
Marcel pun berjalan menuruni tangga mengikuti Stella.
Stella meletakkan selimutnya kedalam mesin cuci, ia berbicara kepada Wati.
Stella : Wati, ini nanti biar saya yang cuci ya (menutup mesin cuci)
Wati : Saya aja nona tidak apa
Stella : Jangan, tidak sopan Wati, itu darah haid saya (berjalan meninggalkan Wati)
Wati : Tidak apa nona, ini sudah menjadi kewajiban saya
Stella : Nanti kalau saya kesusahan saja baru kamu bantuin ya (melihat Wati)
Marcel yang mendengar percakapan itu pun meledek Stella lagi.
Marcel : Haid? tapi semalam aku tidak melihat mu sedang haid (berdiri disamping Stella)
Stella : Bisa diam gak? (melihat Marcel dengan sinis)
Marcel : Sepertinya kamu susah sekali berjalan (merangkul Stella)
Stella : Awas tangan mu (menepis tangan Stella)
Marcel : Nanti malam aku tanding basket, aku harap kamu menemaniku
Stella : Aku gak bisa (berjalan menaiki tangga)
Stella berjalan pelan menaiki tangga dan masuk ke kamarnya, ia mencari hpnya disana namun tidak menemukannya. Lalu ia mengingat ingat dimana ia meletakkan hpnya. Semalam aku tidur kayaknya sambil main hp lah, seharusnya hp nya ada disini, apa di kamar dia? tapi aku gak ada bawa kesana , bahkan waktu ke swalayan aku tidak membawanya "ucap Stella dalam hati.
Lalu Stella keluar dari kamar dan berjalan menuruni tangga menuju dapur.
Bi Murti : Pagi nona , apa satu kardus Indomie ini nona yang beli?
Stella : Iya Bi ,kalau mau makan aja. Bibi ada liat hp Stella gak?
Bi Murti : Tidak ada nona, nona letakin dimana?
__ADS_1
Stella : Seingat Stella sih di kamar.
Bi Murti : Coba nona tanyakan pada Wati
Stella : Makasih ya Bi
Stella pun berjalan meninggalkan dapur dan berjalan ke ruang keluarga , disana Wati sedang menyapu rumah dan Marcel sedang menonton televisi.
Stella : Wati, apa kamu melihat hp saya? saya letakin ditempat tidur tadi malam?
Wati : Tidak nona, saya belum ada bersihkan kamar nona.
Marcel : Aku tau dimana(melihat Stella)
Stella : Dimana?
Marcel : Semalam pas aku ke toilet hp nya nyebur ke kloset , yaudah aku biarkan saja dia masuk
Stella : Sekarang mana?
Stella : Kurang ajar banget sih kamu (berjalan meninggalkan ruang keluarga dan menaiki tangga)
Marcel : Beli saja yang baru (berjalan mengikuti stella)
Stella : Kenapa hp ku bisa sama mu?
Marcel : Semalam ada telvon masuk di hp mu, tapi kamu kan sedang tidur ya sudah aku angkat, terus aku bawa deh hpnya ke kamar mandi, eh malah jatuh yasudah aku biarin saja (berjalan disamping Stella)
Stella : Is siapa yang menelfon?
Marcel : Prayoga (membuka kamar Stella)
Stella : Eh awas kamu (mendorong badan Marcel yang ingin masuk ke kamarnya)
Marcel : Aku cuma buka pintu (berjalan meninggalkan Stella dan masuk ke kamarnya)
Stella pun berjalan memasuki kamarnya dan menutup pintunya. Ia membaringkan badannya, ia sangat kesal dengan Marcel.
__ADS_1
Laki laki itu seperti nya memang harus aku beri pelajaran, dia benar benar menghancurkan aku, Kenapa coba dia pakai bawa hp ku ke kamar mandi? Ah emang laki laki Gilak, Seenak jidat dia saja suruh beli hp baru, kenapa Prayoga menelfon ku semalam ya? apa ada yang penting? Ahhh gimana ini? bagaimana aku menghubungi yoga."ucap Stella dalam hati.
Marcel pun mengambil kunci mobilnya dan melajukan mobilnya ke Toko hp, ia membeli hp iPhone keluaran terbaru dan membawa nya pulang. Sesampai dirumah, ia masuk ke kamar Stella Dan meletakkan hp itu diatas meja Stella. Stella pun terbangun ketika mendengar pintu kamarnya terbuka ia melihat Marcel meletakkan hp di atas meja namun ia pura pura tidur setelah Marcel keluar barulah ia melihat pemberian Marcel itu.
Ia segera mengunci pintu agar Marcel tidak masuk ke kamarnya. Ia memegang kotak Hp itu.
Wah keren banget, Enak banget ya ternyata jadi istri dia , mau beli ini bisa beli itu bisa, Kenapa selama ini aku gak bersyukur ya ? Ah tidak ini hanya akal akalan dia saja supaya aku tertarik padanya, emang dia pikir aku dia bisa buat aku jatuh cinta dengan harta? "ucap Stella dalam hati.
Stella pun berjalan keluar kamar, ia melihat Marcel sedang menonton di ruangan depan kamarnya, namun Stella cuek saja, ia menghiraukan keberadaan Marcel disana. Ia berjalan menuruni tangga dan berjalan ke ruang cucian. Marcel mengikutinya dari belakang .
Stella mengangkat selimut yang tadi ia masukkan ke dalam mesin cuci dan meletakkannya kelantai. Ia mengambil Sabun pencuci kain, dan sikat kain, Ia menuangkan sabun pencuci kain ke atas selimut yang ada darah itu. Lalu ia menyikat nya. Marcel melihatnya.
Marcel : Kenapa sih gak suruh Wati aja? dia aku bayar buat kerjain pekerjaan rumah (meletakkan kedua tangannya di pinggang)
Stella : Kenapa sih kamu ada dimana mana(melihat ke belakang ke arah Marcel)
Marcel : Ini kan rumah aku, ya Di mana mana ada aku , mau di bantuin gak?
Stella : Gak perlu (menyikat kembali)
Marcel : Aku mau bantu, itu kan berdarah Karena aku haha (tertawa)
Stella : Bisa diam gak sih? (berdiri)
Lalu Stella berjalan meninggalkan Marcel dan memanggil Wati.
Stella : Wati .... Watiii (sambil mencuci tangan di Washtafel .
Beberapa saat kemudian Wati datang dan menghampiri Stella.
Wati : Kenapa nona?
Stella : Itu selimutnya Uda saya cuci ,kamu tinggal bilas tolong ya (menunjuk selimut)
Wati : Baik nona (berjalan menuju selimut)
Stella pun berjalan menaiki tangga, lagi lagi Marcel mengikutinya.Stella langsung masuk ke kamar dan membanting pintu kamarnya.
__ADS_1