
Starla terdiam mematung berdiri mendengar ucapan Marcel yang mengatakan bahwa pacar nya sudah menunggunya, Muka Starla cemberut dalam hati nya berpikir "Gak mungkin ,pasti itu hanya akal akalan dia biar aku gak ikut sama dia,huu(menarik nafas panjang), Lalu Starla berbalik arah, tiba tiba ia melompat kegirangan, Besok dia Uda mulai kuliah disini, Aku bisa ketemu dia setiap hari , kapanpun aku mau aku bisa liat dia yesss "sambil mengepalkan tangannya dan menarik ke arah bawah"
Marcel berjalan menuju parkiran dan memasuki mobilnya yang tidak terkunci itu,
Marcel : Kenapa ga dikunci ?(sambil membuka pintu mobil dan memasuki nya)
Stella : Kan aku ga tidur (tetap fokus memainkan ponselnya )
Kunci mobilnya masih lengket disitu, ia langsung menyalakan mobilnya dan melajukan mobilnya, ia mengemudikan mobilnya dengan tenang dan melakukannya dengan kecepatan sedang, Jalanan sangat macet ,saat ini pukul 17.00 Jam pulang untuk para pegawai ataupun pekerja ,makanya jalanan sangat macet.
Stella : bagus gak bang bangunan nya?(meletakkan ponselnya didalam tas)
Marcel : Bangunan apa? (tetap fokus menyetir)
Stella : Itu kampusnya (pandangan melihat jalan didepan)
Marcel : Bagus bangett.(menjawab dengan mengangkat kedua alisnya)
Saat Marcel mengemudikan mobilnya ,ia mengingat barang titipan mamanya saat ia melihat sebuah supermarket di sebelah kirinya, ia pun mengemudikan membawa mobilnya ke parkiran supermarket itu.
Marcel : Stella bantuin aku dong(melepaskan seat belt)
Stella : mau ngapain?(mengerutkan dahinya)
Marcel : Bawa barang belanjaan, ayok (dengan refleks menarik tangan Stella)
Stella : banyak ya? (menarik tangannya dari genggaman Marcel dan membuka seat belt nya)
Marcel segera turun dari mobil ,Stella pun meletakkan tasnya di kursi belakang dan berjalan menuruni mobil, diluar tampak Marcel sudah menunggu dirinya, Stella segera berjalan menuju Marcel, Marcel langsung mengunci mobilnya dengan kunci mobil itu. Mereka berjalan memasuki supermarket, Marcel tidak mengambil teroli belanjaan karena ia bisa memegangnya .Marcel berjalan menuju aneka makanan ringan dan memilih milih aneka makanan ringan seperti Snack ciki ciki , ia mengambil cukup banyak dengan jenis dan nama yang berbeda berbeda. lalu ia menanyakan sesuatu kepada Stella dengan suara yang sangat pelan, Stella tidak mendengar ucapan Marcel itu, sehingga Marcel pun mengulang perkataannya.
Stella : Apa bang? gak dengar loh.
Marcel : Kamu mau gak? ambil aja
Stella : Gak.(tetapi mengambil salah satu Snack)
Marcel : Stell (panggil Marcel dengan suara pelan)
Stella : ha? (sambil mengangkat alisnya)
Marcel : Pembalut yang mana?( dengan suara sangat pelan)
Stella : Ha apa?(bertanya penasaran dan tersenyum kepada Marcel) ia sudah dengar tapi ia hanya ingin meyakinkan apakah yang ia dengar memang betul.
Marcel : Pembalut dimana? (bertanya dengan membuka mulutnya lebar)
__ADS_1
Stella : ooh ( ia tertawa)
Stella pun berjalan mencari pembalut, Marcel mengikuti nya berjalan dibelakang nya, Stella pun menunjuk ke arah pembalut.
Stella : Nih (menunjuk ke arah pembalut)
Marcel pun diam dan memandangi Stella, ia sedang memikirkan kata kata yang tepat agar Stella mau membawakan pembalut itu ke kasir.
Marcel : Ambilin yang itu dong stell.(menunjuk sebuah pembalut)
Stella : Yang ini? (mengambil pembalutnya)
Marcel : Iya .
Lalu Stella melihat cover pembalut itu .
Stella : Buat siapa bang? (bertanya heran)
Marcel : Buat mama aku lah ( mengangkat alisnya)
Stella : Masa iya ini? (sambil memberikan pembalut itu ke Marcel ) , ini buat orang baru melahirkan bang, emang biasanya Tante pakai yang mana?
Marcel ; Aduh aku gak tau, aku gak pernah liat pula , emang beda ya?
Stella : Beda lah, kan merk nya beda beda, ada yang cocok pakai merk ini, ada yang cocok pakai merk itu, ada yang pakai sayap , ada yang gak suka pakai sayap.
Tiba tiba Marcel bertanya tanpa berfikir.
Marcel : Kamu biasa pakai yang mana ? (ia memukul mulutnya)
Stella : Aku yang ini (menunjuk ke arah sebuah pembalut dan tersenyum sinis ke Marcel )
Marcel : Sori sori , kamu sama mama kamu beda?
Stella : Beda (menganggukkan kepalanya)
Marcel : Gini aja deh , ambil aja semua dengan jenis yang berbeda beda ya.
Stella pun mengambil semua pembalut dengan merk dan jenis yang berbeda beda, tapi tangannya tidak cukup , Marcel pun dengan sigap berjalan mengambil keranjang kosong dan memberikannya kepada Stella. Stella meletakkan Snack yang ia pilih untuknya dan semua pembalut itu di dalam keranjang, Lalu ia memberi keranjang itu kepada Marcel. Marcel merengek seperti anak kecil.
Marcel : Tolong (sambil memberikan muka manja)
Stella : Tolong apa? (mengerutkan dahinya)
Marcel : Bawain ke kasir (menunjuk kasir)
__ADS_1
Stella : Coba Abang liat , itu kasirnya cewek atau cowok?(meletakkan keranjang kelantai dan menunjuk kasir)
Marcel : Cowok
Stella : ya aku gamau, malu tau.
Marcel : Eh tolong stell, tangan aku Uda penuh (mengangkat tangannya menunjukan ke Stella)
Stella : yaudah sini aku bawain barang belanjaan yang ada ditangan Abang ( mengambil barang belanjaan Yang ada ditangan Marcel)
Marcel : Eh eh jangan stell, kamu bawain itu tolong ya.(menarik kembali snack yang ada di tangan Stella)
Stella : Is berat bang( mencari cari alasan)
Marcel : Gak berat itu kan dekat aja, kamu cuma bawa sampai situ aja (memasang muka manja lagi)
Mereka berdiri cukup lama di tempat itu, saling menunjuk untuk membawakan pembalut itu kekasir. akhirnya Stella memutuskan sesuatu.
Stella : Gini aja , Abang yang bawa pembalutnya kesana (menunjuk kasir)
Belum selesai berbicara Marcel memotong pembicaraan Stella.
Marcel : Tolong stella , aku gak mau (menganggukkan kepalanya)
Stella : Aku belum siap ngomong makanya dengerin. Abang yang bawain kesana(menunjuk ulang ke arah kasir) , aku bakal jalan di samping Abang, aku gak bakal tinggalin Abang, aku terus disamping Abang, jadi pasti cowok yang ada di kasir itu mikir kalau itu pembalut punya aku, Abang cuma bantu bawain karena ini banyak banget,(menunjuk ke arah pembalut) Abang gak perlu malu kan? Aku yang malu jadinya beli pembalut sebanyak ini hahaha (sambil tertawa pelan)
Marcel : Kamu jangan lari ya?
Stella : Ngapain aku lari ? emang anak kecil lari larian? (berjalan meninggalkan Marcel)
Marcel : Stella tungguin
Stella pun berjalan kembali ke tempat Marcel berdiri, ia menunggu Marcel memasukkan barang belanjaannya ke keranjang, Marcel berjalan menuju kasir Stella pun berjalan disampingnya, Ia meletakkan keranjang di atas meja kasir itu, Kasir itu pun langsung menuangkan semua belanjaan Marcel di atas meja itu, Tampak wajah kasir itu seperti sedang menahan tawa melihat pembalut yang sangat banyak. Namun Stella Dan Marcel bersikap cuek terhadap kasir itu. Kasir itu menghitung semua belanjaan ,Stella memberikan uang 20.000 kepada Marcel . Marcel menerimanya.
Marcel : untuk apa ni? (mengangkat uang itu)
Stella : Itu sekalian Snack punya ku( berjalan meninggalkan Marcel)
Marcel langsung menarik tangan Stella yang berjalan meninggalkan nya, Stella pun berbalik dan berdiri kembali disamping Marcel.
Kasir : Totalnya 380.000 rupiah pak, apa ada tambahan (tanya kasir sambil memberikan senyuman)
Marcel : Gak (sambil memberikan uang)
Kasir : Uang nya pas ya pak, ini belanjaannya, terimakasih sudah berbelanja di tempat kami. (sambil memberi senyuman )
__ADS_1
Marcel pun mengambil belanjaan dan memberikan senyuman palsu kepada kasir itu, Marcel segera keluar dari supermarket itu , Stella mengikutinya dari belakang. Marcel segera membuka kunci mobilnya dari kejauhan.