Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Memposting Foto


__ADS_3

Stella di bangunkan oleh Bu Murti pada pukul 10.00.


Bi Murti :"Nona, sarapan dulu ya." Memberikan baki yang terdiri dari piring yang berisi makanan, dan segelas jus alpukat.


Stella :"Terima kasih ya Bi, Stella bisa ambil sendiri loh bi."


Bi Murti :"Nona saja masih nyenyak tidurnya."


Stella :"Haha," tertawa. "Rumah kok sepi banget bi?" Mengambil piring.


Bi Murti :"Orang tua nona sedang menjemput saudara nona di bandara." Duduk di tepi tempat tidur


Stella :"Jemput siapa bi?" Memasukkan makanan ke mulutnya.


Bi Murti :" Bibi kurang tau sih, yang pasti dia saudara."


Stella :"Marcel ikut bi?"


Bi Murti :"Tuan, kan sudah balik ke kota XY nona."


Stella :"Ha, kapan bi?" Meletakkan piring ke atas meja.


Bi Murti :"Tadi pukul 07.00 nona, nona kenapa?"


Stella :"Tidak apa Bi, berarti Marcel tidak ke sini lagi bi?"


Bi Murti :"Minggu depan nona, tadi tuan bilang begitu."


Stella :"Marcel naik pesawat Bi?"


Bi Murti :"Iya nona,"


Stella :"Tadi ke bandara naik apa?"


Bi Murti :"Di antar supir papanya tuan."


Stella :"Ooh," mengambil piring yang ia letakkan di atas meja. "Bi, Stella tidak lapar." Meletakkan piring di atas meja, "Stella mau tidur Bi." Membaringkan badannya.


Bi Murti :"Nona, nona harus makan. Supaya kandungan nona bisa sehat."


Stella :"Makasih ya Bi, tetapi Stella tidak ingin makan."


Bi Murti :"Nona, bibi tau nona ada masalah dengan tuan, tetapi tidak seperti ini caranya."

__ADS_1


Stella :"Bi, Stella sedang tidak ingin makan. Tidak ada hubungannya dengan Marcel."


Bi Murti :"Maaf nona, apa masalah nona dengan tuan? Apa boleh bibi tau? Manatau dengan bercerita dengan bibi beban nona berkurang sedikit."


Stella :"Makasih ya Bi," memeluk bibi.


Bi Murti :"Eh jangan nona, bibi bau." Melepaskan pelukan.


Stella :"Hahaha, Bibi jangan begitulah. Stella juga bau kok haha," tertawa. "Bi, setelah Stella melahirkan nanti, Stella akan bercerai dengan Marcel."


Bi Murti :"Astaga," menutup mulutnya. "Ada apa nona?"


Stella :"Itu keputusan Marcel Bi,"


Bi Murti :"Nona memintanya?"


Stella :"Tidak, Stella tidak ada meminta hal itu saat-saat ini, tetapi dulu Stella sempat bahas itu bi."


Bi Murti :"Ooh, mungkin tuan mengabulkan permintaan Nona yang dulu."


Stella :"Dulu saat meminta Stella belum hamil bi, sekarang Stella lagi hamil bi."


Bi Murti :"Apa nona mau bercerai? Mungkin itu tuan lakukan agar nona bahagia bersama pilihan nona."


Stella :"Tidak tau bi, Stella hanya memikirkan anak di kandungan Stella, kasian dia."


Stella :"Stella tidak tau dengan perasaan Stella Bi, Stella memang mencintainya tetapi tidak sepenuh hati Stella ada untuknya, di hati Stella masih ada Prayoga, mantannya Stella. Melupakan Prayoga bukan hal yang mudah buat Stella Bi, Stella menjalin hubungan dengannya sudah 3 tahun, dan tidak mungkin hanya dengan 3 bulan perasaan itu akan hilang."


Bi Murti :"Bibi paham kok nona, bibi berharap apapun yang terjadi kedepannya akan baik-baik saja."


Stella :"Amin, makasih ya Bi. Bibi kenapa tidak ikut Marcel saja ke kota XY Bi? Di sana dia tidak ada yang membantu."


Bi Murti :"Tadinya bibi sudah bilang sama Tuan, supaya Bibi ikut dengannya, tetapi tuan bilang tidak usah. Tidak ada yang menemani nona kalau di sini, dan tidak ada yang membantu nona. Tadi juga saat bibi bilang, disana tidak ada yang membantu tuan. Tuan jawab, biasanya saya mengerjakannya sendirian bi."


Stella :"Iya sih Bi, dia memang selalu mengerjakan semuanya sendirian."


Bi Murti :"Dia tidak mau merepotkan nona itu, itu lah lelaki yang baik nona."


Stella :"Bi, yang menyiapkan makanan di sana siapa ya?"


Bi Murti :"Tuan akan membeli makanan di luar nona,"


Stella :"Bi, nanti malam bibi tidur sama Stella di sini ya."

__ADS_1


Bi Murti :"Eh jangan nona, bibi tidur di kamar pembantu, itu kamar udah di pinjam untuk bibi."


Stella :"Tidak apa Bi, temani Stella di sini bi."


Bi Murti :"Ya sudah nona, nanti malam bibi akan tidur di sini. Bibi mau permisi dulu nona, mau menyiapkan makan siang. Ini apa makanannya nona tidak mau makan lagi?


Stella :"Tidak bi, bawa saja."


Bi Murti pergi keluar kamar, Stella mengambil ponselnya menelpon Marcel.


Marcel :"Halo, ada apa?"


Stella :"Kamu sudah sampai?"


Marcel :"Sudah, apa ada yang mau di bicarakan lagi?"


Stella :"Tidak,"


Marcel :"Ya sudah, aku sedang sibuk." Mematikan telepon.


"Maafkan aku Stella, aku terpaksa harus seperti ini agar bisa melupakanmu." Ucap Marcel dalam hatinya.


"Begitu sibuknya kamu dengan urusan mu Marcel, sampai kamu tidak memperdulikan aku disini?" Ucap Stella dalam hatinya.


Stella berjalan keluar kamar, ia membersihkan rumahnya, meskipun sudah dilarang bi Murti, tetapi Stella tetap melakukannya. Ia mengambil kesibukan agar dirinya tidak memikirkan semua masalah yang ia hadapi. Selesai membersihkan rumah, Stella mandi lalu mengenakan pakaian dan berfoto di cermin, lalu ia memposting ke akun instagramnya, Stella permisi kepada bi Murti untuk pergi ke mall. Ia langsung melajukan mobilnya menuju mall.


***


Saat jam istirahat kantor, Marcel memainkan ponselnya. Ia membuka akun Instagramnya, muncul foto Stella di beranda nya yang ia posting beberapa menit yang lalu.


"Kamu kelihatan sangat bahagia tanpa aku Stella, aku senang melihat senyummu yang seperti ini. Aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaanmu. Dia mau kemana ya? Pakaian rapi seperti ini." Ucap Marcel dalam hatinya.


Marcel mematikan ponselnya, ia tidak ingin terus kepikiran tentang Stella.


***


Sesampai di Mall, Stella berjalan memasuki mall, ia masuk ke satu per satu toko. Stella masuk ke toko perlengkapan bayi, ia begitu ingin membeli semua barang-barang yang ada di sana karena kelihatan sangat lucu, Stella melihat pakaian-pakaian bayi namun tidak membelinya. Stella keluar dari toko dan berjalan menuju pakaian wanita. Ia tertarik dengan baju-bajunya dan mencoba nya lalu membelinya dan membayarnya menggunakan kartu yang di berikan Marcel. Ia berjalan mengelilingi mall, setelah kelelahan ia mampir ke KFC. Ia memesan makanan, lalu mengambil meja yang kosong.


Tiba-tiba di pikirannya terlintas saat ia dan Marcel makan berdua di sini saat ia masih sekolah dulu.


"Aku tidak pernah menyangka dulu Marcel, kalau aku akan menikah dengan mu. Makasih sudah ada buat aku, meskipun sebentar lagi kita tidak bersama lagi." Ucap Stella dalam hatinya.


Stella mengambil ponselnya, lalu ia mengecek akun instagramnya. Ia melihat siapa saja yang sudah mengelike postingannya, ia merasa kecewa ketika Marcel tidak menekan like di postingannya.

__ADS_1


"Apa Marcel belum buka Instagram ya?" Ucap Stella dalam hatinya.


Stella berfoto selfie memberikan senyuman, lalu ia membuat foto itu di cerita instagramnya. Agar ia tau, Marcel sudah membuka Instagram atau belum.


__ADS_2