Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Pengakuan Masa Lalu


__ADS_3

Di rumah sakit Stella mengajak Marcel untuk pulang saja.


Stella :"Sel, perutku sudah tidak sakit lagi. Kita pulang aja ya,"


Marcel :"Kita harus cek Stell, biar tau kondisinya."


Stella :"kemarin aku sudah cek kok, kondisinya baik-baik saja. Sepertinya ini karena aku sangat kelelahan hari ini."


Marcel :"Apa memang sudah tidak sakit lagi?"


Stella :"Sudah Sel, dari pagi aku beraktifitas, aku memasak dan membersihkan rumah makanya seperti ini jadinya."


Marcel :"Kamu ngapain mengerjakannya? kan sudah ada bi Murti Stella," membelai rambu Stella.


Stella :"Kasihan bi Murti lah Sel, dia pasti capek. Aku tidak mungkin membiarkannya mengerjakannya sendirian."


Marcel :"Lain kali kamu tidak usah mengerjakannya Stell, kamu jaga kesehatan aja ya. Kita pulang nih?" Menyalakan mesin mobil.


Stella :"Iya Sel, Sel aku pengen makan cemilan yang kamu beli."


Marcel :"Kamu pengen yang mana biar aku ambil." Memberhentikan mobilnya.


Stella :"Apa kamu membeli chitato?"


Marcel :"Ada, aku ambil ya."


Stella :"Eh jangan, aku sedang ingin makan taro. Apa ada?"


Marcel :"Ada sayang, aku ambil ya." Membuka seat belt.


Marcel membuka bagasi nya lalu mengambil taro dari dalam plastik, ia masuk ke mobil dan memberikannya kepada Stella.


Stella :"Makasih ya sayang." Memberi senyuman.


Marcel :"Aku senang banget kamu memanggilku dengan sebutan itu. Makasih ya sayang." Mencium kening Stella.


Stella :"Kamu mau?" Menyuapkan ke Marcel.


Marcel :"Mau dong. Itu minum tadi aku membelinya."


Stella :"Makasih, bagaimana mengenai bulan madunya?" Memberi senyuman.


Marcel :"Kamu mau dimana?" Membelai rambut Stella.


Stella :"Menurut kamu yang bagus dimana?"


Marcel :"Nantilah aku cari dulu ya." Membelai rambut Stella. "Besok aku harus balik ke kota XY, kamu di sini aja dulu ya."


Stella :"Eh tidak, aku mau ikut."


Marcel :"Lusa aku datang ke sini lagi kok, besok aku ada meeting."


Stella :"Eh tidak usah, aku ikut saja. Kita langsung pulang saja Sel. Biaya pesawat bolak-balik ke sini mahal."


Marcel :"Tidak apa Stell, kalau kamu ingin di sini ya kamu di sini saja dulu. Lusa aku datang ke sini, kita balik ke kota XY ya."


Stella :"Besok aku langsung ikut kamu saja Sel. Aku juga bosan di sini terus."


Marcel :"Yakin?"


Stella :"Iya sayang." Memegang dagu Marcel.

__ADS_1


Marcel :"Kamu jangan menggoda ku seperti itu."


Stella :"Hahaha aku tidak menggoda mu, kamu fokus menyetir saja." Menyandarkan badannya di kursi.


Marcel :"Aku sayang sama kamu." Mencium Stella.


Stella :"Sel, sel kamu fokus menyetir saja. Jangan macam-macam." Mengambil hp Marcel.


Stella membuka hp Marcel dan mengecek media sosial milik Marcel, begitu banyak chat dari teman-teman wanita Marcel. Stella merasa cemburu, tetapi untung saja Marcel tidak membalas chat itu. Stella memblokir semua wanita yang mengechat Marcel itu. Stella membuka kamera, lalu ia berfoto selfie di hp Marcel itu, Marcel hanya senyum-senyum melihat tingkah laku Stella sekaligus merasa sangat bahagia, ia sudah merasa memiliki Stella seutuhnya. Dalam hatinya, ia berjanji akan menjaga dan melindungi Stella sepanjang hidupnya. Ia tidak akan mengecewakan Stella, ia tidak akan mengkhianati Stella.


Marcel :"Stell," memegang tangan Stella. "Kamu jangan bertemu dengan Prayoga lagi ya."


Stella :"Kenapa?"


Marcel :"Aku cemburu."


Stella :"Sel, aku rasa dengan mencintai kamu itu sudah bisa membuat mu yakin kalau aku tidak akan berpaling dari mu."


Marcel :"Aku takut jika kamu bertemu dengannya kamu akan teringat dengan kenangan mu."


Stella :"Makanya kamu harus bisa membuat kenangan lebih indah dong. Supaya aku tidak mengingatnya lagi ya," menyandarkan kepalanya di bahu Marcel. "Sel," melihat Marcel.


Marcel :"Kenapa?"


Stella :"Dulu aku pernah suka sama mu, waktu masih sekolah."


Marcel :"Oh ya, kenapa kamu dulu seperti tidak menyukai ku?"


Stella :"Eh gimana ya, aku itu menghindari mu. Karena aku ingin menghilangkan rasa suka itu pada mu." Membuka seat belt.


Marcel :"Eh jangan turun dulu," menarik tangan Stella. "Cerita dulu. Kenapa kamu menghilangkan rasa itu?"


Stella :"Karena aku berfikir aku tidak akan bisa mendapatkan mu, jadi tidak ada gunanya aku menyukaimu. Ya salah satu cara aku harus menghindari mu agar rasa suka itu tidak bertumbuh,"


Marcel :"Eh stell," membuka seat belt.


Stella :"Kita sambung di dalam ya," menutup pintu.


Stella masuk ke dalam rumah, Marcel mengambil barang belanjaan dari dalam bagasi DNA membawanya ke dalam rumah. Rumah sudah sepi, sepertinya seisi rumah sudah tidur. Marcel membawa barang belanjaan ke dapur, ia mengambil gelas, dan membuka kotak susu untuk Stella. Ia membuat kan susu untuk Stella agar ia dan kandungannya sehat. Marcel membawa gelas yang berisi susu lalu memberikannya kepada Stella.


Stella :"Aduh, makasih ya Sel. Pantesan kamu lama," mengambil gelas.


Marcel :"Kamu habisin itu." Menaiki tempat tidur.


Stella meneguk susu itu sampai habis, lalu ia meletakkan gelas itu ke dapur. Ia kembali masuk ke kamar dan menaiki tempat tidur.


Marcel :"Lanjut cerita."


Stella :"Tadi udah sampai mana? Aku lupa."


Marcel :"Kamu menghindari ku agar bisa melupakanku."


Stella :"Ooh ya udah gitu aja."


Marcel :"Aku menyukaimu sejak kamu masih sekolah, jika aku tau kamu menyukai mu pasti aku sudah menjalin hubungan denganmu tanpa menahan perasaan sendiri."


Stella :"Kamu itu ganteng, sedangkan aku wanita yang biasa saja, dari segi fisik tidak menang dan dari segi kepintaran juga tidak menang. Aku merasa saja, lelaki seperti mu tidak akan menyukai wanita dengan tipe seperti ku kan."


Marcel :"Tetapi buktinya sekarang aku bisa memiliki mu."


Stella :"Iya kan sekarang, aku juga bingung kenapa kamu memilihku untuk menemani hidup mu."

__ADS_1


Marcel :"Karena aku mencintai mu." Memberi senyuman lalu mencium Stella. "Jika wanita berfikir semua laki-laki itu suka pada wanita karena fisik itu salah besar, memang ada yang seperti itu tetapi bukanlah semua lelaki seperti itu. Lagian kamu cantik kok, kamu punya sifat yang baik dan dewasa, kamu bijak. Jadi kamu jangan terlalu menganggap dirimu rendah, menurut kamu dirimu itu biasa saja tetapi di luar sana pasti ada orang yang berharap untuk menjadi seperti mu. Aku mencintai mu bukan karena fisik mu, aku mencintai tanpa apapun. Jika aku mencintai mu karena fisik itu tidak lah kekal, karena suatu saat nanti kamu akan menua, tentu fisik mu bukan seperti sekarang lagi-"


Stella :"Lalu kamu akan meninggalkan ku?"


Marcel :"Tidak sayang, kan aku sudah bilang. Aku mencintai mu bukan karena fisik mu. Aku mencintai jiwa mu bukan fisikmu. Tidurlah, sudah malam." Membelai rambutnya.


Stella menutup matanya, ia tertidur karena menikmati pijatan lembut dari Marcel, beberapa menit kemudian Marcel menyusul Stella tidur.


***


Pagi hari menjelang siang, Stella di bangunkan Marcel.


Marcel :"Stella, Stella." Mengelus rambut Stella.


Stella tidak kunjung bangun juga, Marcel pun merasa kasian jika membangunkannya dari tidur nyenyak nya ini. Marcel memperhatikan wajah Stella yang begitu manis saat tidur, ia mencium kedua pipi dan kening Stella, ia tidak menyangka bahwa hal ini dapat membuat Stella bidadari hatinya itu terbangun.


Stella :"Marcel," membuka matanya.


Marcel :"Selamat siang sayang," membelai rambut Stella.


Stella :"Jam berapa ini?"


Marcel :"Jam sebelas lewat 25 menit, kamu sarapan ya." Mengambil baki dari atas meja.


Stella :"Kamu udah sarapan?" Mendudukkan badannya.


Marcel :"Sudah,"


Stella :"Siapa yang memasak nasi goreng ini? Rasa nya enak sekali berbeda dengan biasanya."


Marcel :"Aku lah, siapa lagi."


Stella :"Idih sombong banget, serius nih."


Marcel :"Iya, aku. Tanya aja bi Murti siapa yang memasaknya."


Stella :"Enak banget Sel, besok ajarin aku ya."


Marcel :"Iya," mengambil ponselnya. "Semalam kamu mimpi apa?"


Stella :"Lupa,"


Marcel :"Kamu manggil manggil nama Prayoga loh." Menyandarkan badannya.


Stella :"Ha? Serius?"


Marcel :"Iya, kamu masih mikirin dia itu tandanya makanya sampai terbawa mimpi."


Stella :"Tidak kok," menegukkan air.


Marcel :"Mana mungkin tidak memikirkannya sampai terbawa mimpi."


Stella :"Prayoga itu orangnya kalau belum mendapatkan keinginannya ia tidak akan berhenti berjuang Sel. Aku hanya penasaran apa yang akan dia lakukan agar bisa mendapatkan ku kembali."


Marcel :"Oh baguslah, aku juga mau lihat sampai mana kemampuannya."


Stella :"Uda ah, jangan bicarakan dia lagi ya." Memberikan piring yang sudah kosong.


Marcel :"Itu susu nya di habiskan." Mengambil piring.


Stella :"Makasih ya," Mengambil segelas susu.

__ADS_1


Stella menegukkan susu sampai habis. Mereka keluar dari kamar, dan berkumpul bersama keluarga di ruang keluarga. Mereka berbincang bincang, bercanda ria di sana.


__ADS_2