Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Kejutan


__ADS_3

Pagi hari, Stella terbangun pukul 07.00. Ia segera melompat turun dari tempat tidur dan berlari menuruni tangga menuju dapur. Ia memasak bubur kacang hijau untuk sarapan. Setelah masak, ia berjalan menaiki tangga dan ingin membangunkan Marcel yang masih tidur.


Stella :"Sel, sel bangun ayok udah telat ini." Mengelus rambut Marcel.


Marcel :"Jam berapa ini?"


Stella :"Sudah jam setengah delapan,"


Marcel :"Kita datang telat saja ya, ayok sini." Menarik tangan Stella hingga ia terjatuh di badan Marcel.


Stella :"Marcel, ini sudah jam setengah delapan." Mendudukkan badannya.


Marcel :"Tidak apa sayang, mau jam 2 siang pun kita kerja tidak masalah."


Stella :"Eh, jangan begitu dong. Seorang atasan harus memberikan contoh yang baik buat bawahannya." Mengelus rambut Marcel.


Marcel :"Ya sudahlah, kamu mau ikut aku mandi?" Menuruni tempat tidur.


Stella :"Kamu duluan saja ya, aku mau siapkan baju mu."


Marcel memasuki kamar mandi untuk mandi, Stella menyiapkan baju yang akan di kenakan Marcel dan dirinya untuk kerja. Lalu ia meletakkan pakaian di atas sofa, kemudian ia mengetuk pintu kamar mandi, Marcel pun membuka nya dalam keadaan tidak memakai pakaian apapun.


Stella :"Aku ada masak bubur kacang hijau, kamu mau makan di sini atau di kantor?"


Marcel :"Kamu ikut ke kantor?" Menggosok rambutnya.


Stella :"Ikut, kamu cepetan mandinya."


Marcel :"Ya sudah makan di jalan saja,"


Stella :"Apaan sih? Tidak ada pilihan itu,"


Marcel :"Yang penting tidak makan di rumah, awas aku mau mandi, jangan mengintip ku." Menutup pintu


Stella :"Ih siapa juga yang mau mengintip mu." Berjalan keluar kamar.


Stella berjalan menuruni tangga dan menuju dapur, ia mengambil tempat makanan dan menuangkan bubur kacang hijau ke dalam nya. Kemudian ia duduk sejenak di ruang makan, ia merasa lelah karena dari tadi sibuk mondar-mandir. Suara Marcel berteriak menggelegar memanggil Stella.


Marcel :"Stella, aku sudah selesai."


Stella langsung berjalan menaiki tangga dan memasuki kamar, ia mengambil handuk dan memasuki kamar mandi, ia hanya menyiram badan dan membersihkannya dengan sabun cair. Hari ini ia tidak sempat berendam di bath up karena ia telat bangun, setelah selesai mandi. Ia langsung keluar dari kamar dan mengenakan pakaiannya, lalu ia merapikan rambutnya dan memakai bedak tipis di pipinya. Kemudian mereka berdua berjalan menuruni tangga, Marcel langsung mengambil mobilnya dan Stella mengambil bekal di dapur. Kemudian ia masuk ke mobil yang sudah parkir menunggu di depan pintu utama. Marcel melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Di tengah perjalanan, Stella membuka bekal miliknya dan memakannya.


Marcel :"Stell, punya aku mana? Aku lapar."


Stella :"Itu di belakang," menunjuk kursi belakang. "Mau aku suap?" Menutup bekalnya.


Marcel :"Kamu makan saja dulu, nanti kalau udah selesai baru suapin ya,"

__ADS_1


Stella :"Aku udah kenyang kok," mengambil bekal di belakang.


Kemudian Stella membuka bekal dan menyuap Marcel.


Marcel :"Kapan kamu memasaknya?"


Stella :"Tadi pagi, rendam nya semalam." Menutup bekal. "Enak tidak?" Meletakkan bekal ke kursi belakang.


Marcel :"Enak, masakan istri itu memang selalu enak di lidah suami." Membuka seat belt nya.


Stella :"Alah, banyak gaya." Membuka seat belt nya.


Stella dan Marcel berjalan menuruni mobil dan masuk ke gedung perusahaan. Saat pintu masuk di buka oleh satpam balon-balon yang berwarna-warni beterbangan, alangkah kaget nya Stella namun matanya sangat senang melihatnya. Di atas meja ada kue tingkat yang bertuliskan "Selamat ulang tahun Pak Marcel". Saat membacanya, Stella merasa bersalah, ia baru sadar jika suaminya berulang tahun hari ini. Karyawan dan semua orang yang ada di sana serentak mengucapkan selamat ulang tahun kepada CEO perusahaan. Marcel berjalan mendekati kue dan berdiri di sampingnya, ia mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada karyawan-karyawan yang sangat berbakti pada perusahaannya. Kini saatnya kue di potong dan di bagi-bagikan kepada semua orang yang berada di ruangan ini.


Marcel :"Potongan pertama ini akan saya berikan kepada orang yang telah menemani saya selama ini, yang telah membantu saya mengembangkan perusahaan ini. Meskipun kehadirannya belum lama, tetapi ia sangat berarti bagi perusahaan ini."


Semua karyawan-karyawan wanita merasa terkagum-kagum dengan ucapan Marcel, dan sangat ingin jika orang yang di maksud mereka adalah mereka, kemudian Marcel menyebut nama Stella Alonso. Stella yang masih berdiri di depan pintu memberi senyuman kepada Marcel, lalu berjalan menghampirinya. Karyawan-karyawan wanita ada yang merasa kesal, iri dan ada juga yang merasa senang.


Marcel :"Meski kehadiran nya baru, tetapi dampak positif yang ia berikan sangat besar. Saya akan memberikan suapan serta potongan pertama ini padanya." Menyuapkan kue ke mulut Stella.


Tepukan meriah memenuhi gedung perusahaan, kemudian Marcel melanjutkan memotong kue dan satu per satu karyawan mengambil potongan kue.


Marcel :"Terimakasih buat semuanya, terutama buat yang sudah mempersiapkan acara ini secara matang. Karena akan ada meeting, saya rasa sekarang semua sudah bisa melanjutkan pekerjaannya masing-masing. Oh ya, nanti siang kita akan makan siang bersama, saya berharap agar semua karyawan ataupun orang yang berperan di perusahaan ini agar dapat menghadiri makan siang nanti. Nanti saat jam istirahat, kita akan bertemu di restoran depan perusahaan ya."


"Terima kasih Pak," ucap serentak penghuni perusahaan.


Karyawan-karyawan dan para atasan-atasan pun kembali ke ruangan kerjanya masing-masing, office boy dan cleaning service membersihkan bekas kue Pak Marcel. Stella berjalan mengikuti Marcel memasuki lift.


Stella :"Selamat ulang tahun ya," memberi senyuman.


Marcel :"Makasih ya sayang." Berjalan keluar lift.


Stella :"Aku kerjanya dimana?"


Marcel :"Ke ruangan aku, udah di pindahkan kok." Merangkul Stella.


Marcel mendorong pintu ruangan kerjanya, kini di dalam ruangan sudah ada sebuah meja megah yang baru saja tinggal di ruangan ini.


Stella :"Ini tempat aku?" Duduk di kursi kerja yang sangat empuk.


Marcel :"Iya, itu aku desain khusus orang hamil." Memberi senyuman.


Stella :"Marcel, apa aku boleh membantu mu mengerjakan sedikit saja dokumen yang ada di meja mu."


Marcel :"Tidak sayang, terima kasih banyak ya. Ini hanya butuh tanda tangan." Duduk di kursi kerjanya.


Stella :"Lalu untuk apa kamu mendesai kursi dan meja yang sangat bagus untuk ku, jika kamu tidak memperbolehkan ku mengerjakan apapun?"

__ADS_1


Marcel :"Sayang, terima kasih jika kamu mau membantuku." Berjalan menuju meja Stella. "Aku membawa mu ke sini agar kamu tidak bosan saja, bukan untuk membantuku." Duduk di tepi meja Stella.


Stella :"Aku di sini bosan Marcel jika tidak ada kerjaan, berikan aku sedikit saja pekerjaan Sel. Aku bisa mengerjakannya kok,"


Marcel :"Aku tidak ingin kamu kelelahan sayang." Membelai rambut Stella.


Stella :"Aku tidak akan kelelahan, dan jika nanti aku kelelahan aku akan memberhentikan aktivitasku."


Marcel :"Kamu janji?" Memberikan jari kelingking.


Stella :"Iya," mengaitkan kelingkingnya di kelingking Marcel. "Aku boleh mengerjakan nya?"


Marcel :"Boleh sayang, sebentar ya." Berjalan ke meja kerjanya. "


Marcel mengambil dan memberikan beberapa dokumen kepada Stella.


Marcel :"Sebelum di tanda tangani, kamu cek dulu data-datanya ya, datanya harus sesuai dengan yang di laptop, kalau sudah benar baru kamu tanda tangani."


Stella :"Aku?"


Marcel :"Iya, apa ini akan membuat mu kelelahan?"


Stella :"Tidak, bukan begitu. Bukannya seharusnya kamu yang menandatanganinya?"


Marcel :"Iya, tetapi mulai sekarang direktur utama juga sudah berhak menandatangani dokumen nya."


Stella :"Oh baiklah." Mengambil dokumen dan menyalakan laptop.


Marcel balik ke meja nya dan memeriksa dokumen yang ada di mejanya, Stella juga memeriksa dokumen yang ada di mejanya.


Beberapa menit kemudian, Mila si sekretaris Marcel masuk ke ruangan kerja Marcel.


Mila :"Pagi Pak, meeting akan segera di mulai." Berdiri di pintu.


Marcel :"Oke, baik terimakasih."


Mila :"Permisi Pak," menutup pintu.


Marcel berdiri dan mematikan laptopnya.


Stella :"Dia ikut meeting?"


Marcel :"Tidak, dia hanya memanggilku. Aku meeting sebentar ya,"


Stella :"Iya," melihat laptopnya


Marcel berjalan keluar ruang kerjanya dan berjalan menuju ruang meeting.

__ADS_1


__ADS_2