
Stella berjalan pelan menaiki tangga dan ia masuk ke kamarnya. Ia duduk di tepi tempat tidur dan memikirkan perkataan oom Prayoga tadi.
"Apa benar dia menikahi ku hanya untuk mengambil ku dari Prayoga? Entah mengapa, aku merasa itu sangat benar. Aku kecewa banget setelah mendengar semuanya, aku sudah jauh mencintai nya. Tetapi apa anak ini juga anak Prayoga? Tidak, tidak mungkin aku tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya di kota ini, tetapi kenapa dia berkata seperti itu? Aku bahkan tidak tau perkataannya betul atau tidak." Tanya Stella dalam hatinya sambil meneteskan air mata.
Marcel masuk ke dalam kamar, ia melihat Stella sedang menangis. Ia ingin menenangkan Stella, tetapi hatinya juga sedang tidak karuan menerima kenyataan bahwa anak yang didalam perut Stella itu bukan darah dagingnya.
Stella :"Aku ingin sendiri Sel,"
Marcel :"Ya, aku tau." Duduk di sofa.
Stella :"Tolong keluar Sel."
Marcel hanya diam memainkan ponselnya.
Stella :"Kamu yang keluar, atau aku yang keluar dari rumah ini?" Berdiri.
Marcel :"Aku yang akan keluar Stell, aku akan keluar." Berjalan menuju lemari.
Marcel mengambil tas nya dan memasukkan pakaiannya ke dalam tas, Stella hanya memandangi Marcel sambil meneteskan air mata.
Marcel :"Saat ini kita butuh waktu untuk sendiri dulu, aku permisi Stell," keluar dari kamar.
Stella hanya diam duduk mematung, ia tidak tau apalagi yang akan terjadi pada rumah tangga nya ini.
"Marcel hanya pergi untuk sementara, bukan selamanya. Lagian kamu butuh waktu untuk sendiri dulu," ucap Stella dalam hatinya sambil menghapus air mata yang mengalir di pipinya.
__ADS_1
Stella berjalan menuruni tangga, ia keluar dari rumahnya dan melihat sudah tidak ada mobil Marcel di depan. Stella berjalan menuju dapur dan melanjutkan waktu sarapan yang tadi sudah tersita. Stella memasukkan kacang hijau ke dalam mulutnya, tetapi pikirannya masih saja melayang-layang.
Sesekali sarapan, Stella berjalan keluar rumah menuju pos.
Stella :"Marcel kemana?"
Security :"Kurang tau nyonya,"
Stella :"Oh terima kasih."
Stella kembali masuk ke dalam rumah menaiki tangga menuju kamar, ia menyalakan televisi dan duduk di sofa.
"Ya sudah lah, kami butuh waktu untuk sendiri. Aku harus refreshing agar tidak stres." Ucap Stella dalam hatinya.
Stella mengambil ponselnya lalu melihat tiket dan jadwal penerbangan pesawat. Ia ingin sekali berlibur ke kota uang paling sejuk dan indah di negaranya, kota itu adalah kota ZZ. Ia pun mengecek tiket dan biaya ke kota ZZ, lalu kemudia ia memesan tiket. Pesawat yang ia pesan akan berangkat hari ini jam 10 pagi, Stella langsung menyusun pakaian dan perlengkapan yang akan ia bawa lalu memasukkannya ke koper. Lalu Stella masuk ke kamar mandi untuk mandi, setelah mandi ia memanggil supir pribadi nya untuk mengantarkannya ke bandara. Supir itu mengantar Stella sampai ke bandara,
Stella :"Mau ke ZZ,"
Supir :"Sendiri saja? Apa tuan tidak ikut?"
Stella :"Tuan ada urusan, saya mau sendiri juga haha
" Tertawa terpaksa.
Supir :"Oh iyalah Nona, sekali-sekali juga."
__ADS_1
Stella '"Iya betul," turun dari mobil. "
Supir :"Biar saya antar masuk ya nona,"
Stella :"Makasih ya, ayok."
Supir itu membawakan koper Stella hingga ke dalam bandara, lalu setelah sampai di dalam bandara Supir itu kembali masuk ke mobil untuk pulang.
Stella langsung menuju pesawat sesuai yang ia pesan, karena pesawat juga akan berangkat. Stella masuk ke dalam pesawat dan duduk sesuai kursi yang ia pesan. Beberapa menit kemudian, pesawat berangkat meninggalkan Kota XY, Stella duduk di samping pria tampan yang kira-kira usianya masih sama dengannya juga. Pria itu sangat ramah, asal ia menoleh ke arah Stella, ia selalu melontarkan senyuman kepada Stella. Saat perjalanan, Stella memilih untuk tidur.
Stella :"Saya boleh minta tolong gak?" Berbicara kepada pria di sampingnya.
"Boleh, apa yang bisa saya bantu?" Kata pria itu.
Stella :"Nanti kalau pesawat sudah tiba di Kota ZZ tolong beritahu saya, saya ingin tidur saat ini. Maaf jika merepotkan."
"Oh tidak apa, nanti saya akan beritahu kamu." Ucap pria itu sambil memberikan senyuman.
Stella :"Terimakasih ya,"
Stella pun menolehkan kepalanya ke arah lain, ia menutup matanya dan tidak lama kemudian ia terlelap dalam tidurnya.
***
Beberapa jam kemudian, Pesawat telah tiba di Kota ZZ. Lelaki yang berada di samping Stella itu menepuk tangan Stella berkali-kali, Stella pun terbangun. Stella berterima kasih padanya karena sudah membangunkannya. Lalu semua penumpang pesawat berjalan turun dari pesawat.
__ADS_1
Stella turun dan masuk ke mobil yang telah di sewakan hotel padanya, lalu mobil itu membawa Stella menuju hotel tujuannya. Sesampai di hotel, supir mobil itu membawakan koper milik Stella masuk. Sesampai di kamar hotel, Stella meletakkan kopernya di dalam lemari, dan membersihkan kamar yang sudah bersih itu. Kemudian, Stella mengambil ponselnya dan duduk di sofa. Ia mencari tempat hiburan yang paling enak di kota ZZ ini, ia mandi dan mengganti pakaian. Lalu ia menyuruh supir hotel untuk mengantarkannya ke tempat wisata yang ia inginkan.