcel." Memanggil Marcel dengan lembut.
Marcel pun melihat ke arah Bella.
__ADS_1
Bella :"Aku masih sayang banget sama kamu sel,"memegang tangan Marcel. " Aku beneran sel, ini perasaan aku. Kemarin aku ninggalin kamu karena aku hamil sel, kalau aku gak hamil. Aku yakin aku yang bakal jadi istri kamu sekarang sel." Menyandarkan kepalanya di bahu Marcel.
-----
Stella yang sudah selesai mandi, melihat Marcel tidak ada di dalam kamar. Stella mencari Marcel keluar kamar. Ia melihat Marcel dari atas sedang makan di ruang makan, ia sangat kaget ketika melihat Bella menyandarkan bahunya di bahu Marcel.
"Ih apaan sih, emang laki-laki itu sama aja semua. Selama ini bacot doang, aku sayang kamu stell. aku sayang kamu, idih jijik. Liat aja besok kalau dia ngomong kayak gitu lagi, bakal aku tampar. Ih lama banget sih dia bersandar sama Marcel!" ucap Stella dalam hatinya.
Stella pun berjalan menuruni tangga berniat menghampiri mereka.
Marcel menatap Bella, ia teringat kenangan masa lalunya saat bersama Bella.
Bella :"Sel, Aku masih sayang banget sama kamu." Mengeluarkan air mata.
Stella duduk di hadapan Marcel. Marcel langsung mendorong tubuh Bella yang tadi bersandar di bahunya.
Bella :"Eh, hai" memberi senyuman terpaksa. "Kamu belum tidur ya?"
Stella hanya memberikan senyuman terpaksa sambil meneguk, kan minuman.
Bella :"Nama kamu siapa sih? kita sejauh ini tapi belum kenalan."
Stella :"Stella." Memberi senyuman.
Bella :"Ooh, nama aku Bella. Kamu dulu tinggal di kota xx juga?"
Stella :"Iya, aku tetangga Marcel, rumah ku di depan rumahnya."
Bella :"Ooh, begitu. Tapi kayaknya kamu masih muda banget ya, umur kamu berapa sih?"
Stella :"22" meneguk, kan minuman lagi.
Bella :"Ooh, Masih muda banget ya. Kemarin sebenarnya aku Uda sempat chatingan sama Marcel beberapa hari yang lalu. Cuma dia jarang aktif kan, makanya aku datangi langsung ke rumahnya aja gitu kan. Eh ternyata mamanya bilang dia uda pindah keluar kota, tapi mama kamu gak bilang loh kamu uda nikah sel. Sori lah ya kalau kedatangan aku mendadak." Melihat Stella.
Stella :"Haha iya," tersenyum terpaksa.
" Aku gak nanya kok haha, jadi dia masih chatingan sama Marcel, giliran aku dilarang." Ucap Stella dalam hati.
Stella :"Aku duluan ya." Berjalan meninggalkan mereka.
Stella berjalan meninggalkan ruang makan dan menaiki tangga memasuki kamar. Ia sangat kesal sekaligus cemburu mendengar perkataan sekaligus perlakuan Bella kepada Marcel tadi. Sesampai di atas, ia melihat mereka yang masih berada di ruang makan, ia menguping perkataan mereka.
Bella :"Sel, kamu masih sayang kan sama aku?" melihat Marcel.
Marcel :"Udah deh ya, jangan ngawur." Berdiri dari duduknya.
Bella :"Aku yakin sel, dia itu mau menikahi kamu hanya karena harta. Mana mungkin seorang cewe yang masih muda mau menikah cepat hanya karena cinta, gak mungkin Marcel."
Marcel :"Udah cukup ngomong nya? aku mau tidur." Berjalan meninggalkan Bella.
__ADS_1
"Harta? apa dia berfikir aku wanita seperti itu? dasar wanita tidak tau diri. Masih mending ya aku mau nampung kamu disini." Ucap Stella dalam hati.