Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Pergi Lagi


__ADS_3

Selesai meeting, Marcel kembali ke ruang kerjanya. Ia tidak melihat Stella di meja kerjanya, Marcel membuka toilet namun ia tetap tidak menemukan Stella. Ia berjalan ke meja kerja Stella, dan duduk. Ia mengecek dokumen yang ia berikan tadi kepada Stella, semua dokumen sudah selesai di tanda tangani Stella. Lalu Marcel mencoba menghubungi Stella, tetapi hp Stella sedang tidak aktif, Marcel keluar dari ruang kerjanya dan mencari Stella di seluruh ruang yang ada di perusahaan itu. Hasilnya tetap sama, ia tidak menemukan Stella. Marcel tidak putus asa, ia terus mencari dan menghubungi ponsel Stella meskipun tidak menemukan keberadaan Stella. Hingga Marcel menanyakan pada setiap karyawan ataupun para pekerja di dalam perusahaan, dan hanya satu karyawan yang melihat Stella yaitu Mila si sekretarisnya Marcel.


Mila :"Tadi saat kamu meeting, beberapa menit kemudian dia pergi. Dia sih bilang sama saya kalau dia itu mau pergi selamanya, dia bilang dia capek dengan urusan perusahaan, dia juga membawa mobil kamu Pak,"


Marcel langsung berlari keluar gedung perusahaan, ia menanyakan pada satpam tentang keberadaan Stella, satpam pun menjawab jika Stella sudah lama pergi membawa mobil milik Marcel.


"Apa yang terjadi padanya? Kenapa dia berkata seperti itu pada Mila? Bukankah dia yang menginginkan pekerjaan itu tadi padaku? Apa kali ini dia akan mengecewakan ku lagi? Kemana dia pergi?" Tanya Marcel dalam hatinya sambil memasuki gedung perusahaan.


Marcel memasuki ruang kerjanya, ia masih bingung dengan apa yang terjadi pada Stella. Ia berjalan menuju meja kerja Stella, lagi dan lagi ia mengecek satu per satu dokumen yang tadi ia berikan kepada Stella. "Dokumen ini telah di selesaikannya semua, apa ia keberatan mengerjakan nya? Padahal aku sudah melarangnya tadi tetapi dia terus meminta nya dari ku. Kenapa Stell? Kenapa kamu mengecewakan ku seperti ini?" Melempar dokumen yang di meja Stella ke lantai. Marcel mengambil ponselnya dari saku celananya, ia kembali mencoba menghubungi Stella dan hp nya masih tidak aktif.


"Kenapa tidak aktif Stella? Kenapa? Apa kamu memang ingin pergi selamanya?" Tanya Marcel dalam hatinya.


Marcel mencoba menghubungi bi Murti dan satpam rumahnya, menanyakan keberadaan Stella tetapi mereka juga tidak tau di mana keberadaan Stella.


"Kemana kamu Stella? Aku tidak percaya dengan semua ini. Kenapa begitu cepat? Kenapa kamu mengecewakan ku lagi? Stella, aku sudah benar-benar merasa nyaman pada mu saat ini. Kemana dia? Apa dia ke rumah orang tuanya? Menjenguk papa nya? Tetapi kenapa dia tidak mengajak ku? Ah tidak mungkin dia pergi kesana tidak mengajak ku. Kenapa aku tidak memasang GPS di mobilku? Dasar bodoh." Ucap Marcel dalam hatinya.


Marcel menelpon supir pribadi nya, dan meminta sopir nya agar menjemputnya di perusahaan karena ia akan mencari Stella. Marcel sangat kesal pada dirinya dan merasa sangat kebingungan, ia mengacak acak dan menarik-narik rambutnya sendiri.


Pintu terdorong dan sosok Stella memasuki ruang kerja itu, Marcel langsung berdiri dan menghampirinya.


Stella :"Apa apa Sel? Apa dokumen yang kuperiksa salah semua?"


Marcel :"Kamu dari mana? 3 jam kamu kemana aja?"


Stella :"Ada apa? Kenapa kamu seperti ini?"duduk di kursi kerjanya.


Marcel :"Aku khawatir dengan mu Stell, aku sangat khawatir. Tadi Mila bilang kalau kamu mau pergi untuk selamanya dari perusahaan ini, kamu capek mengerjakan semua dokumen di sini dan kamu membawa mobil ku."


Stella :"Lalu kamu percaya dengan perkataan nya?"

__ADS_1


Marcel :"Iya, soalnya saat aku menghubungi hp mu juga tidak aktif. Aku takut kamu pergi meninggalkan ku lagi Stell, jangan pernah tinggalkan aku." Berlutut di depan Stella.


Stella :"Hp ku mati Sel, aku tidak akan meninggalkan mu, aku sudah pernah bilang sebelumnya kan? Aku tidak akan meninggalkan mu jika kamu tidak membuat ku kecewa. Aku tidak tau apa maksud Mila berkata seperti itu pada mu, bahkan tadi saat aku ingin pergi aku tidak melihatnya apalagi berbicara dengannya."


Marcel :"Kamu dari mana? Kenapa tidak izin dulu padaku?"


Stella :"Aku mau kasih ini sama kamu." Memberikan bungkusan belanjaan. "Kalau aku izin sama mu, berarti namanya tidak memberi kejutan." Merapikan rambut Marcel.


Marcel :"Apa ini?" Berdiri.


Marcel membuka dan membuka bungkusan belanjaan, di dalamnya ada sebuah kotak kado yang berukuran besar lalu ia mengeluarkan kotak dan membuka nya. Didalam kotak, terdapat kemeja, dasi dan dompet.


Stella :"Sekarang aku hanya bisa memberi mu itu," memberikan senyuman.


Marcel :"Makasih sayang," mencium kening Stella. "Kehadiran kamu dan dia di ulang tahun ku yang ke 27 ini sudah sebuah hadiah terbesar dan terbaik bagiku." Memegang perut Stella


Stella :"Sebenarnya itu kado bukan dari aku, tetapi dari kamu sendiri. Soalnya itu kan pakai uang kamu, aku hanya membelikannya saja."


Stella :"Makasih ya, Sel aku ingin kamu berubah. Jangan seperti ini lagi ya, jangan suka melempar barang saat emosi mu sedang tidak stabil."


Marcel :"Maafkan aku Stell, aku merasa itu akan sulit merubahnya."


Stella :"Memang sulit, tetapi kamu pasti bisa. Kamu pengen kan jika kamu punya anak yang baik?"


Marcel :"Ya, tentu."


Stella :"Kita harus berperilaku baik supaya dia bisa mengikuti kita, jika kamu terus melempar barang saat sedang emosi, anakmu juga akan meniru perilaku mu nantinya."


Marcel :"Aku akan berubah Stell," mengambil dokumen yang ia lempar tadi.

__ADS_1


Stella :"Nih, tadi aku beli makan siang untuk kita. Kita makan siang di sini ya," membuka plastik.


Marcel "Ayok,"


Marcel menarik kursi kerjanya ke meja kerja Stella. Ia mengambil gelas dan mengisi air minum dari dispenser lalu meletakkannya di meja. Mereka pun memulai makan siang, ini adalah pertama kali bagi Stella makan bersama di ruang kerja bersam dengan Marcel. Semakin hari ia merasa hubungannya dengan Marcel semakin dekat, dan dia juga sudah mulai merasa nyaman berada dekat dengan Marcel.


Selesai makan, Marcel membuang bungkus makanan di tempat sampah, lalu ia mengunci ruang kerjanya dan mereka masuk ke ruang rahasia yang berada di dalam ruang kerja itu. Mereka menaiki tempat tidur dan bercerita-cerita di sana.


Marcel :"Nanti jadi USG kan?"


Stella :"Jadi," menyalakan AC.


Marcel :"Habis pulang kerja, kita langsung ke rumah sakit?"


Stella :"Pulang dulu ke rumah Sel, aku tidak membawa buku cek kandungan."


Marcel :"Oh, jam berapa kita berangkat?"


Stella :"Jam 7 lah ya? Biar aku bisa masak dulu"


Marcel :"Tidak usah masaklah, kamu kecapean banget nanti."


Stella :"Tidak kok, jika kamu membantu ku" memberi senyuman. "Nanti kita ke supermarket lagi ya, beli bahan makanannya."


Marcel :"Oh iya,"


Stella :"Kamu ngantuk ya?"


Marcel :"Iya Stell, capek banget."

__ADS_1


Stella :"Tidurlah, biar aku pijatin ya." Memijat tangan Marcel.


Marcel :"Makasih ya sayang," menutup matanya.


__ADS_2