
Marcel melajukan mobilnya dengan kencang ke rumahnya. Sesampai di rumah ia langsung menaiki tangga memasuki kamar mencari Stella. Ia meletakkan tas laptop nya di atas tempat tidur, dan membuka jasnya, menggantung, kan nya di hanger
didalam lemari. Ia menggedor pintu kamar mandi yang tertutup.
"Stella, Stella cepat ya. Aku juga mau mandi,"Ucap Marcel sambil mengetuk pintu.
"Kok gak di jawab sih?" tanya Marcel dalam hati.
Marcel pun menggeser pintu kamar mandi sehingga pintu itu terbuka, ia kaget ketika tidak ada Stella di dalamnya.
"Ha, kemana Stella? Kemana dia? Tadi kata ayu dia sudah pulang."Ucap Marcel dalam hati sambil panik.
Marcel berjalan menuruni tangga dan mencari di segala ruangan yang ada di lantai 1, namun tetap tidak menemukannya.
Marcel : "Bi, ada lihat stella? berdiri di samping meja makan.
Bi Murti : "Loh dari tadi pagi gak ada tuan, bukannya tadi dia pergi bekerja dengan tuan?"
Marcel : "Iya bi, bi nanti kalau Stella Uda pulang kabari ya bi."
"Apa Stella tersesat?"Ucap Marcel dalam hati.
Marcel menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya mencari Stella di sepanjang jalan.
***
Saat semua dokumen sudah selesai di kerjakan Stella. Pak Remon memesan kan makanan dari Go - Food.
Saat makanan sampai, mereka langsung menyantap makanan bersama.
Stella : "Terima kasih banyak Pak," memasuk, kan makanan ke mulutnya.
Pak Remon :"Iya sama sama Stella. Sori ya kalau baru hari pertama kerja kamu Uda saya suruh lembur."
Stella : "Haha" tertawa, "gak apa apa pak".
Mereka menyantap makanan hingga tidak tersisa sebutir pun di piring.
Stella : "Bapak, pulang jam berapa?" melihat jam di dinding.
Pak Remon :" Saya pulang jam 09.00 stella, kalau kamu mau pulang silahkan pulang Stella." memberi senyuman.
Stella : "Saya pulang dulu ya Pak." Memberi senyuman.
Pak Remon :"Kamu mau saya antarkan?"
Stella : "Oh, gak usah Pak, terima kasih. Saya permisi Pak," Berdiri dan berjalan keluar ruangan.
Hp Stella berdering, Marcel menelfonnya. Ia segera mengangkat telefon masuk itu.
Marcel : "Stella, kamu di mana?"
Stella : " Di kantor, ini aku mau pulang."
Marcel : "Kamu tunggu di sana, aku lagi di jalan."
Stella :"Oh, iya" mematikan panggilan.
"Kenapa dia masih di kantor? Apa dia menunggu ku? Tapi tadi kata Ayu dia sudah pulang. Di mana dia bersembunyi?" Ucap Marcel dalam hati sambil melajukan mobilnya ke kantor.
Stella masuk kembali ke dalam ruangan kerja Pak Remon.
Pak Remon :"Ada apa Stella? apa ada yang ketinggalan?"
Stella :"Gak kok Pak, Pak saya boleh minta tolong?" tersenyum malu malu.
Pak Remon :"Boleh, ada apa?"
Stella : "Saya takut turun sendiri Pak,"tersenyum malu.
__ADS_1
"Kawani saya sampai ke bawah Pak" menggaruk kepalanya.
Pak Remon : "Oh hahaha, ayok ayok saya antarkan."
Stella : "Makasih Pak," memberi senyuman.
Mereka bersamaan berjalan menuruni lift. Pak Remon mengantarkan Stella sampai lobby perusahaan.
Pak Remon : "Kamu di jemput atau naik ojek online?"
Stella :"Di jemput Pak, terima kasih ya Pak. Bapak balik ke atas aja lagi Pak, saya sudah berani kok haha" tertawa kecil.
Pak Remon :"Iya saya duluan ya Stella. Kerjaan saya masih banyak banget. Nanti kalau ada apa apa, itu ada satpam di depan teriak saja biar di dengar haha." tertawa
Stella : "Haha Iya Pak, terima kasih Pak."
Pak Remon berjalan meninggalkan Stella. Stella pun keluar dari gedung perusahaan itu menghampiri mobil Marcel yang sudah parkir di depan gedung perusahaan itu. Ia langsung memasuki mobil itu dan duduk di samping Marcel. Marcel pun langsung melajukan mobilnya.
Marcel : "Kamu dari mana?" melihat Stella.
Stella : "Ya dari kantor, kamu jemput aku kan di kantor," Memasang seat belt.
Marcel :"Kantor pulang pukul 17.00 Stell, ini Uda 19.00"
Stella : "Kata Pak Remon dokumen nya pagi uda harus di kirim. Ya udah aku kerjain sampai selesai."
Marcel :"Ya, kamu kabarin aku dong. Aku cariin kamu kemana mana."
Stella :"Sorii lah" Memainkan ponselnya.
Marcel : "Tadi jam 5 aku cariin kamu ke ruangan kamu, tapi kata Ayu kamu Uda pulang, kamu ngerjain dokumen di mana?"Melihat Stella.
Stella : "Di ruangan Pak Remon," memainkan ponselnya.
"Ngapain coba dia kerjain dokumen di sana, pasti akal akalan si Remon ini." Ucap Marcel dalam hati.
Stella :"Aku uda makan." Melihat restoran.
Marcel :"Makan siang maksud kamu?" mematikan mesin mobilnya.
Stella :"Ih, makan malam lah. Tadi aku makan sama Pak Remon."
"Sesantai itu dia bicara? Apa dia gak tau aku cemburu?" Tanya Marcel dalam hati sambil memandangi Stella kesal.
Marcel :"Kamu tau gak, sih Remon itu uda duda. Jangan kamu dekat-dekat sama dia!" melihat Stella.
Stella : "Duda? beneran kamu? Padahal Kelihatannya masih muda banget." Melihat Marcel dengan tatapan serius.
Marcel :"Terus kalau masih muda kenapa? Aku gak suka ya kamu dekat-dekat sama dia." Menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya.
Stella :"Kamu aja boleh dekat-dekat sama Mila, masa aku gak boleh," melihat ke jalan.
"Apa dia cemburu? kalau dia cemburu berarti dia sayang sama aku."Ucap Marcel dalam hatinya.
Marcel : "Aku gak dekat sama Mila." Melihat Stella.
Stella :"Gak dekat, tapi lebih belain dia dari pada aku. Tadi itu kamu jatuhin aku di depan dia, tau gak!" Melihat Marcel.
Marcel :"Aku hanya bersikap adil Stella, bukan menjatuhkan kamu. Lain kali kalau dia salah, aku juga bakal marahin dia di depan kamu kalau bisa."
Ada sate ayam di tepi jalan, Stella menatapi gerobak sate itu lama.
Stella :"Marcel, aku mau makan sate itu." Menunjuk sate yang ada di pinggir jalan.
Marcel :"Tapi uda makan." Menepikan mobilnya."Kamu mau makan di tempat kayak gini?"mematikan mesin mobilnya.
Stella :"Lah emang salah makan di tempat kayak gini?"membuka seat belt.
"Stella benar benar beda dengan cewek-cewek lain, meskipun dia istri dari seorang pengusaha sukses tapi dia gak malu makan di tempat beginian,"ucap Marcel dalam hati sambil membuka seat belt.
__ADS_1
Mereka turun dari mobil dan berjalan menuju tempat sate, mereka duduk di tempat yang masih kosong, tukang sate itu datang dan menanyakan pesanan mereka.
Tukang sate :"Mau pesan apa Kak, Bang?" berdiri di depan meja.
Stella :" Saya, daging nya 10 tusuk, lemaknya 5 tusuk, kerupuk merah 3 bungkus, banyakin kuah sama bawang bombai nya ya Pak."
Marcel :"Saya, daging 10 tusuk, ketupat 3, kerupuk merahnya 3, Banyakin kuah sama bawang bombai."
Tukang sate :"Baik, saya buatin dulu ya" berjalan menuju gerobak sate nya.
Marcel :"Tadi kamu makan nasi kan?" melihat Stella.
Stella :"Iya."
Stella memegang perutnya, tiba-tiba terasa sakit.
Marcel :"Kenapa? sakit perut lagi?"melihat Stella.
Stella :"Iya, toilet gak ada ya?"
Marcel :"Gak ada sih, masih bisa tahan?"
Stella :"Bisa, Apa aku sakit maag ya?" melihat Marcel.
Marcel :"Iyalah, makanya makan nasi."
Stella :"Tapi coba kamu pegang perut aku, keras banget loh kayak batu." memegang tangan Marcel.
Stella memegang tangan Marcel dan meletakkannya di perutnya. Marcel pun meraba perut Stella.
Marcel :"Mana kerasa, kamu pakai baju"
Stella :"Iya juga" memberi senyuman .
Tukang sate itu mengantar piring yang berisi pesanan-pesanan mereka, mereka langsung menyantap sate itu dengan lahap hingga habis. Saat Marcel membayar sate, Stella di datangi oleh seorang wanita yang tidak asing. Wanita itu duduk di samping Stella.
"Hai, kamu pacar Marcel ya?" Ucap wanita itu
Marcel datang menghampiri Stella yang masih duduk di tempat tadi mereka makan, ia sangat kaget melihat Bella duduk di samping Stella.
Marcel :"Kamu ngapain di sini?" duduk di kursi tempatnya tadi.
Bella :"Loh, salah ya?" memberi senyuman kepada Stella." Ini pacar baru kamu?" menunjuk Stella.
Marcel :"Pacar? Sori, kemarin aku lupa mengundang mu saat acara pernikahan ku." Menatap Bella sinis."Kamu ngapain ke sini?"
Bella :"Pernikahan? haha Marcel Marcel, aku yakin kamu aja belum lupa sama aku, mana mungkin kamu menikah. Lagian kenapa mama kamu gak larang aku ketemu kamu kalau kamu memang uda menikah?" melihat Marcel.
Marcel :"Oh, mama aku yang nunjukin kamu ke sini?"
Bella :"Iya, aku semalam ke rumah kamu, terus mama kamu bilang kalau kamu Uda tinggal di luar kota, ya aku minta alamat nya sama mama kamu, mama kamu kasih kok. Nih aku ketemu kamu" memberi senyuman.
Marcel :"Jadi niat kamu buat temuin aku apa?"
Bella :"Ya, aku cuma kangen aja sama kamu."
Marcel :"Oh, Uda ketemu kan."Melihat Bella."Yok stell kita pulang." Melihat stella.
"Oh dia Bella, mantan Marcel. Orang yang buat Marcel waktu itu nangis. Kenapa ya aku gak suka dia ada di sini, apa aku cemburu?" ucap Stella dalam hatinya.
Bella :"Marcel, kamu menghindar dari aku kan? kamu belum bisa lupain aku kan? Makanya kamu kayak grogi gitu."
Marcel :"Apaan sih, aku uda bilang, kan aku sudah menikah. Berarti aku sudah bisa melupakan mu." berdiri dari duduknya. " Ayok stell" memegang tangan Stella.
Bella :"Kamu gak menghargai aku ya, aku jauh jauh datang ke sini. Giliran aku ketemu kamu, kamu malah pergi gitu aja." Berdiri dari duduknya.
Marcel :"Emang gak." berjalan meninggalkan Bella.
Marcel menarik tangan Stella hingga memasuki mobil, Bella juga masuk ke dalam mobil miliknya. Marcel melajukan mobilnya dengan kencang, Bella mengikuti mobil Marcel dari belakang.
__ADS_1