
Di pagi hari yang cerah, mentari mulai memancarkan sebagian tubuhnya memancarkan cahaya. Tepat pada pukul 06.00 Stella bangun dan dengan segera ia keluar dari kamar menuruni tangga, ia berjalan menuju ruang makan. Di sana ia menemukan bi Murti yang sedang membersihkan ruangan, Stella berjalan menghampiri bi Murti.
Bi Murti :"Eh nona cepat sekali bangun?"
Stella :"Mau sarapan bi."
Bi Murti :"Astaga maaf nona, bibi belum ada siapkan apa-apa. Soalnya biasanya tuan jarang sarapan, sebentar ya nona biar bibi masak dulu."
Stella :"Eh tidak usah bi, Stella mau masak sendiri." Membuka kulkas.
Bi Murti :"Eh tidak usah nona, biar bibi saja. Nona mau sarapan apa?"
Stella :"Biar Stella saja bi, tidak apa-apa."
Bi Murti :"Nanti tuan marah sama bibi noa, biar bibi saja."
Stella :"Ih tidak Bi, lagian ini Stella masak juga buat dia. Emang dia pernah marahin bibi?"
Bi Murti :"Ketika terjadi sesuatu dengan nona, bibi dan seluruh isi rumah ini yang kena. Nona mau masak apa?"
Stella :"Nasi goreng aja Bi, bi tapi Stella tidak bisa masak, ajari ya bi." Memberikan senyuman.
Bi Murti :" Oh iya nona, iya."
Bi Murti pun mengajari Stella memasak nasi goreng. Saat masakan telah jadi, Stella berjalan menaiki tangga sambil membawa sapu. Ia membersihkan kamar Marcel hingga bersih. Tidak ada yang bisa membersihkan kamar ini kecuali dirinya, karena Marcel tidak memperbolehkan siapapun untuk masuk ke kamarnya. Marcel bangun dari tidurnya, ia melihat Stella sedang membersihkan kamar itu.
Marcel :"Stella, sudah nanti kamu kecapean." Mendudukkan badannya dan bersandar.
Stella :"Udah selesai kok." Meletakkan sapu di depan kamar. "Kamu mau mandi?" Berjalan mendekati Marcel.
Marcel :"Iya, kamu kerja?"
Stella :"Iya. Kamu pakai baju apa? Biar aku siapin."
Marcel kaget mendengar ucapan Stella, tidak ada angin tidak ada hujan, sikap Stella seperti layaknya istri yang akan melayani suami saat hendak berangkat kerja.
Marcel :"Biar aku saja." Memberi senyuman kepada Stella.
Stella :"Aku hanya ingin tau dimana letak pakaian mu." Duduk di tepi tempat tidur.
Marcel :"Sini, biar aku tunjukkan." Berjalan ke lemari.
"Lemari ini isinya jas dan kemeja kemeja aku." Membukakan lemari. "Yang ini isinya Celana-celana ku." Membuka lemari yang lain. " Yang ini isinya Pakaian dalam." Membuka lemari agak mini."Yang ini isinya Dasi,tali pinggang, peralatan-peralatan lainnya."
Stella :"Jadi kamu pakai yang mana?"
Marcel :"Kamu pilih saja, nanti aku akan memakai nya." Merangkul Stella.
Stella mengambil jas berwarna hitam, kemeja putih dan celana kain hitam, lalu meletakkan ke atas tempat tidur, lalu ia membuka lemari pakaian dalam dan mengambil celana dalam dan singlet.
Stella :"Pakaian dalam cuma ini aja kan?" Menunjukkan celana dalam dan singlet.
Marcel :"Aku pakai celana pendek juga, ada di dalam lemari kamu." Menunjuk lemari Stella.
__ADS_1
Stella pun mengambil celana pendek kain pria dan meletakkan nya ke tempat tidur.
Marcel :"Nanti pakaian kita di gabung aja. Biar lemari nya bisa di kurangi, terlalu banyak."
Stella :"Nanti kamu sudah mencari pakaian untukmu." Duduk di tepi tempat tidur.
Marcel :"Tidak, lagian kan kamu yang nyiapin." Memberikan senyuman,"kamu ingat lah letaknya dimana. Nanti gabung aja ya semuanya."
Stella :"Iya, pakaian rumah kamu dimana?"
Marcel :"Disana." Menunjuk lemari paling pojok.
"Aku mau hanya tersisa 3 lemari saja disini, risih aku melihatnya. Nanti pakaian dalam kamu sama pakaian dalam aku satukan saja. Lemari ke dua isi nya Kemeja, jas,celana, Semua yang berhubungan dengan pakaian kerja ku dan pakaian kerja kamu satukan saja. "Lemari ke tiga itu isinya pakaian rumah kita. Cukup segitu kan? Lemari nya besar kok muatannya banyak juga, lemari lemari itu juga masih banyak kosong."
Stella :"Pakaian kerja ku mana ada, pakaian jalan ku pakai untuk pakaian kerja."
Marcel :"Hmm iya, nanti kita beli ya," membelai rambut Stella."Atau 1 lemari lagi tambahin ya, untuk pakaian jalan kita, nanti pakaian dalam juga di masukkan ke lemari ini saja. Jadi tetap 3 lemari. Yang lemari untuk pakaian dalam itu tidak usah."
Stella :"Iya, kamu bantuin aku kan?"
Marcel :"Aku tidak bisa, nanti tidak rapi."
Stella :"Jadi kamu suruh aku kerjain sendirian? Tega banget."
Marcel :"Iya iya nanti aku bantuin. Meja rias kamu belum ada, mau di beli?"
Stella :"Ada, yang di sebelah itu ada meja rias."
Stella :"Kenapa? Siapa yang pindahin? Aku?"
Marcel :"Tidak, nanti aku panggil orang. Ini udah jadi kamar aku dan kamu, jadi barang-barang mu juga sudah ada di sini."
Stella :"Eh lemari tas aku dimana?"
Marcel :"Oh iya, jadi tambah satu lemari lagi, atau mau di gantung saja? Nanti aku beli."
Stella :"Sebagian di gantung sebagian di lemari," memberi senyuman. " Tas kamu ada kan?"
Marcel :"Ada."
Stella :"Tas kamu dimana?"
Marcel :"Semuanya aku simpan di ruang kerja."
Stella :"Kalau aku buat di situ juga gimana?"
Marcel :"Oh boleh. Berarti 3 lemari saja disini kan? Yang lainnya di pindahkan."
Stella :"Iya, tapi lemari nya 3 disini yang besar besar ya, kamu mandi sanalah."
Marcel :"Kamu tidak mandi?"
Stella :"Nanti." Memberikan handuk kepada Marcel.
__ADS_1
Marcel pun berjalan memasuki kamar mandi. Selesai mandi, Marcel keluar dari kamar mandi dan segera mengenakan pakaian. Stella masuk ke kamar mandi membawa handuknya..
***
Selesai mandi, Stella keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang berbentuk baju, ia membuka lemari mengambil pakaian untuknya. Marcel berjalan mendekatinya.
Marcel :"Ada baju?" Berdiri di samping Stella.
Stella :"Ada, aku pakai baju ini aja ya." Menunjukkan baju di gantungan hanger.
Marcel :"Iya, pakai saja." Melihat baju
Stella :"Kamu keluar dulu ya, sarapan saja dulu."
Marcel :"Aku tidak sarapan."
Stella :"Tadi aku masak nasi goreng." Memberi kan senyuman.
Marcel :"Oh ya? Kamu bangun jam berapa?"
Stella :"Jam 6." Mengeluarkan baju dari dalam lemari.
Marcel :"Aku tunggu di ruang makan ya." Keluar dari kamar.
Stella mengenakan pakaiannya, setelah itu dia memakai bedak di wajahnya dan mengoleskan lip cream di bibirnya, ia menata bentuk rambutnya hingga wajahnya terlihat cantik.
Setelah selesai, ia keluar dari kamar berjalan menghampiri Marcel. Stella menarik kursi dan duduk di sebelah Marcel, di depannya sudah tersedia nasi goreng. Mereka berdua langsung menyantap nasi goreng hingga habis.
Selesai sarapan, Mereka langsung berangkat ke kantor.
Marcel :"Nanti makan siang sama ya." Melihat Stella
Stella :"Iya." Memainkan ponselnya "Eh dasi kamu mana?" Melihat kera baju Marcel.
Marcel :"Itu di belakang, di samping jas. Tolong pasangin dasinya stell, aku tidak memakai dasi yang tinggal tarik soalnya."
Stella pun mengambil dasi dari kursi belakang, dan memakainya di tubuhnya. Setelah selesai, ia membukanya dan memakaikan nya ke Marcel.
Marcel :"Makasih." Tetap fokus menyetir mobil.
Stella :"Besok jadi ke kota XX kan?"
Marcel :"Jadi."
Stella :"Aku permisi sama siapa nanti?"
Marcel :"Sama bos kamu saja, kalau tidak usah permisi juga tidak apa." Membuka seat belt.
Stella :"Oke, kamu duluan saja turun. Sini kunci mobilmu" membuka seat belt.
Marcel :"Aku duluan ya, ni kuncinya." Memberikan kunci mobil.
Marcel pun turun dari mobil dan memasuki gedung perusahaan nya, beberapa menit kemudian saat keadaan sekitar sunyi dan sepi, Stella turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam perusahaan.
__ADS_1