
Pagi hari yang cerah, pada pukul 07.00 , Marcel bangun dan segera mandi untuk berangkat kerja, setelah mandi ia langsung mengenakan pakaiannya . Setelah mengenakan pakaian ia Sarapan terlebih dahulu, ia mencari Stella di dapur namun belum menemukannya. Berarti dia masih tidur "ucap Marcel dalam hati.
Marcel segera melajukan mobilnya berangkat ke perusahaan. Ia bekerja seperti biasanya, ia hanya mengecek perkembangan perkembangan usahanya.
Pada pukul 09.00 , Stella terbangun dan keluar dari kamar. Ia segera turun dan sarapan. Setelah sarapan ia kembali masuk lagi ke kamarnya, ia di kamar sampai siang hari.
Pada siang hari Marcel tidak pulang untuk makan siang, karena ia mempersiapkan untuk meeting, ia melupakan membawa laptopnya. Ia menyuruh sekretarisnya untuk mengambil laptop kerumahnya.
Sekretaris itu bernama Mila.
Marcel : Mila, tolong keruangan saya
Mila : Baik pak
Mila pun segera berjalan keruangan Marcel, dan langsung masuk kedalam.
Mila : Ada apa pak (duduk di kursi didepan Marcel)
Marcel : Tolong kamu ambilkan laptop saya dirumah, nanti kita akan menggunakannya saat meeting.
Mila : Baik pak
Marcel : kamu tau rumah saya kan?
Mila : Tau pak, apa saya diperbolehkan masuk?
Marcel : Boleh kan saya yang menyuruhmu, Itu juga sudah ada tulisan di bajumu PT. Coal mining, pasti kamu di perbolehkan masuk
Mila : Baik pak, dimana letak laptop bapak?
Marcel : Di lantai 1 , di meja ruang keluarga.
Mila : Baik pak, saya permisi.
Mila pun segera keluar dari ruangan Marcel dan membawa mobilnya menuju rumah Marcel. Di depan rumah Marcel awalnya tidak diperbolehkan masuk oleh satpam.
__ADS_1
Satpam : Maaf ibu, tapi ibu tidak bisa masuk sembarangan (memegang pagar)
Mila : Saya disuruh Marcel (menunjuk tulisan yang ada di bajunya)
Satpam : Baik Bu (membukakan pagar)
Mila pun membawa mobil sampai ke halaman rumah, ia turun dengan berlagak sangat sombong, dan memasuki rumah itu tanpa mengetuknya, bibi yang melihat perempuan ini berjalan keruang keluarga pun ,langsung naik keatas Memanggil Stella, ia mengetuk pintu kamarnya.
Bi Murti : nona (mengetuk pintu kamar)
Stella : Masuk aja bi
Bi Murti pun langsung membuka pintu kamar itu dan masuk kedalamnya.
Bi Murti : Di bawah ada cewek nona di ruang keluarga, saya tidak mengenalnya.
Stella : Siapa ya (berdiri dari tidurnya)
Mereka pun berjalan menuruni tangga dan berjalan ke ruang keluarga.
Mila : Kalian hanya pembantu kan dirumah ini? tolong bantu saya mencari laptop Marcel , tadi dia bilang ada di meja ruang keluarga, tapi gak ada.
Siapa sih nih cewek, sombong banget, pakai ngatain pembantu lagi "ucap Stella dalam hati.
Stella : Kamu punya sopan santun gak? Masuk gak pakai permisi lagi (melihat Mila)
Mila : Kamu bisa saya pecat ya (menunjuk Stella)
Stella : Kamu siapa? berani sekali memecat saya.
Mila : Aduh ribut ya, saya hanya menanyakan laptop ya (duduk di sofa)
Bi Murti : Maaf Nona, tapi nona ini Istri pak Marcel.
Mila : Astaga , kalian kenapa sih? Saya hanya menanyakan dimana laptop. Dia istrinya? hahaha (tertawa) , bahkan dia mengatakan kalau dia single sama saya, saya adalah pacarnya (mengambil laptop dari bawah meja dan berjalan keluar rumah)
__ADS_1
Mila pun langsung melajukan mobilnya meninggalkan rumah itu.
Bi Murti : Duduk nona (membawa Stella duduk ke sofa), apa nona baik baik saja?
Stella : Iya Bi, tentu saya baik baik saja.
Bi Murti : Apa nona mau saya ambilkan minum?
Stella : Tidak usah bi, makasih ya, Bi saya pengen cerita sama bibi
Bi Murti : Cerita saja nona, nona sakit hati?
Stella : Tidak bi, Sebenarnya saya dan Marcel itu menikah bukan karena saling mencintai, kami di paksa orang tua kami bi.
Bi Murti : Masa sih nona? tapi kelihatannya Marcel sangat mencintai nona.
Stella : Tidak bi, Marcel tidak mencintai saya. Bibi bisa lihat kami tidur terpisah selama ini, tapi bibi gak usah bilang sama orang ya soal ini.
Bi Murti : Iya sih nona, waktu itu saya bingung juga ,kenapa tidur terpisah, tapi sekarang saya sudah tau, nona sabar ya Suatu saat nanti bibi yakin kok kalian bakal saling mencintai.
Stella : Tidak bi, saya tidak mencintai Marcel, bahkan saya masih sangat menyayangi Mantan saya bi (bersandar ke bahu bi Murti)
Bi Murti : Oh nona, jangan bersandar bibi bau loh
Stella : Bibi emang bau, tapi Stella suka baunya.
Bi Murti : Apa yang tadi itu benar pacar tuan nona?
Stella : Tadi dia kan bilang begitu Bi, mana mungkin dia bohong.
Bi Murti : Nona yang sabar ya (mengelus punggung Stella)
Stella : Saya tidak sakit hati kok bi (memberi senyuman), saya naik dulu ya Bi (berdiri dari duduknya)
Stella berjalan menaiki tangga dan memasuki kamarnya, bi Murti juga pergi melanjutkan pekerjaannya ke dapur.
__ADS_1