Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Hasil USG


__ADS_3

Selesai mandi, Stella langsung mengenakan pakaiannya dan merapikan rambutnya. Ia mengambil buku cek kandungan, lalu berjalan keluar kamar menuruni tangga. Marcel sedang duduk santai di sofa ruang keluarga yang ada di lantai 1, Stella berjalan menghampirinya dan duduk di sampingnya.


Stella :"Kamu pakai begini saja?"


Marcel :"Iya, ini aku buatkan susu untukmu. Habiskan ya," memberikan botol yang berisi susu.


Stella :"Tadi maunya aku juga pakai celana pendek biar sama kayak kamu." Mengambil botol minuman.


Marcel :"Eh kamu, itu beda. Kamu cewek aku cewek, kamu tidak boleh memakai pakaian yang terbuka. Uda ayok kita berangkat,"


Stella :Ya sudah ayok." Berdiri.


Marcel dan Stella berjalan keluar rumah, mereka masuk ke dalam mobil lalu Marcel langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Sesampai di rumah sakit, sesuai dugaan Stella. Antiran untuk cek kandungan sangat panjang, Marcel mengambil nomor antrian dan mendapatkan nomor ke-57. Marcel dan Stella duduk di ruang tunggu sambil berbincang-bincang.


Stella :"Nanti kita USG ?"


Marcel ;"USG itu yang cek kelamin itu ya?"


Stella :"Iya,"


Marcel :"Iya USG aja langsung, biar kita tau kan." Mengelus perut Stella.


Stella :"Apa tidak mau tunggu lahiran aja?"


Marcel :"Kamu mau begitu?"


Stella :"Aku sih yang mana saja tidak apa, aku hanya bertanya kok. Soalnya kebanyakan laki-laki nunggu lahiran aja, tidak pakai USG biar jadi kejutan."


Marcel :"Ooh, tidak apalah. Kamu hamil udah memasuki usia 2 bulan kemarin itu sudah menjadi kejutan bagiku, aku ingin tau kelaminnya. Oh, ya. Apa kita tidak ke kota XX melihat orang tua mu?"


Stella :"Sebenarnya aku pengen Sel, tetapi kondisi ku sedang lemah. Aku bakal muntah-muntah dan pusing di perjalanan nanti, aku tidak mau hal itu terjadi."


Marcel :"Oh iyalah, kamu jaga kesehatan kamu ya."


***


Satu jam kemudian, Stella di panggil untuk masuk ke ruangan cek kandungan. Marcel dan Stella masuk ke dalam ruangan, Stella pun langsung di suruh untuk berbaring. Marcel memberikan buku cek kandungan kepada dokter. Beberapa menit kemudian, dokter berjalan menghampiri Stella dan memeriksanya.


Dokter :"Kondisi kandungannya sehat, ibunya juga sehat. Jantung bayinya juga normal, apa kita USG?"


Stella :"Iya dok."

__ADS_1


Dokter mengoleskan gel ke perut Stella, lalu tampak di layar isi perut Stella. Marcel melihat layar itu lama sambung tersenyum, ia sangat senang melihat calon bayinya itu.


Dokter :"Ini bayinya cowok dan cewek."


Stella :"Cowok dan cewek? Maksudnya bagaimana Dok?"


Dokter :"Yang satu cewek, yang satu lagi cowok Bu."


Marcel :"Ada dua dok?"


Dokter :"Iya Pak, ini kembar. Apa belum tau ?"


Marcel :"Belum Dok, tetapi kami juga tidak punya bibit kembar Dok, bagaimana bisa?"


Dokter :"Semua bisa mempunyai anak kembar Pak, meskipun orang tua nya tidak ada bibit kembarnya. Ini namanya anugerah Pak," memberikan senyuman . "Ibu silahkan duduk." Berjalan menuju meja.


Marcel dan Stella duduk di kursi, di hadapan dokter itu.


Dokter :"Ibu, berat badannya di tambah ya. Ini masih sangat kurang,"


Stella :"Iya Dok, terima kasih. Dok, apa saya boleh pulang pergi keluar kota?"


Dokter :"Boleh, boleh saja Bu. Asalkan ibu tidak terlalu kelelahan, sekarang usia kandungan ibu juga sudah hampir memasuki ke empat bulan, jadi kandungannya sudah lebih kuat dari sebelumnya. Apa ada pertanyaan lagi?"


Dokter :"Baik, ini resep obatnya di tebus di apotek ya, rutin di minum."


Marcel :"Makasih Dok."


Stella dan Marcel berjalan keluar ruangan, Stella langsung menuju parkiran mobil dan masuk ke dalam mobil, sedangkan Marcel mengantri untuk mengambil obat Stella.


"Terimakasih Tuhan, sudah memberikan ku dua anak sekaligus. Aku akan menjaga anak ini selalu, aku sangat mencintainya." Ucap Stella dalam hatinya.


Marcel masuk ke dalam mobil sambil membawa bungkusan obat.


Marcel :"Makasih ya sayang." Memasang seat beltnya. "Kita mau kemana?"


Stella :"Emang mau kemana lagi? Aku capek banget."


Marcel :"Tidak ada sih, manatau kamu mau jalan-jalan dulu."


Stella :"Tidak, aku maunya tidur." Menurunkan kursi.

__ADS_1


Marcel langsung melajukan mobilnya pulang ke rumah, di sepanjang perjalanan Marcel mengelus-elus perut Stella. Ia sangat bahagia akan kedatangan buah hati yang kembar itu, ini kado ulang tahun yang terbaik untuknya.


Sesampai di depan rumah, pagar megah itu masih tertutup. Marcel mengklakson berkali-kali tetapi satpam tidak membukanya, Marcel pun membuka pagar dengan remote. Saat mobilnya ingin melaju masuk, ada sebuah mobil yang berada tepat di belakang mobilnya. Marcel pun turun dari mobil, pemilik mobil itu juga turun dari mobil dan menghampiri mobil Marcel. Stella memandangi kaca melihat sosok itu, ternyata ia adalah Prayoga. Stella langsung turun dari mobil menghampiri Prayoga dan Marcel yang berbicara di belakang mobil.


Stella :"Ada apa?" Melihat Prayoga.


"Besok pagi kita balik ke sini." Teriak seseorang dari dalam mobil.


Marcel :"Kenapa malam-malam kau ke sini? Kenapa besok pagi balik ke sini?"


Prayoga :"Oh, besok pagi aku akan balik ke sini." Berjalan memasuki mobilnya.


Stella :"Kenapa Sel? Dia bilang apa?"


Marcel :"Aku tidak tau, dia belum ada bicara sama aku."


Stella :"Ya sudah, ayoklah kita masuk." Berjalan memasuki rumah.


Marcel memasukkan mobilnya ke garasi. Stella sudah berjalan duluan menaiki tangga memasuki kamar, untuk tidur. Beberapa menit kemudian, Marcel juga masuk ke dalam kamar. Ia melihat istri tercintanya sudah berbaring di tempat tidur seperti kelelahan, Marcel mengganti pakaiannya lalu ia membaringkan badannya di tempat tidur bersama dengan Stella.


Marcel :"Sayang, besok kamu tidak usah masak lagi ya. Aku tidak ingin kamu kelelahan, lagian besok bibi sudah datang."


Stella :"Iya Sel, lagian memasak itu hanya hal sepele kok."


Marcel :"Tetapi kamu kelelahan seperti ini,"


Stella :"Aku tidak kelelahan Sel, aku hanya bingung loh. Kenapa Prayoga datang kesini? dan dari mana dia tau?"


Marcel :"Iya aku juga penasaran Stell, tapi ya sudahlah. Tadi kan katanya besok pagi ia akan balik ke sini, ya sudah kita tunggu saja dia besok, kita dengar saja apa yang akan di katakan nya."


Stella :"Lalu siapa ya, orang yang di mobil tadi?"


Marcel :"Aku pun tidak tau sayang, aku bingung sekali dengannya. Apa dia ingin mencari masalah lagi denganku?"


Stella :"Aku tidak tau Sel, aku capek dengan semua masalah ini."


Marcel :"Sayang, kamu jangan kepikiran ya. Semua akan berjalan baik-baik saja."


Stella :"Jujur Sel, aku kepikiran. Aku mengenal dan dekat dengan Prayoga itu sudah 4 tahun Sel, aku tau bagaimana dia. Dia pasti ada alasan datang jauh-jauh dari kota XX ke kota XY."


Marcel :"Iya, memang ada dong. Mungkin dia mau nemuin kamu, kamu tidur ya. Tidak usah memikirkannya."

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Stella tertidur, Marcel pun menyusul nya tidur.


__ADS_2