
Marcel : Kamu masuk kesini saja (menunjuk bath up)
Stella : Nanti aku basah lagi, aku sudah mandi (mengambil sabun)
Marcel : Kalau dari situ mana bisa, kamu niat nolongin aku gak sih ?(suara nya sedikit keras)
Stella : Kalau aku gak niat nolongin kamu, aku gak akan kesini ya(berdiri), Uda di tolongin malah dapet beginian, mending gak usah (berjalan membuka pintu)
Marcel : Stella (berteriak)
Stella : Apa sih , aku mau keluar (melihat kebelakang)
Marcel : Aku lagi sakit gini pun kamu gak perduli ya (memelototi matanya)
Stella pun menutup kembali pintu kamar mandi dan berjalan menuju bath up, dia pun menginjakkan kakinya di bath up.
Marcel : Duduklah, Mana bisa kalau berdiri (melihat Stella)
Stella : Kalau aku duduk, aku basah lagi (mengerutkan dahinya)
Marcel : Oh, yaudah aku yang berdiri nih ? (kedua tangannya memegang tepi bath up)
Stella : Eh jangan, biar aku yang duduk (menurunkan badannya)
Hahaha dia kelihatan lucu sekali ketika ketakutan"ucap Marcel dalam hati sambil tersenyum nakal.
Stella pun jongkok di dalam bath up yang berisi air penuh, semua pakaian yang ia kenakan tadi menjadi basah kuyup. Ia mengambil lulur dan meletakkannya ke atas tangannya. Ia mengambil tangan Marcel, dan ia menggosok tangan Marcel dengan lembut, keluar sedikit kotoran yang berupa daki dari tangannya. Marcel begitu menikmati Pijatan lembut dari Stella, ia menutup matanya sambil menikmatinya. Stella megambil lagi lulur, ia memajukan badannya mendekati Marcel.
Stella : Balikin badan kamu, aku mau gosok punggung mu (melihat Marcel yang menutup mata)
__ADS_1
Marcel : Berarti aku berdiri nih? (Membuka matanya)
Stella : Ih cepet lah ah (berdiri dan membelakangi Marcel)
Marcel pun ingin tertawa melihat aksi Stella yang seperti orang ketakutan, ia menahan tawanya. Ia segera membalikkan badannya.
Marcel : Sampai kapan aku nunggu?
Stella : Uda ?
Marcel : Udahlah
Stella pun membalikkan badannya dan kembali jongkok, ia meletakkan lulur dan menggosokkan punggungnya, ia menggosok dengan pijatan lembut, ia juga menggosok lehernya.
Sudah seperti bos besar saja dia ini"ucap Stella dalam hati.
Stella : Balikin badanmu (berdiri dan membelakangi Marcel)
Marcel : Auh , aku tidak sengaja loh (memegang bahunya yang dipukul Marcel), Badan ku kenapa tidak di gosok? (melihat Stella)
Stella : Ini mau digosok (menundukkan badannya)
Stella mengambil lulur dan meletakkannya ke badan Marcel. Ia memajukan badannya mendekati Marcel.
Ia menggosok gosok badan Marcel dengan lembut.
Marcel membuka matanya memperhatikan Stella.
Senang sekali rasanya jika dia menuruti permintaanku, hahaha aku tidak sakit Stella. Badanku juga tidak lemas, ini hanya akal akalan ku saja."ucap Marcel dalam hati sambil tersenyum.
__ADS_1
Stella : Kamu kenapa? (mengerutkan dahinya melihat Marcel)
Marcel : Kamu hamil anak monyet ? (memberikan senyuman yang lebar)
Stella : Dari tadi itu ke itu aja
Marcel : kenapa gak hamil anakku aja ?
Jantung Stella tiba tiba berdetak sangat kencang. Ia pun memberhentikan tangannya yang sedang memijat badan itu.
Marcel : Hei, aku bertanya (memegang dagu Stella)
Stella : Tidak akan ada anak di pernikahan kita (melihat Marcel dalam tatapan sinis dan menepiskan tangan yang memegang dagunya)
Marcel : Apa kamu berfikir sebelum berbicara?(memegang dagu Stella lagi), kenapa kamu seperti ini ? (mendorong tubuh Stella)
Stella : Tentu aku berfikir. Pernikahan kita hanya pernikahan badungan saja , kamu juga mengatakannya semalam kan? (berdiri dan meninggalkan kamar mandi)
Ah aku sangat membenci kata katanya barusan, apa dia belum membuka hatinya padaku? Apa dia memang hanya ingin pernikahan ini menjadi pernikahan badungan?berarti dia bukan peduli tapi kasihan. Kenapa lagi dan lagi harus kelahi? "ucap Marcel sambil berdiri Membersihkan tubuhnya.
Stella segera mengambil pakaian baru dan mengganti pakaiannya dengan cepat sebelum Marcel keluar dari kamar mandi. Ia meletakkan pakaian basahnya di Keranjang pakaian kotor yang ada dikamar itu.
Kenapa sih dia selalu memancingku? apa tadi kata kataku terlalu kasar? Sehingga dia mendorong tubuhku, apa perkataan ku menyakitinya? Tapi semalam dia yang mengatakan pernikahan ini hanya pernikahan badungan, asalkan aku tidak pergi darinya. Apa orang yang mencintai mau menyakiti? dia barusan menyakiti ku, dia mendorong tubuhku sangat kasar."Ucap Stella dalam hati sambil duduk di sofa.
Marcel keluar dari kamar mandi, handuk di lilitkan nya di pinggangnya.
Marcel : Keluar lah dari kamar ku, aku ingin pakaian (membuka lemari Pakaian)
Stella pun segera keluar dari kamar Marcel dan duduk di sofa yang berada di ruangan depan kamarnya. Ia melamun memikirkan perkataannya tadi.
__ADS_1
Apa perkataan ku begitu menyakitinya? Sampai dia mengusir ku seperti itu? Sebenarnya sekarang aku sudah tidak ingin pernikahan ini seperti ini, tapi apa dia betul betul mencintaiku? Aku masih tidak percaya dengannya"ucap Stella dalam hati.