
Mama Stella Dan mama Marcel pun berjalan keluar dari kamar itu dan masuk ke kamar masing masing.
Marcel mengunci kamarnya agar mereka tidak masuk lagi.
Air mata masih mengalir terus di pipi Stella. Marcel sangat sedih melihat Stella meneteskan air mata, ia duduk di samping Stella ditepi tempat tidur.
Marcel : Maafkan mama ku stell (melihat muka Stella)
Stella : Kenapa sekarang aku yang dipojokkan? (melihat Marcel) , Dari awal aku sudah tak menginginkan pernikahan ini (mengelap air matanya)
Marcel : Sudahlah, jangan mengatakan itu lagi, aku sudah muak mendengarnya (memukul tempat tidur)
Stella : Sekarang aku bukan hanya membenci mu Marcel, aku juga membenci semua orang (berjalan menaiki tempat tidur)
Tiba tiba pintu kamar itu di ketuk.
Kak Stella , kak "ucap Maxim sambil mengetuk pintu.
Stella pun segera turun dari tempat tidur dan membuka pintu.
Maxim : Kak, main ke atas yok (menarik tangan Stella)
Marcel : Sudah Maxim, ini sudah malam , besok pagi saja (mendekati pintu)
Stella : Apa sih, jahat banget kan dia (memegang tangan bastyan)
Maxim : Iya Abang nih jahat banget, kami cuma mau main kok.
Stella : Ayok ke atas (merangkul Maxim dan bastyan)
Mereka pun berjalan naik keatas ke lantai 4, disana ada berbagai permainan untuk mereka. Mereka bermain dengan senang disana, mereka juga bermain di lapangan golf.
Ini sudah pukul 22.00, mereka belum juga turun, Marcel pun berjalan menaiki tangga kelantai 4 dan menjumpai mereka.
Marcel : Hei kalian, ini sudah malam ayo tidur (merangkul Maxim dan Bastyan)
__ADS_1
Bastyan : Abang boleh kan besok pagi aku bermain golf dan berenang(melihat marcel)
Marcel : Boleh, sekarang kamu tidur ya (memberi senyuman kepada Bastyan)
Maxim : Besok Abang kerja?
Marcel : Tidak, makanya lanjut besok saja mainnya, kakaknya juga ngantuk tu (menunjuk Stella yang sedang menguap)
Mereka pun turun . Di lantai 2 mereka langsung masuk ke kamar masing masing, Stella dan Marcel pun masuk kedalam kamar, Marcel mengunci pintu kamarnya. Stella pun langsung tidur di tempat tidur, Marcel juga ikut tidur.
Stella membelakangi Marcel , Marcel memeluk tubuh Stella dari belakang.
Marcel : Stella, aku ingin menitipkan benih di rahim mu(memeluk tubuh Stella dan berbisik di telinganya)
Stella : Marcel, tolong lepasin (menepis tangan Stella)
Marcel : Aku ingin melakukannya malam ini (membelai rebut Stella)
Stella : Gak Marcel, aku gak bisa
Stella pun segera duduk
Stella : Maafkan aku, tapi aku gak bisa
Marcel : Sudah seharusnya kau memberikannya untukku
Stella : Aku tidak mencintai mu Marcel, Tolong lah menghargai keputusanku, aku tidak bisa melakukannya.
Marcel : Aku membenci mu Stella (menumbuk tempat tidur)
Emosi Marcel tak tertahankan, ia menumbuk numbuk tempat tidur lalu, ia turun dari tempat tidur dan menumbuk numbuk lantai. Ia melempar Vas bunga yang ada di kamar itu hingga pecah.
Stella : Marcel Uda ( turun dari tempat tidur dan berdiri)
Marcel terus menumbuk numbuk tembok hingga darah mengalir ditangannya. Stella pun menghentikannya, ia memegang tangan Marcel, namun Marcel memarahinya.
__ADS_1
Marcel : Awas kau Stella, nanti kau yang ku tumbuk
Stella : Uda Marcel (mengeluarkan air mata)
Marcel masih tetap saja menumbuk tembok, kali ini tangannya benar benar mengeluarkan darah yang banyak.
Stella langsung memeluk Tubuh Marcel dari depan.
Stella : Uda Marcel (memeluk tubuh Marcel sambil menangis)
Marcel pun menangis, dan memberhentikan tumbukan. Stella menangis di dada Marcel. Marcel pun memeluk Stella, kini mereka berpelukan dan saling menangis.
Marcel : Maafkan aku Stella (membelai rambut Stella)
Stella : Sini duduk (menarik Marcel ke tempat tidur), tangan mu terluka (melihat tangannya)
Stella segera mengambil Kotak obat di lemari dan mengobati tangan Marcel yang terluka.
Marcel melihat tangan Stella yang gemetaran saat mengobati tangannya.
Marcel : Aku minta maaf (melihat Stella)
Setelah membersihkan luka Marcel, Stella mengutip pecahan vas bunga hingga tak tersisa satupun, Marcel masih duduk ditepi tempat tidur memperhatikan Stella.
Setelah membersihkan pecahan vas bunga, Stella duduk disamping Marcel.
Stella : Marcel, aku minta maaf (mengelap air matanya), aku benar benar gak bisa sekarang (melihat Marcel)
Marcel : Udah Stella, aku gak mau bahas lagi (membaringkan badannya di tempat tidur)
Stella : Kasih aku waktu , aku akan memberikannya padamu, tapi tidak sekarang (berdiri dari duduknya)
Marcel : Aku akan menunggunya
Stella pun menarik selimut Marcel sampai menutupi dadanya. Ia pun membaringkan badannya di tempat tidur. Malam ini mereka tertidur dalam satu ranjang.
__ADS_1