
Pagi hari pukul pukul 05.00, Stella bangun karena mamanya membangunkannya.
Mama : Stella, mami mau pergi ya, sebentar lagi bang Marcel datang , kalau ada apa apa minta aja sama dia ya nak (sambil mengambil tasnya)
Papa : Gimana keadaan Stella masih sakit kayak kemarin?
Stella : gak Pi, Uda mendingan.
Pintu kamar itu terbuka, Marcel datang dan memasuki kamar itu .
Marcel : Pagi Tan, pagi om.
Pagi "jawab papa dan mama Stella serentak.
Mama Stella : Sory banget ya sel, Tante ngerepotin kamu (memegang bahu Marcel)
Marcel : gak kok Tan (memberi senyuman)
Papa Stella : Titip Stella ya sel (memberi senyuman), ini untuk kebutuhan Stella buat 2 hari selama kami di luar kota (memberikan uang satu juta )
Marcel : Oh iya om (mengambil uang)
Mama : Stella ,kami pergi dulu ya , baik baik ya nak (mencium kening anaknya)
Stella : Mami gak lama kan?(mukanya cemberut)
Mami : Gak kok nak, cuma 2 hari (memberi senyuman)
Papi : Kalau mau beli makan, atau minum duitnya minta sama Marcel ya (melihat Stella) , tadi papi Uda kasih duitnya
Stella : Iya Pi
Papi : Kami pergi ya (membuka pintu)
Mereka pun keluar dan melambaikan tangannya.
Marcel membaringkan badannya di sofa dan menutup matanya, Stella melihati nya saja. Kok mau lah dia subuh subuh gini datang ke sini, hanya untuk temani "ucap Stella dalam hati.
Stella pun memejamkan matanya.... Kini mereka telah tidur..
Pada pukul 07.00 datang seorang perawat mengetuk pintu itu dan memasuki kamar, Marcel terbangun dan melihat perawat itu. Perawat itu membawa cairan infus .
Perawat : Mau ganti infus pak (memberisenyuman)
Marcel : Pasien nya harus bangun ? (berdiri dari sofa)
Perawat : Iya (memberi senyuman)
__ADS_1
Marcel pun langsung membangunkan Stella, Stella pun bangun dalam keadaan muka kebingungan.
Perawat : Kita ganti infusnya ya (memberi senyuman kepada Stella)
Stella : aduh (menepuk jidatnya) , kalau gak usah pakai itu bisa gak sus? (melihat perawat)
Perawat : Gak bisa dong, ini sebagai pengganti cairan ditubuh kamu (membuka jarum infus)
Stella memberikan tangannya yang di infus kepada perawat, Marcel duduk di kursi tunggu yang tepat berada di samping Stella.
Stella : Sus, kalau di bius aja bisa gak?
Perawat : apa yang mau dibius (melihat Stella dan memberi senyuman)
Stella : Biar g sakit sus (mengerutkan dahinya)
Perawat : Ini gak sakit kok (menarik jarum yang ada didalam tangan Stella)
Aduhh (menarik selimut karena kesakitan).
Marcel tertawa melihat tingkah Stella.
Marcel : Dasar lebay (melihat Stella)
Stella : sakit tau (mencubit Marcel karena tangan nya sakit)
Perawat itu membersihkan bekas tusukan jarum di tangan Stella, Stella melihati nya saja.
Marcel : Sus, itu sakit ya? (Melihat tangan Stella)
Perawat: Enggak kok (memberi senyuman)
Marcel : Setau saya juga gak sakit sus, tapi ada orang yang bilang sakit, (berjalan ke sofa yang berada dibelakangnya) orang lebay haha (sambil tertawa)
Stella melihati Marcel dengan tatapan sinis, Perawat hanya memberi senyuman kepada Stella.
Stella : Pelan pelan ya sus (melihat tangannya yang di suntik jarum infus)
Perawat : Iya (memberi senyuman kepada Stella)
Marcel : Pelan pelan sus (meledek Stella)
Stella langsung melihat Marcel, ia tau Marcel hanya meledeknya.
Kenapa dia? bikin orang kesal saja, ini kan beneran sakit."ucap Stella dalam hati.
Auhh "teriak Stella keras karena kesakitan.
__ADS_1
Perawat : Sori sori, Sudah tidak sakit kan?(melihat Stella)
Stella : Gak sus (melihat tangannya)
Perawat : Permisi (berjalan keluar dari kamar)
Stella mengambil remote dan mengganti siaran televisinya dan menontonnya , Marcel juga ikut menonton siaran televisi itu...
beberapa saat kemudian, datang seorang perawat membawakan makanan kepada Pasien dan penjaga pasien.
Perawat : Ini makanannya (meletakkan makanan di meja yang berada di samping Stella)
Stella : Makasih sus.
Perawat itu pun segera keluar dari kamar, Stella memindahkan makanan nya ke meja pasien dan meletakkan nya didepannya, Ia membuka makanannya . Ia melihat Marcel yang sedang asik menonton.
Stella : We (melihat Marcel)
Marcel tidak menjawabnya dan tetap fokus menonton.
Stella : Marcel (melihat Marcel)
Marcel : Kamu bicara sama aku?(menunjuk dirinya)
Stella : Iya (mengangkat alisnya)
Marcel : Apa apa ulangi lagi (berjalan mendekati Stella)
Stella : Ini makanan mu, jangan banyak gaya (memasukkan makanan nya ke mulut)
Marcel : Banyak gaya banyak gaya, kamu banyak gaya (mengambil makanannya)
Stella : Di ambil juga (melihat Marcel)
Marcel : Lapar buk (duduk di sofa)
Marcel dengan segera melahap makanan nya hingga habis, dan membuang tempat makannya ke keranjang sampah. Ia melihat makanan Stella tidak habis di meja itu.
Marcel : Uda?(melihat Stella)
Stella : Uda (kembali berbaring)
Marcel : Habisin (memelototi matanya)
Stella : Kalau mau habisin aja (melihat televisi)
Marcel : Ya udah aku buang, palingan dosa kamu, nanti kamu kalau Uda besar rejeki kamu mampet baru tau. (mengambil makanan Stella)
__ADS_1
Setelah membuang tempat makan itu, Marcel kembali duduk ke sofa dan memainkan hpnya.