
Pelajaran di hari pertama ia kuliah sudah selesai, Marcel segera menyandang tas dan memegang laptop di tangannya.
Marcel : Eh gua duluan ya ( menepuk bahu Andre sambil berdiri )
Andre : Eh kok buru buru bro? (sambil memasukan laptop ke dalam tasnya)
Marcel hanya tersenyum dan melihat ke arah gerombolan cewek yang dari tadi memperhatikannya.
Andre : gimana hubungan Lo sama Bella? (melihat ke arah Marcel)
Marcel : Gua Uda putus sama dia (sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal)
Cewek cewek yang ada disitu mendengar ucapan Marcel, mereka merasa senang mendengar ucapan tersebut.
Andre : Ha, masa iya? Uda lama? (berbicara kaget sambil berdiri)
Marcel : Belum sampai seminggu. (sambil melihat jam tangannya )
Andre : Ooh jangan galau bro, cewek banyak, tu cewek semua (sambil menunjuk gerombolan cewek yang sedang mendengar percakapan mereka juga)
Marcel : Hahaha(tertawa terpaksa) ,gua duluan ya(menepuk bahu Andre)
__ADS_1
Andre : Hati hati bro.
Marcel : Iya (teriak Marcel di pintu ruangan itu)
Saat ia membuka pintu ruangan itu, Sudah ada Starla di depan pintu itu, Marcel pun menarik nafas panjang melihat Starla.
Starla : Hai (memegang lengan Marcel).
Marcel : Hai (memberi senyuman)
Coba aja dia Stella, Uda aku rangkul balik dia "ucap Marcel sambil tersenyum.
Marcel : Sori ya aku gak bisa (sambil melepaskan genggaman tangan Starla dari lengannya)
Q
Tiba tiba pintu ruangan itu terbuka cewek cewek yang berada satu ruangannya keluar dari ruangan itu dan melihat Starla sedang memegang lengan Marcel. Starla pun melihat cewek cewek itu dengan tatapan sinis. Cewek cewek itu pun berjalan melewati Marcel dan Starla. Marcel sudah mencoba melepaskan Tangan Starla dari lengannya namun Starla memegang kembali tangan Marcel.
Marcel : Starla, aku mau pulang ,tolong lepasin ya.
Starla : Ya udah ayo kita pulang bareng (sambil berjalan menarik lengan Marcel)
__ADS_1
Marcel pun berjalan mengikuti tarikan tangannya keluar dari kampus itu. Mereka langsung berjalan menuju parkiran. Starla pun menarik tangan Marcel ke arah parkiran mobilnya..
Marcel : Starla, mobil aku disana. (sambil menunjuk mobilnya)
Starla : Oh yaudah ayo kesana aja (menunjuk mobil Marcel)
Marcel : Kalau kamu mau jalan sama aku , kamu atur waktu saja tapi tolong jangan sekarang aku tidak bisa ( berbicara tegas sambil melepaskan tangan Starla)
Starla : Oke , nanti aku chat ya (sambil tersenyum) bye bye (sambil melambaikan tangannya)
Marcel pun segera berjalan meninggalkannya dan memasuki mobilnya. Ia menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan nya segera, ia melihat jam tangannya sudah pukul 15.45 , ia melajukan mobil nya dengan sangat kencang., ia segera mengemudikan mobilnya ke arah kantor Stella. Lalu lintas sangat macet karena ada mobil truk yang bannya bocor di tengah jalan. Marcel menyelip dimana mana, ia melihat lagi jam tangannya sudah pukul 15.55 , dengan cepat ia mengambil jalan pintas agar cepat sampai di kantor tempat Stella magang itu. Ia memarkirkan mobilnya didepan gedung megah itu, ia melihat jam tangannya sudah pukul 16.10, ia melihat ke arah parkiran sepeda motor , ada seseorang yang memakai pakaian seragam sekolah seperti seragam Stella waktu itu. Marcel pun melihat ke arah wajah Orang itu, ternyata itu adalah Ardi , orang yang berkelahi di pesta semalam"ucap Marcel dalam hati. Ia terlihat sedang duduk di sepeda motornya sambil melihat keadaan sekitarnya. Lalu ia mematikan mesin mobilnya, ia pun berniat untuk turun dari mobil itu untuk mencari Stella. Ia berjalan menuruni mobil nya, dan berjalan menuju gedung itu. Ia melihat Stella sedang duduk sambil bermain hp diruang tunggu didalam kantornya. Lalu ia memanggil Stella.
Marcel : Stella (memanggil Stella dari kejauhan)
Saat ia memanggil Stella, Ardi langsung melihat kearahnya. Stella melihat Ke arah suara Marcel dan langsung bangkit berdiri menyandang tasnya.
Saat keluar dari kantor , Stella langsung melihat ke arah sepeda motor yang ada Ardi disana. Ia memberi senyuman yang sangat penuh arti kepada Ardi.
Stella : Aku duluan ya ( berbicara dengan suara lembut dan memberi senyuman hangat)
Marcel langsung melihat ke arah Ardi , Ardi hanya memberi senyuman. Lalu mereka berjalan memasuki mobil.
__ADS_1