
Sekretaris : "Hei. Lihatlah betapa tidak sopan nya anda! " Suara membentak. "Silahkan ketik pintu sebelum memasuki ruangan."
Stella : "Benarkah begitu Pak Marcel?" berjalan mendekati meja kerja Marcel.
Marcel : "Silahkan keluar, dan ketuk pintu nya terlebih dahulu."
Stella : "Apa?" melihat Marcel dengan tatapan sinis.
Sekretaris : "Apakah anda juga tidak bisa mendengarkan CEO ketika berbicara?" melihat Stella. "Maaf Pak, ini yang saya takutkan ketika Bapak mengambil keputusan terlalu cepat, Bisa jadi saja para pelamar memasang muka palsu nya saat di ruangan interview, dan akan menunjuk, kan wajah aslinya ketika sudah lolos di terima." Mendekati Stella.
Marcel : "Sekali lagi saya katakan, tolong keluar dan ketuk lah pintunya."
Stella berjalan keluar dan membanting pintunya.
"Aku tidak akan kembali masuk keruangan mu Marcel." Ucap Stella dalam hati.
Stella berjalan memasuki lift dan menuju ruang kerjanya. Ia mengerjakan satu per satu dokumen yang ada di atas mejanya. Sedangkan Marcel menunggu kehadiran nya.
Marcel : "Kemana dia? kenapa dia tidak masuk masuk?" Melihat Mila, sekretarisnya.
Sekretaris itu pun segera berjalan keluar ruangan, ia mencari Stella di luar namun tidak menemukannya.
Sekretaris : "Dia tidak ada di luar Pak, sepertinya dia sudah pergi."
Marcel : "Panggil dia kesini."
Sekretaris : "Biar saya hubungi dia lewat Telfon kantor ini Pak," menunjuk telefon kantor di ruangan Marcel.
Marcel : "Tidak. Jangan, dia tidak akan datang kesini. Silahkan kamu yang bawa dia ke sini." Melihat laptopnya.
__ADS_1
Mila pun berjalan ke luar ruangan dan memasuki lift. Di dalam lift ia menemukan Pak Remon, Pak Remon adalah Bos Stella.
Sekretaris : "Siang Pak," memberi senyuman. "Ada karyawan baru bapak yang sangat tidak sopan kepada Pak Marcel."
Pak Remon : "Benarkah, Siapa?"
Sekretaris : "Stella Pak, tadi dia memasuki ruangan pak Marcel tanpa mengetuk pintu, dan saat pak Marcel menyuruh dia untuk keluar agar mengetuk pintu terlebih dahulu dia malah keluar dan tidak kembali ke ruangan Pak Marcel. Sekarang Pak Marcel memanggilnya untuk menghadap pak Marcel.
Pak Remon : "Astaga, bahkan saya belum mengenal siapa Stella." Keluar dari lift. "Dia berkerja di bagian apa? Kenapa saya tidak mengetahuinya?" berjalan mengikuti Mila.
Sekretaris : "Akuntan Pak, Saya sudah mencari tau infonya tadi Pagi saat interview, lagian mana mungkin saya mengadu kepada Bapak kalau ia bukan karyawan Bapak. Eh, tapi Bapak memang bos di bagian Akuntan juga, kan?"
Pak Remon : "Oh iya." Membuka pintu ruangan Stella.
Mereka memasuki ruangan Stella tanpa mengetuknya.
Pak Remon :"Perkenalkan saya adalah Pak Remon. Saya atasan kamu, saya yang mempunyai kewajiban menangani keuangan di perusahaan ini, dan akuntan ini adalah salah satu bagian pengelola keuangan perusahaan mau itu pengeluaran atau pun pendapatan bukan?" melihat Stella. "Tolong menghargai semua atasan atasanmu, silahkan temui Pak Marcel sekarang juga."
Stella : "Kenapa saya di panggil? apa masalah tidak mengetuk pintu tadi?" melihat Mila, si sekretaris itu.
Mila :"Oh, tentu. Baguslah jika kamu menyadari kesalahanmu." Menaikkan alisnya.
Stella : "Tadi kalian juga tidak mengetuk pintu ketika memasuki ruangan ini bukan?" berdiri dari duduknya.
Mila : "Apa kamu sadar siapa kamu? kamu baru diterima beberapa jam saja sudah seperti ini ya !" memukul meja.
Semua karyawan akuntan yang berada di dalam ruangan itu melihat ke arah keributan.
Pak Remon :" Stella, silahkan ke ruangan Pak Marcel. Saya akan menemani anda di sana."
__ADS_1
Stella : "Terima kasih Pak." Menundukkan kepalanya memberi hormat dan berjalan keluar ruangan.
Mereka bersamaan meninggalkan ruangan kerja para akuntan itu dan memasuki lift, Mereka pun segera berjalan ke luar dari lift dan berjalan menuju ruangan Marcel. Sekretaris itu mengetuk pintu, mereka pun masuk ke dalam ruangan Marcel.
Sekretaris : "Ini Stella Pak."
Marcel : "Kemana kamu tadi? kenapa pergi lalu tidak balik ke sini?"
Stella tidak menjawab pertanyaan Marcel. Semua mata yang berada di dalam ruangan itu tertuju kepada Stella.
Marcel : "Kenapa kamu tidak menjawab saya? Apakah kamu tidak mendengarkan saya berbicara?"
Pak Remon : "Maafkan karyawan saya yang tidak bisa sopan pada anda Pak. Saya akan mengurusnya."
Mila : "Pak Marcel, dengan sangat hormat saya berbicara dan memohon agar Bapak memecat karyawan ini. Karena dari awal dia sudah menunjukkan sikap nya yang sangat tidak pantas menjadi karyawan."
Stella : "Kalau begitu kenapa kita tidak sama sama di pecat saja?" memberi senyuman sinis kepada Mila.
Mila : "Kenapa saya ikut di pecat? Alasan anda sangat tidak tepat. Ketika sudah salah kamu masih bisa melempar kesalahan kepada orang lain?"
Stella : "Kamu dan pak Remon tepatnya, tadi kalian juga tidak mengetuk pintu ketika memasuki ruangan akuntan. Apakah itu sama halnya dengan saya?"
Mila : "Seharusnya kamu tau siapa kamu? Tidak ada seorang pun yang akan mengetuk pintu ketika masuk ke runagan akuntan. Berbeda dengan ruangan Pak Marcel,ia CEO di sini.
Pak Remon : "Maafkan saya jika saya tadi tidak mengetuk pintu." Dan tolong jangan bersikap seperti itu kepada Karyawan baru saya Bu Mila."
Marcel : "Pak Remon dan kamu Mila tolong keluar, biar saya yang mengurus ini.
Mila dan Pak Remon segera berjalan keluar dari ruangan Marcel. Mila merasa sangat kesal atas perilaku karyawan baru yang bersikap seolah olah menentangnya.
__ADS_1