
Stella meletakkan pasir pasir di belakang pintu.
Stella : Besok aku bersihkan lagi (meletakkan sapu di belakang pintu)
Marcel pun menutup pintu kamarnya dengan cepat dan mengunci nya lalu mengambil kuncinya.
Untung saja dia memakai celana yang gampang aku tarik "ucap Marcel dalam hati.
Marcel : Apa kamu ingat hari ini tanggal berapa?
Stella : Tanggal 3 ?(melihat Marcel )
Marcel : Ya udah satu bulan kita menikah
Stella : Aku mau keluar (memegang pintu)
Marcel : Mana janji mu semalam?
Stella : Janji apa?
Marcel : Pura pura lupa ya (menarik tangan Stella hingga terjatuh ke tempat tidur)
Stella : Ih awas lah , besok saja
Marcel : Oh tidak, sekarang aku akan mendapatkannya.
Stella : Marcel aku tidak mau
Marcel : Ingatkan perkataanku semalam, kalau kau lupa aku akan memaksa mu (menarik selimut menutupi tubuh mereka)
__ADS_1
Stella : Awas lah (berusaha untuk duduk)
Marcel pun menimpa kaki Stella dan menarik celana Stella.
Ia menyatukan tubuhnya dengan Stella. Stella sangat kesakitan, ia menjerit kesakitan, kini ia tak bisa lagi untuk pergi, Ia sudah sangat tidak berdaya.
Stella masih berusaha untuk kabur, ia bisa mendidikan badannya, namun Marcel mendorong kepalanya hingga terantuk ke meja, Stella pun pingsan.
Marcel begitu menikmatinya meskipun Stella sedang pingsan.
Beberapa jam kemudian, Marcel mulai lelah, ia pun membaringkan badannya di tempat tidur dan mencium kening Stella.
Terimakasih telah menjaganya "ucap Marcel sambil mencium kening Stella.
Pagi hari pada pukul 07.00 , Stella terbangun dan melihat Marcel masih tidur , ia segera menarik celananya,Dan menuruni tempat tidur. Auh perih sekali "ucap Stella dalam hati. Lalu ia berdiri , ia melihat ada gumpalan darah di selimut. Aduh sepertinya ini darah ku semalam"ucap Stella dalam hati sambil menarik selimut.
Marcel pun terbangun karena selimutnya ditarik oleh Stella.
Stella : Lepasin Marcel (menarik selimut itu)
Marcel pun duduk dan melihat selimut itu, ia melihat ada darah di selimut itu.
Marcel : Apakah kamu mau mencucinya? Saran aku jangan dicuci, Disimpan saja selimutnya . Karena itu hanya terjadi sekali seumur hidup bukan ?(mendekati Stella)
Stella sangat kesal dan malu mendengar perkataan Marcel, ia berjalan menuju pintu namun Marcel memanggilnya.
Marcel : Stella.
Stella pun melihat Marcel.
__ADS_1
Marcel : Terimakasih sudah menjaganya untuk ku dan memberikannya untuk ku
Stella : Aku menjaganya bukan untukmu dan aku tidak memberikannya, kau yang merebutnya (menunjuk Marcel)
Marcel : Tapi aku sudah mendapatkannya
Stella : Pria brengsek memang selalu mendapatkan apa yang ia inginkan (memegang gagang pintu)
Pintu itu terkunci.
Stella : Buka ini ,aku mau keluar (melihat Marcel)
Marcel pun mengambil kunci dan membukanya
Marcel : Kenapa jalan mu aneh? Coba berjalan aku ingin melihatnya lagi (mendorong pelan tubuh Stella)
Stella : Aku sangat membencimu
Marcel : Aku juga sangat membencimu (mengangkat alisnya)
Benar benar cinta maksudnya "ucap Marcel dalam hati.
Stella pun berjalan dengan pelan keluar dari kamar itu sambil membawa selimut yang ada darah itu.
Lagi lagi Marcel meledeknya.
Marcel : Apa kamu ingin ku gendong? Jalan mu sangat pelan, sepertinya kamu sedang kesakitan ya?(melihat Stella yang menuruni tangga)
Stella tidak menjawab Marcel, ia tetap melanjutkan jalannya menuruni tangga.
__ADS_1
Aku sangat membenci mu Marcel, kau sudah mengambil mahkota ku, bahkan setelah mengambil kau mengatakan kau sangat membenciku , Dasar lelaki brengsek, Aku yakin sebentar lagi kau juga pasti akan meninggalkanku karena kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan. Auh perih sekali ini "ucap Stella dalam hati sambil menuruni tangga.
Kasihan sekali dia, sepertinya dia sangat kesakitan, tapi itu memang harus terjadi "ucap Marcel dalam hati sambil memperhatikan Stella yang menuruni tangga.