
Stella pun langsung masuk ke dalam mobil, ia melajukan mobilnya.
Kenapa aku harus kesini? ngapain aku ngantar sarapan untuknya? Dasar laki laki gak tau diri kamu "ucap Stella dalam hati.
Stella pun membawa mobilnya mengelilingi kota XY.
Di kantor Pada saat jam istirahat, Marcel tidak ingin pulang kerumah.
Aku pesan makanan dari restoran sebelah ajalah, ngapain juga aku pulang? ujung ujungnya kelahi juga."ucap Marcel dalam hati.
Marcel pun menyuruh salah seorang karyawannya untuk membelikan makanan untuknya.
Setelah makanan dibelikan, Marcel pun langsung menyantapnya.
Stella pulang ke rumah, pada pukul 15.00. Ia langsung meletakkan Bekal yang ia bawa di meja makan di dapur. Ia pun langsung naik ke kamarnya dan membaringkan badannya disana. Ia tertidur hingga larut malam.
Pada pukul 18.00, Marcel pun keluar dari perusahaan dan mengendarai mobilnya untuk pulang ke rumahnya.
Sesampai dirumah ia langsung Berjalan ke dapur untuk minum. Ia melihat ada bekal tertutup di atas meja makan. Marcel pun membuka bekal itu.
Marcel : ini punya siapa bi ? (sambil mengangkat bekal)
Bi Murti : Oh itu punya tuan (berjalan mendekati Marcel)
Marcel : Kok punya saya bi, saya baru pulang nih(memakan Roti yang ada didalamnya)
Bi Murti : Apa tadi pagi tuan tidak ketemu nona?
Marcel : Tidak (mengerutkan dahinya)
Bi Murti : Ooh begitu, tadi pagi nona yang suruh saya buatkan itu buat tuan, tapi tuan keburu pergi. jadi nona pergi mengantarkan ke kantor tuan, tapi saya gak tau tuan kenapa ini bisa disini (mengambil bekal yang sudah kosong)
Marcel : ooh (berjalan meninggalkan dapur dan menaiki tangga)
Berarti tadi yang aku Stella? Tapi kenapa dia langsung pulang? Kenapa dia tidak menjelaskan pada Karyawan itu bahwa dia adalah istriku"ucap Marcel dalam hati sambil menaiki tangga.
Marcel pun masuk ke kamarnya dan langsung mandi, setelah mandi ia langsung mengenakan pakaiannya. Ia berjalan turun menuju dapur.
Marcel : Tadi Stella pergi pakai apa Bi?(duduk di ruang makan dan memakan apel)
Bi Murti : itu tuan pakai mobil yang ada di garasi(mengiris bawang)
Marcel : Jam berapa dia balik bi?
Bi Murti : Tadi sekitar jam 3 tuan.
Marcel : Dia Uda makan siang Bi?
Bi Murti : Kurang tau tuan, tapi kalau di rumah dari tadi dia belum ada makan, manatau dia makan diluar tuan.
__ADS_1
Marcel : Bi nanti kalau dia makan, panggil saya ke atas ya
Bi Murti : Iya tuan.
Marcel pun berjalan naik ke atas, di atas ia bertemu Seorang pekerja rumah yang bernama Wati, dia pembantu yang berumur 24 tahun. Dia sedang membersihkan Ruang menonton yang berada didepan kamar.
Marcel : Wati kamu tolong sapu kan kamar saya dulu (menunjuk kamarnya)
Bi Wati : Baik tuan (menjawab dengan mentel )
Marcel pun duduk di sofa dan menghidupkan televisi, Wati pun segera masuk ke kamar Marcel dan menyapu kamar Marcel. Terdengar suara pintu kamar Stella terbuka, Stella keluar dari dalamnya dan langsung berjalan menuruni tangga, namun Marcel memanggilnya.
Marcel : Stella (melihat ke arah Stella yang menuruni tangga)
Stella : Kenapa? (berhenti melangkahkan kakinya dan melihat Marcel)
Marcel : Ini tolong sapu kan (berdiri dan berjalan ke kamarnya)
Stella pun berjalan mengikuti Marcel mengikuti langkahnya, Marcel memberikan sapu yang tadinya di pegang Wati kepadanya.
Marcel : Kamu keluar saja (melihat Wati)
Wati : Baik tuan (berjalan keluar)
Marcel : Ni tolong kamu sapu (memberikan sapu kepada Stella)
Stella : Kok aku sih, dia kamu bayar kan? kenapa harus aku (mengambil sapu)
Stella : Tadi dia juga Uda masuk kok (mengoceh sambil menyapu kamar)
Marcel : Kamu sapu aja , jangan banyak bicara (melihat Stella)
Stella pun menyapu kamar Marcel hingga bersih, ia hanya menyapu sampai ke depan pintu kamar saja, selanjutnya akan disapu oleh Wati, Stella pun memberikan sapu kepada Wati dan berjalan untuk turun. Marcel memanggilnya lagi dari dalam kamar.
Marcel : Eh Stella (berteriak)
Stella : Apa lagi ?(berjalan masuk ke kamar Marcel)
Marcel : Ini buat kamu(memberikan kartu ATM, kartu kredit, dan berbagai jenis kartu untuk keperluan Stella)
Stella : Banyak banget (mengambil semua kartu)
Marcel : semua password nya sama , Password nya 0303 .
Stella : Makasih (berjalan meninggalkan Marcel dan masuk ke kamarnya)
Marcel pun keluar dari kamarnya dan menutup pintu kamarnya. Ia berjalan menuruni tangga dan menuju ruang makan, Di sana ia duduk di ruang makan sambil menunggu kehadiran Stella.
Bi Murti : Apa tuan mau makan?
__ADS_1
Marcel : Iya Bi , sebentar lagi saja (sambil memainkan ponselnya)
Stella keluar dari kamar dan melihat dari atas, bahwa Marcel sedang berada diruang makan. Ia masuk kembali ke kamarnya. Ah nanti sajalah aku makan tunggu dia selesai "ucap Stella dalam hati.
Marcel menunggu Stella di ruang makan, namun ia tak kunjung datang. Kebetulan Wati sedang berada di ruang makan.
Marcel : Wati tolong panggilkan Stella di kamarnya
Wati : Baik tuan
Wati segera berjalan menaiki tangga dan mengetuk pintu.
Kenapa mereka pisah kamar? Apa mereka bukan suami istri, kalau mereka pisah kamar berarti mereka bukan suami istri dong, berarti aku ada kesempatan dapatin Pak Marcel dong "ucap Wati dalam hati sambil mengetuk pintu.
Nona, Nona " Panggil Wati sambil mengetuk pintu.
Masuk saja "ucap Stella dari dalam kamar.
Wati pun langsung membukakan pintu kamar itu.
Wati : Nona, dipanggil tuan dibawah
Stella : Oh iya, sebentar lagi saya turun
Wati : Saya permisi nona (sambil menutup pintu)
Ngapain dia panggil aku, apa ada yang penting? "ucap Stella dalam hati.
Stella pun keluar dari kamar dan berjalan menuruni tangga, ia menghampiri Marcel yang sedang duduk di ruang makan itu.
Marcel : Kamu Uda makan?
Stella : Aku makan sebentar lagi, kenapa kamu memanggil ku?
Marcel : Temani aku makan malam ini (menepuk kursi kosong yang disebelahnya)
Stella mengerutkan dahinya mendengar permintaan Marcel. Dasar lelaki kesepian"ucap Stella dalam hati.
Ia pun duduk disamping Marcel sambil memainkan hpnya, Tiba tiba seorang Pembantu rumah tangga mendatangi mereka, ia adalah Wati. ia memberanikan diri menanyakan status mereka.
Wati : Apakah kalian Sepasang suami istri?
Stella : Ha ? Tidak saya seorang pembantu juga dirumah ini, buktinya tadi saya disuruh menyapu kan (memberi senyuman palsu)
Mendengar jawaban Stella, Marcel merasa kesal sekaligus terdengar lucu.
Marcel : Mulai besok, kamu akan mengganti posisi dia Wati, dia akan mengerjakan pekerjaan mu dan kamu akan mengerjakan Pekerjaannya (sambil memasukan makanan ke mulutnya)
Stella : Oh kenapa musti besok, sekarang dah (berdiri dari duduknya), Kamu duduk sini Wati (menepuk kursi tempat duduknya).
__ADS_1
Ia berjalan meninggalkan ruang makan itu, dasar laki laki tidak tau diri "ucap Stella dalam hati.