Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Stella gak boleh pergi


__ADS_3

Stella langsung memasuki mobil itu, ia menaikkan kursinya dan memasang seat belt, sementara Marcel membuka Pintu mobil belakang, ia meletakkan semua barang belanjaan dibelakang, Setelah meletakkannya Marcel memasuki mobil , tidak lupa memasang seat belt ,menghidupkan mesin dan melajukan mobilnya, ia menghidupi lagi di mobilnya, Stella memainkan hpnya sambil menyanyikan lagu yang diputar dengan suara pelan, sikap usil Marcel muncul, ia mematikan tiba tiba suara musik itu ,agar suara Stella yang terdengar. Stella langsung melihat Marcel dengan tatapan sinis, ia pun menghentikan nyanyiannya.


Stella : Eh bang , Snack ku mana?


Marcel : Itu di belakang semua (menunjuk ke belakang)


Stella : Yah , orang mau dimakan juga (menarik nafas)


Marcel : Ya udah ambil dibelakang bisa kan? (memberi senyuman)


Stella : Jangan rem mendadak ya, nanti mati aku ( melepaskan seat belt)


Marcel : Iya (melihat ke arah Stella)


Stella bisa berjalan kebelakang meski tidak turun melalui pintu, ia hanya melewati cela cela kursi mobil , tubuhnya yang mungil memudahkannya untuk bergerak. Marcel hanya tersenyum melihat Stella yang dengan mudah bergerak di cela yang sangat semoit. Setiba dibelakang Stella mencari makanannya,


Stella : Bang mau di ambilin gak?

__ADS_1


Marcel : Iya dong ambil aja salah satu (melihat kaca yang bisa melihat ke arah stella)


Stella pun mengambil salah satu dan ia duduk di kursi belakang Marcel .


Stella : Nih (memberi makanan itu dan Marcel pun mengambilnya)


Marcel melepas stir mobilnya , dan ia membuka Snack itu , ia memakannya.


Marcel : Kamu mau ?(memberikan Snack itu ke arah belakang)


Stella : Abang mau gak ?(memberi snacknya kepada Marcel )


dengan refleks melihat sikap Marcel yang membuka mulutnya ,Stella langsung menyuapkan potongan ciki itu kemulutnya, Marcel pun mengunyahnya, tampak wajah malu ditubuh Stella. Stella menyandarkan kembali tubuhnya di kursi itu , ia menikmati Snack itu. Tiba tiba ponselnya berdering, ia mengambil ponselnya dari dalam tasnya, dengan cepat ia mengangkat telfon itu, Marcel penasaran siapa yang menelfonnya dan melihat Stella dari pantulan kaca. Stella Menghidupkan speaker hpnya karena tangannya sedang kotor, ia meletakkan hpnya di kursi, dengan speaker yang kuat ia bisa mendengar suara itu.


Stella : Hallo dit, kenapa?(sambil memasukan potongan Snack ciki itu ke mulutnya)


Adit : Nanti kamu datang ke acara sweet 17 Carol?

__ADS_1


Stella : Masih belum tau diri, kalau temen temen aku datang , aku bakal datang.


Adit : Tadi aku Uda nanya sama temen temen kamu, aku juga Uda absen siapa aja yang gak bisa datang, Semua bisa datang stell. Nih giliran kamu terakhir yang aku tanyain.


Stella : Oh gitu berarti aku datang dit.(melihat ke arah kaca karena ia merasa diliatin)


Adit : Nanti kamu aku jemput pukul 19.00 ya stell.


Stella : Btw acara jam berapa ? (sambil mengelap tangannya dengan tisu yang ada di kotak tisu yang terletak di kursi sampingnya )


Adit : Acara jam 20.00, kita datang lebih awal aja ya.


Terlihat wajah Marcel sangat kesal, Belum puas dia sewaktu di mall kemarin "ucapnya dalam hatinya". "pokoknya Stella gak boleh pergi nanti malam " sambungnya dalam hati.


Stella : Oh oke nanti kamu jemput aja, makasih ya dit (langsung menutup telfon)


Kini mereka berada di simpang komplek rumah mereka, Marcel melajukan mobilnya dengan cepat. saat memasuki komplek ia menyapa semua satpam yang sedang bertugas dengan membuka kaca mobilnya dan melambaikan tangannya, Satpam satpam disitu pun membalas ramah senyuman Marcel. Marcel segera melajukan mobil menuju rumahnya, ia memarkirkan mobilnya di depan pagar rumahnya. Ia segera turun dari mobil dan membawa barang belanjaannya, Stella pun ikut turun dari mobil dengan membawa tas dan ponselnya.

__ADS_1


Stella : Makasih ya bang (berjalan kebelakang dimana Marcel sedang berdiri membawa barang belanjaan)


Marcel tak menjawab Stella, Ia berjalan masuk kerumahnya tanpa memperdulikan Stella yang berbicara,. Stella tidak tau apa yang terjadi pada mood Marcel secara tiba tiba berubah seperti ini, ia pun mengambil sikap cuek saja, Stella berjalan ke arah rumahnya, pagar yang sudah terbuka membuat ia langsung dapat memasuki rumahnya, ia memasuki kamarnya dan mengambil handuk , berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh dirinya .


__ADS_2