
Pada pukul 15.00, Marcel di bangunkan oleh Stella.
Stella :"Yang, bangun yang." Membelai rambut Marcel.
Marcel langsung duduk, ia merasa jika ia sudah tidur terlalu lama.
Marcel :"Jam berapa ini? Tidur ku puas sekali."
Stella :"Jam 3, ada dokumen yang harus selesai di tanda tangani itu." Berdiri.
Marcel berjalan menuju ruang kerjanya dan duduk di kursi kerjanya. Ia langsung memeriksa dokumen, dan menandatangani nya.
Lalu ia berpindah kepada dokumen lain yang ada di meja nya, saat ingin menandatanganinya ia kaget karena dokumen itu sudah di tanda tangani Stella.
Marcel :"Yang, apa kamu yang menandatangani nya?"
Stella :"Iya, apa dokumennya salah data?"
Marcel :"Tidak kok, makasih ya." Memberi senyuman. "Kapan kamu mengerjakannya? Apa tadi kamu tidak tidur?"
Stella :"Tadi, aku tidak tidur."
Marcel :"Banyak sekali dokumen yang kamu periksa, apa kamu kelelahan?"
Stella :"Tidak Marcel, ini biasa saja kok."
Marcel :"Aku ada meeting jam 4 nanti, sebentar saja kok. Kamu jangan kemana-mana ya,"
Stella :"Iya, apa tidak ada pekerjaan lagi?"
Marcel :"Tidak ada sayang, apa kamu bosan?"
Stella :"Iya, apa aku boleh pamit pulang?"
Marcel :"Emang di rumah tidak bosan?"
Stella :"Aku ke supermarket dulu buat beli bahan makanan, nanti sampai di rumah aku masak. Jadi tidak akan bosan," memberi senyuman.
Marcel :"Apa kamu masih mau masak?"
Stella :"Iya Sel, kenapa? Apa masakan ku tidak enak ya?"
Marcel :"Enak, enak sekali. Aku tidak mau kamu kelelahan. Kamu ini sudah mengerjakan dokumen banyak sekali."
Stella :"Tidak kok Sel, jadi gimana? Aku boleh pulang tidak?"
__ADS_1
Marcel :"Nanti saja ya, selesai meeting biar aku juga bantuin kamu masak nantinya, kalau sekarang aku tidak bisa menemani mu ke supermarket dan juga masak."
Stella :"Aku pergi sendiri saja, atau di antar supir kan bisa."
Marcel :"Tidak usah ya sayang, aku sebentar saja meeting nya."
Stella :"Aku pergi sama Ayu boleh? Teman ku dulu saat aku masih akuntan."
Marcel :"Aku hanya takut kamu kenapa-napa."
Stella :"Aku tidak apa-apa Sel, lagian kalau terjadi sesuatu pada ku aku akan menyuruhnya untuk menghubungi mu."
Marcel :"Emang dia tau kalau aku ini suamimu?"
Stella :"Tidak, kan ini masih jam kerja. Jadi jika aku terluka saat jam kerja, CEO harus tau haha. Apa itu nyambung?"
Marcel :"Sebenarnya itu tidak ada hubungannya haha, tapi ya sudahlah. Kamu boleh pergi sama dia ke supermarket, tetapi setelah dari supermarket kamu harus ke sini ya. Masak nya nanti saja setelah aku selesai meeting."
Stella :"Makasih ya, aku pergi dulu." Berdiri.
Marcel :"Langsung ke sini Stell, ingat."
Stella :"Iya," mencium pipi Marcel.
Stella :"Da Marcel" melambaikan tangannya.
Stella keluar dari ruang kantor dan berjalan menuju ruang akuntan, ia mengajak Ayu untuk menemaninya ke supermarket. Sebagai direktur utama di perusahaan, Ayu pun menerima ajakan Stella dan menemani nya ke supermarket. Mereka langsung berangkat pergi ke supermarket. Di supermarket Stella langsung membeli bahan bahan belanjaan serta bumbu-bumbu masakan. Setengah jam berlalu, mereka keluar dari supermarket karena sudah selesai berbelanja. Mereka langsung balik ke perusahaan, karena Ayu juga harus kembali bekerja. Sesampai di perusahaan, Stella menyuruh Ayu untuk langsung masuk ke dalam gedung perusahaan, Ayu pun menuruti perintah Stella. Stella langsung membuka bagasi mobil Marcel dan meletakkan makanan kedalamnya. Ia sengaja menyuruh Ayu masuk karena ia tidak ingin Ayu tau apa yang akan dilakukan Stella. Setelah memasuki semua barang belanjaan ke bagasi mobil, Stella mengunci bagasi kembali. Ia berjalan memasuki gedung perusahaan, dan memasuki ruang kerjanya. Ia masuk ke ruang rahasia, untuk merapikan tempat tidurnya. Lalu ia mengunci ruangan itu dan menaiki tempat tidur, ia berbaring dan tidur sambil menunggu Marcel.
Pada pukul 16.35, Marcel kembali ke ruang kerjanya. Ia tidak menemukan Stella di sini, tetapi feeling nya mengatakan bahwa Stella berada di dekatnya. Marcel berjalan menuju ruang rahasia dan membuka pintunya, namun pintu itu di kunci dari dalam. Marcel berjalan ke meja kerjanya dan mengambil kunci cadangan, ia membuka pintu dan pintu terbuka. Sosok Stella sedang terbaring tidur di tempat tidur empuk itu, Marcel menutup pintu dan menguncinya. Marcel berjalan menaiki tempat tidur dan duduk, ia mencium kening dan mengelus perut Stella. Stella terbangun dari tidurnya, dan memberikan senyuman hangat kepada Marcel yang tampak kelelahan.
Marcel :"Kamu masih mengantuk?"
Stella :"Tidak, apa kamu sudah lama selesai?"
Marcel :"Belum, kita pulang sekarang aja yok."
Stella :"Apa tidak masalah dengan para pekerja lainnya?"
Marcel :"Tidak lah, aku pemilik perusahaan ini sayang." Mengelus rambut Stella.
Stella :"Iya aku tau, tetapi maksud aku bukan begitu. Kamu kan harus memberikan contoh yang baik juga buat para pekerja bawahan mu."
Marcel :"Itu tidak usah di pikirkan, ayok kita pulang." Menarik tangan Stella.
Marcel dan Stella berjalan keluar gedung perusahaan, Marcel membuka pintu untuk Stella lalu Stella masuk, Marcel langsung melajukan mobilnya pulang ke rumah. Sesampai di rumah, Marcel menurunkan barang belanjaan dan membawanya ke dapur. Marcel langsung menaiki tangga masuk ke kamar untuk mandi, sementara Stella langsung memasak di dapur. Ia mengeluarkan sayur kol dari dalam kulkas, dan mengambil ikan gurami dari dalam plastik belanjaan. Ia menggoreng ikan gurami, lalu setelah itu Ia memotong motong sayur kol, dan mencuci nya. Marcel datang dalam keadaan sudah lebih fresh dan lebih segar.
__ADS_1
Marcel :"Apa yang mau aku bantu yang?"
Stella :"Kamu duduk aja Sel, biar aku saja." Mengambil kuali dan meletakkan di atas kompor.
Marcel :"Eh, aku mau bantu. Mana yang mau aku kerjain?"
Stella :"Itu cabe merah ada di kulkas, kamu cuci lalu potong ya." Sambil Menumis.
Marcel :"Setelah di potong?"
Stella :"Masukin blender yang." Memberikan blender.
Setelah sayur masak, Stella menuangkan sayur ke dalam wadah. Lalu ia mengupas dan memasukkan bawang ke dalam blender. Ia memblender cabai lalu setelah itu ia memasaknya.
Semua makanan yang telah ia masak, ia hidangkan di atas meja makan.
Stella :"Jam berapa Sel?"
Marcel :"Jam enam Stell,"duduk di kursi.
Stella :"Aku mau makan sekarang ya, kamu mau makan juga?" Mengambil piring.
Marcel :"Boleh,"
Stella menuangkan nasi, sayur, ikan yang telah di campur cabai merah ke piring Marcel. Ia juga meletakkan hal yang sama di piringnya.
Stella :"Sori ya Sel, aku hanya bisa masak segini."
Marcel :"Ini saja sudah cukup Stell, ayok makan."
Mereka menyantap makanan dengan lahap, bagi Marcel masakan Stella istrinya itu memang lebih dari segala-galanya baginya, bahkan rasanya melebihi masakan chef handal. Setelah mereka selesai makan, Stella langsung mencuci piring bekas makan mereka dan menyangkutkan di rak.
Stella :"Sel, aku mau mandi dulu. Habis ini kita bisa langsung ke dokter kandungan kan?"
Marcel :"Bisa, tetapi apa tidak terlalu cepat?"
Stella :"Tidak apalah Sel, takutnya di sana kita juga mengantri panjang" menegukkan air. "Oh ya, nanti ingatkan aku bawa buku cek kandungan ya." Berjalan menuju tangga.
Marcel :"Iya, apa kamu sudah minum susu?"
Stella :"Belum Sel, kamu siap-siap ya. Biar nanti aku siap kita langsung berangkat." Menaiki tangga.
Marcel :"Iya, kamu jalannya hati-hati lihat ke depan Stell, nanti jatuh." Mengambil kotak susu hamil.
Stella masuk ke kamar, mengambil handuk dan memasuki kamar mandi, ia mengalirkan air hangat di bath up dan menuangkan sabun cair. Ia masuk ke bath up, dan berendam cukup lama.
__ADS_1