
Kini di dalam ruangan kerja Marcel, hanya ada Stella dan dirinya.
Marcel : "Duduk." Melihat Stella.
Stella : "Kenapa panggil aku?" tetap berdiri dan mengerutkan wajahnya.
Marcel :"Duduk." Berdiri dan menarik kursi untuk Stella.
Stella : "Nyuruh aku ke sini cuma buat duduk?" duduk di kursi.
Marcel pun duduk di kursi di hadapan Stella.
Marcel : "Kamu kenapa? bukan kah kamu yang menyuruh aku untuk bersikap seperti karyawan kepada mu? Aku hanya menuruti permintaanmu, kan?" menatap Stella.
Stella : "Ah, diam lah," Berdiri dari duduknya.
"Ternyata dia belum berubah seperti yang dulu, dia masih saja seperti ini."Ucap Marcel dalam hati.
Marcel : "Sekarang kamu mau kemana?"
Stella : "Ya mau balik ke ruangan ku." Berjalan mendekati pintu.
Marcel : "Emang kamu pikir masalah akan selesai kalau kamu pergi?"
Stella : "Mau kamu apa sih ha?" Berjalan kembali ke kursi.
Marcel : "Kamu marah karena aku memarahi kamu di depan Sekretaris ku?"
Stella : "Ya, kamu berpikir wajar aja dong. Kamu tu terlalu berlebihan." Duduk di kursi yang berada di hadapan Marcel.
Marcel : "Stella, kalau aku belain kamu tadi" memegang tangan Stella. "Rencana kita bakal ketahuan, dia pasti curiga kenapa aku belain kamu. Ngerti kan?" memberi senyuman.
Stella : "Apa sih?" menepis tangan Marcel yang menggenggam tangannya."Aku mau ngundurin diri aja sel."Melihat Marcel.
Marcel : "Kenapa, hanya gara-gara ini? Kamu bosan kan di rumah?baru juga mulai kerja"
Stella : "Aku mau kerja di tempat lain aja, aku gak suka di sini."
__ADS_1
Marcel : "Kalau kamu memang mau kerja, kamu hanya boleh kerja disini. Aku gak bolehkan kamu kerja di tempat lain. Lagian kenapa kamu gak suka kerja di sini? Padahal aku Pemilik perusahaan ini, Aku suami mu. Sudah seharusnya kamu bekerja dengan sangat senang di sini."
Stella : "Kamu bisa pecat si Mila sekretaris sombong kamu itu?"menaikkan alisnya.
Marcel : "Ga bisa lah stell, aku gak bisa mecat orang sembarangan." Menatap Stella.
Stella : "Kenapa gak bisa? kamu belain dia bukan karena kamu anggap aku karyawan sel, tapi karena kamu sayang sama dia." Berjalan keluar ruangan.
"Stella, Stella. Kok bisa lah kamu berfikir seperti itu ya? Kapan sih pikiran kamu itu terbuka? kapan kamu sadar kalau orang yang aku sayang itu kamu?" ucap Marcel dalam hatinya sambil menyaksikan kepergian Stella.
Stella keluar dari ruangan Marcel, Perut dan kepala nya terasa sangat sakit, ia mendudukkan badannya di kursi yang berada di depan ruangan Marcel menunggu sakitnya reda.
Mila menelfon Marcel menggunakan telefon kantor.
Mila : "Pak, meeting akan di mulai."
Marcel :"Baik. Saya kesana." Menutup telefon.
Marcel berjalan keluar dari ruangan, ia menemukan Stella berada di depan ruangannya sedang duduk santai.
Marcel :" Astaga Stella. Kamu ngapain masih di sini?Sana kerja dong, dokumen banyak banget tu." berdiri di hadapan Stella.
Marcel : "Aku aja gak tau kamu di luar, Kamu kerja dong stell, jangan santai-santai di sini, tapi karyawan" memberi senyuman mengejek. "Aku mau meeting"
Stella : "Siapa yang santai-santai?, aku di sini karena perut aku sakit, asal ngomong aja." Membuang mukanya dari hadapan Marcel. "Ngapain kamu masih di sini?pergi sana!
Marcel pun berjalan meninggalkan Stella, ia memasuki lift itu menuju ruang meeting.
"Emang dia itu laki-laki gila, Uda gak waras. Ngapain aku duduk santai di sini, emang gak ada kerjaan apa? Uda di bilang perut sakit pun dia cuek aja. Emang gak ada peri kemanusiaan tu orang!" Ucap Stella dalam hati sambil melihat Marcel yang berjalan meninggalkannya.
Stella memasuki lift dan berjalan kembali menuju ke ruangannya. Ia mengerjakan banyak sekali dokumen di sana. Ia di bantu oleh para akuntan-akuntan lainnya.
***
Pada pukul 17.00, Telefon kantor milik Stella berdering, ia pun mengangkatnya.
Stella : "Halo"
__ADS_1
"Halo Stella, ini saya Pak Remon."Ucap Pak Remon, sih bos Stella.
Stella : "Oh, ada apa pak?
Bos : "Apa dokumen di meja kamu sudah pada siap?"
Stella : "Belum Pak, apa dokumen harus di selesaikan hari ini ya?"
Bos : "Iya, soalnya besok pagi dokumen harus dikirim."
Stella : "Oh, ya sudah Pak saya akan mengerjakannya."
Bos : " Iya Stella, nanti saya bantuin kamu ngerja, kannya. Soalnya hari ini saya lembur, kamu ke ruangan saya saja ya.
Stella : "Oh baik Pak, terima kasih." Menutup telfon
Stella pun membawa dokumen dan menuju ruangan Pak Remon. Ia meletakkan dokumen di meja yang berada di samping Pak Remon.
Pak Remon : "Saya hari ini lembur, karena banyak sekali dokumen yang harus saya tanda tangan."
Stella : "Oh, iya Pak." Memberi senyuman. "Tapi Pak, ini dokumen ngerja, kan nya harus menggunakan komputer, bagaimana Pak?
Pak Remon : "Kamu duduk di sini saja. Saya tidak menggunakan komputer. Kamu Uda di beri tau Id untuk login akun perusahaan kan?
Stella : "Oh sudah Pak, terima kasih" duduk di meja kerja Pak Remon.
Stella pun mengerjakan dokumen dokumen nya di meja pak Remon, Pak Remon menandatangani dokumen dokumen yang telah di cek Stella.
Pada pukul 17.30, Marcel berjalan menuju ruangan Stella, ia membuka ruangan itu hanya ada satu orang yang tersisa ia adalah Ayu, karyawan akuntan yang duduk di sebelah Stella.
Ayu : "Eh Pak, ada yang bisa dibantu ?"
Marcel : "Apa karyawan baru sudah pulang?"
Ayu : "Oh, semua sudah pulang Pak, tersisa saya sendiri." Memberi senyuman.
Marcel pun menutup pintu ruang akuntan itu.
__ADS_1
"Berarti dia sudah pulang, kenapa dia tidak permisi sama ku? kenapa gak bareng sama aku?" ucap Marcel dalam hati sambil memasuki lift.