
Selesai makan, Marcel meletakkan piring nya di wastafel, lalu ia berjalan menuju ruang keluarga , disana mamanya sedang menonton televisi.
Marcel : Ma , itu uang pendaftarannya 17 juta, terus uang semester nya 12 juta, Bisa bayar sekarang ?(duduk di samping mamanya), soalnya besok aku besok biar bisa mulai kuliah
Mama Marcel : Coba telfon papa suruh transfer sekarang (sambil mengganti siaran televisi)
Marcel : ok ma, itu uang semesternya mau langsung dibayar atau angsur aja?
Mama Marcel : Kalau saran mama sih langsung aja biar gak ribet, tapi coba kamu tanya papa aja mana baiknya.
Uang segitu bukanlah uang yang besar buat Keluarga Marcel, Sebagai pengusaha sukses itu hanya seperti mencabut daun dari pohon di hutan yang sangat lebat.
Marcel pun berjalan menuju kamarnya , ia menelfon papanya. Tit.. tit.. tit... terdengar nada sambung, Tak lama kemudian papanya mengangkatnya.
Marcel : Halo pa (duduk di sofa yang ada di kamarnya)
__ADS_1
Papa Marcel : Kenapa bang?
Marcel : aku mau kuliah pa, di starry glory , bisa bayar sekarang pa? biar besok aku bisa mulai.
Papa Marcel : Berapa bang?
Marcel : Pendaftaran 17 juta , uang semester 12 juta.
Papa Marcel : Papa transfer ke rekening mu ya.
Papa marcel : Emang kamu Uda ketemu jodohnya? **(**Tanya papa nya meledek Marcel)
Marcel : Uda pa (sambil tertawa)
Papa Marcel : Nanti kasih tau lah ya siapa, Ada klien mau ketemu ni.
__ADS_1
Marcel : Oke pa (menutup telfon)
Marcel pun meletakkan ponselnya di meja di samping tempat tidurnya, ia membaringkan badannya di tempat tidur, Tiba tiba ponselnya berdering ada nomor tidak di kenal menelfonnya, berulang kali ia menelfon Marcel tidak mengangkatnya, hingga panggilan terakhir Marcel mengangkatnya, dan membiarkan si pemanggil untuk berbicara. Halo Marcel haloo, "terdengar suara seperti itu di ponsel Marcel, namun Marcel langsung mematikannya.
Di WhatsApp Marcel juga ada chat masuk, ia pun membukanya , Isi pesan itu : Hai Marcel, kenapa dimatikan? , karena penasaran Marcel menekan foto WhatsApp itu, ternyata itu wajah wanita yang tadi meminta nomor hpnya di kampus, dia adalah Starla. Marcel pun menggaruk kepalanya , lagi lagi ia berkata : *kenapa ada wanita seperti ini , "*Ucap Marcel dalam hati. Marcel pun menarik nafas panjang dan membalas pesan itu : Sori sekarang saya lagi sibuk.
Marcel langsung mengirim pesan itu, dengan cepat pesan itu langsung dibaca oleh Starla. Starla pun membalas pesan itu : Oke kalau Uda gak sibuk, bisa ngobrol kan. Namun Marcel tidak merespon chat itu.
Ia meletakkan hpnya di meja. Ia berjalan menuju ruang keluarga, disana tidak ada lagi mamanya, ia mengambil formulir Di meja hias yang berada di ruang keluarga itu, lalu ia membawa formulir itu ke kamar. Ia berbaring telungkup sambil membuka formulir - formulir itu serta peraturan peraturan yang berlaku....
*Tidak ada peraturan yang terlalu ketat "*ucap Marcel.
Aduh ****** , aku bakal hadapi cewek itu setiap hari : "ucap Marcel sambil menepuk jidatnya.
Marcel pun meletakkan Formulir itu kedalam laci mejanya , ia kembali membaringkan badannya ditempat tidur , ia terlelap dalam keheningan , suhu kamar yang dingin membuat ia tidur pulas ..
__ADS_1
Marcel terbangun melihat jam Menunjukkan pukul 13.00 , ia pun pergi ke arah dapur ,Perutnya sangat lapar, Ia tidak menemukan makanan disana. Ia pun berjalan menuju kamar mamanya. Tidak ada mamanya dikamar itu, ia mencari ke seluruh ruangan Tidak ada seorang pun dalam rumah itu selain dirinya, ia memanggil Maxim pun tidak ada jawaban. Lalu ia berjalan keluar, ia mendengar ada suara mamanya dari arah rumah Stella.