
Di pagi hari yang cerah, Marcel bangun untuk berangkat ke kantor seperti biasanya. Ia Segera masuk ke kamar mandi untuk mandi.
Stella terbangun dari tidurnya, Ia melihat sudah tidak ada Marcel disampingnya. Ia segera turun dari tempat tidur dan berlari menuruni tangga, Ia melihat Wati berada di bawah sedang menyapu.
Stella : Wati, apa Marcel sudah pergi?
Wati : Belum nona (sambil menyapu)
Stella segera berlari menaiki tangga dan masuk ke kamar. Saat membuka pintu Marcel sedang berpakaian di kamar. Stella masuk tanpa malu malu.
Stella : Marcel, aku boleh bekerja kan? (duduk ditepi tempat tidur)
Marcel : Apa uang yang ku kasih sama mu kurang? (memakai Singlet)
Stella : Tidak, Aku bosan di rumah (Mengikat rambutnya)
Marcel : Emang mau bekerja dimana?
Stella : Belum tau, nanti aku mau cari (memberikan dasi yang ada di tempat tidur kepada Marcel)
Marcel : Kamu gak boleh kerja (mengambil dasi dari tangan Stella)
Stella : Aku bosen banget disini (mengerti kan dahinya), oh ya kemarin kamu janji bakal nemuin aku sama pacar kamu itu, kapan?
Marcel : Mana ada pacar aku (memasang dasinya), eh kamu boleh kerja tapi di kantor aku aja (menaikan alisnya)
Stella : kamu harus buktiin sama aku kalau kamu gak ada hubungan sama dia (memberi senyuman), Boleh?
Marcel : Ya udah ayo Kamu mandi sana, nanti aku buktiin. (duduk di sofa)
Stella pun langsung mengambil handuk dan membawa nya ke kamar mandi, ia pun mandi disana.
Selesai mandi Stella keluar dari kamar mandi, ia melihat sekeliling kamarnya, Marcel bermain hp di sofa. Stella pun menggaruk kepalanya, ia kebingungan bagaimana cara ia berpakaian jika ada Marcel disana.
Stella : Marcel, Kamu tidak sarapan? (berjalan ke lemari)
Marcel : Nanti saja (sambil memainkan hpnya)
Stella : Keluar sebentar boleh ?(melihat Marcel)
Marcel : Kenapa ?( mengerutkan dahinya)
Stella : Aku mau pakaian (tersenyum malu)
Marcel : Tadi kamu bertanya kan?
Stella : Iya (menganggukkan kepalanya)
Marcel : Aku jawab tidak aku tidak mau, kenapa emang nya kalau aku disini? Aku sudah mengetahui bentuk lekukan tubuhmu (memberikan senyuman nakal)
__ADS_1
Stella : harus pakaian kantor ya?
Marcel : Tidak, terserah kamu saja.
Stella pun mengambil Pakaian, Celana kulot selutut dan Baju berkerah lengan pendek. Ia berjalan menuju kamar mandi dan berpakaian disana.
Kenapa dia kesana? apa dia malu berpakaian didepan ku? Aku sudah mengetahui lekukan tubuhnya, kenapa harus malu? "ucap Marcel dalam hati.
Selesai berpakaian Stella keluar dari kamar mandi, ia menyisir Dan merapikan rambutnya, ia mengoleskan lip cream ke bibirnya. Ia berdiri dari meja rias dan berjalan menuju meja disamping tempat tidur, ia mengambil ke dua ponselnya disana.
Marcel : sudah? (berdiri)
Stella : Sudah (berjalan menghampiri Marcel)
Mereka berjalan menuruni tangga dan berjalan menuju ruang makan, Di sana mereka sarapan.
Selesai sarapan, mereka segera memasuki mobil. Marcel pun melajukan mobilnya menuju kantor. Diperjalanan Marcel memulai perbincangan dengan Stella.
Marcel : Waktu itu dia ngaku Pacar aku, kamu gak bilang kalau kamu sudah menikah dengan ku?(melihat Stella)
Stella : Bi Murti sudah bilang kalau aku istrimu, tapi dia gak percaya, dia aja bilang aku pembantu. (melihat ke ponselnya sambil tertawa)
Marcel : Pembantu? Kamu gak lawan? (mengerutkan dahinya melihat Stella)
Stella : Gak (menggelengkan kepalanya)
Stella : Gak lah , kalau dia pacarmu nanti Yang ada aku perusak hubungan kalian.
Marcel : Sumpah, aku gak pacaran sama dia. Tapi aneh ya, didepan aku di baik banget loh.
Stella : Kamu gak percaya sama aku?
Marcel : Percaya, cuma aku heran aja gitu loh
Stella : Emang dia gak tau ya kalau kamu Uda nikah?(melihat Marcel), soalnya dia bilang kamu aja ngaku Single
Marcel : Gak, orang kantor gak ada yang tau aku Uda nikah. Aku kan gak ada undang mereka waktu nikahan. Itu sebelum menikah lah
Stella : Orang kantor juga gak ada yang tau?
Marcel : Gak ada
Stella : Ya udah kamu gak usah kasih tau mereka.
Marcel : Kalau kamu kerja di kantor aku, mereka pasti bakal tau.
Stella : Ih kamu jangan kasih tau makanya (memukul bahu Marcel)
Marcel : Aku gak kasih tau juga mereka bakal tau, emang mereka ga curiga kita pulang pergi aja ini Uda bareng.
__ADS_1
Stella : Gini aja, kan Sekretaris kamu itu bilang aku pembantunya. Kalau pembantu kan berarti aku bersihin rumah kamu. Makanya barengan (memberi senyuman)
Marcel ; Yang bilang gitu kan cuma sekretaris aku, karyawan lainnya Kan gak bilang.
Stella : Apasih kamu bilang, aku gak ngerti lah.
Marcel : Yang bilang kamu pembantu cuma sekretaris aku kan?
Stella : Iya (menganggukkan kepalanya)
Marcel : Ada gak karyawan kantor aku yang kenal sama kamu?
Stella : Gak (menggelengkan kepalanya)
Marcel : Mereka kan gak kenal kamu, Kalau mereka lihat kamu pulang pergi bareng sama aku, pasti mereka bakal mikir kamu punya hubungan sama aku. Mereka gak mungkin mikir kamu pembantu aku.
Stella : Iya juga sih, tapi biarlah. Pokoknya Kamu jangan kasih tau kalau kita itu Uda menikah, biar aja mereka sendiri yang tau. Mereka tau bukan karena kamu bilang, tapi karena pemikiran mereka.
Marcel : Biar apa sih kayak gitu?
Stella : Dengan kayak gini juga, kamu bakal tau siapa karyawan yang memang tulus bekerja dan mana yang Pura pura bekerja didepan kamu. Karena kalau mereka tau aku ini istri kamu, pasti mereka bakal baik sama aku pura pura baik didepan aku, sedangkan kalau mereka tidak tau aku ini istri kamu, mereka pasti akan bersikap Seperti biasanya, mereka bersikap Seadanya .Ngerti gak sih?
Marcel : Kurang sih (mengerutkan dahinya)
Stella : Intinya gini aja ya, Aku akan datang ke kantor mu untuk melamar pekerjaan seperti karyawan biasanya, kamu menerima ku karena keahlian ku bukan karena aku ini istrimu, Aku Juga akan bersikap seperti layaknya seorang karyawan ,bukan sebagai seorang istri dari pemilik perusahaan. Dan jangan memberitahu kepada siapapun kalau kita ini Sepasang suami istri. Kalau mereka mikir aku seorang pembantu ya sudah biarin saja, kalau mereka berfikir aku seorang Pacarmu ya sudah biarin saja, mengerti kan?
Marcel : Ngerti, Tapi tadi niat aku ngajak kamu ke kantor biar sekretaris aku tau, kamu itu istri aku.
Stella : Udah, gak usah. Biar aja dia anggap aku pembantu. Aku percaya kok sama kamu (memberikan senyuman) , Ingat jangan pernah bilang kalau kita ini sudah menikah.
Marcel : Oke (memberi senyuman)
Stella : Jadi nanti aku datang melamar pekerjaan ya, eh tapi aku tidak membawa berkas apapun (menepuk keningnya)
Marcel : Oh oke, Tidak apa, nanti semua pelamar juga bakal dikirim keruangan aku, aku juga yang menentukan diterima atau tidaknya.
Stella : Oh oke (memberi senyuman), kamu bakal liat nanti sikap sekretaris mu yang sombong itu (membuka seat belt)
Marcel : Ya udah ayo turun (membuka Seat belt)
Stella : Kamu duluan saja, nanti ketahuan.
Marcel : Ni, nanti kunci kan (memberikan kunci mobil)
Stella : Eh nanti kalau aku gak di boleh kan masuk gimana, soalnya waktu itu aku pernah ngantar sarapan, aku tidak di bolehkan masuk
Marcel : Telvon saja aku (memberi senyuman dan turun dari mobil)
Stella pun di mobil melihat keadaan sekeliling.
__ADS_1