Tetanggaku Di Hatiku

Tetanggaku Di Hatiku
Lamaran


__ADS_3

Hari ini hari dimana Marcel akan datang melamar Stella. Ia melewati harinya dengan senyuman yang cerah.


Pada saat pukul 18.00 Ia dan juga orang tuanya bersiap siap ke rumah Stella.


Mereka berjalan menuju rumah Stella


Mama Marcel : Permisi (mengetuk pintu rumah Stella)


Beberapa saat kemudian Mama Stella membukakan pintu dan kaget.


Mama Stella : Eh tumben ramai (memberi senyuman dan menyuruh mereka masuk),ayo duduk


Mereka pun duduk di ruang tamu itu, Mama stella pun ikutan duduk bersama mereka dan memanggil suaminya.


Mama Stella : Pa (teriak dari ruang tamu) pa, pa, ini pak Benedict datang nih


Beberapa saat kemudian suaminya keluar dari dalam kamar dan ikut bergabung bersama mereka di ruang keluarga.


Pak Kenzo : Eh pak (menyalam Pak Benedict, Marcel dan Ibu Kayla), sudah lama pak?


Pak Benedict : Oh belum pak (memberi senyuman)


Pak Benedict pun mengawali perbincangan , perbincangan mereka sangat panjang mulai dari membahas usaha mereka, Karyawan mereka, anak anak mereka dan lainnya. Hingga saatnya Pak Benedict mengungkapkan kedatangannya.


Pak Benedict : Stella mana buk ?


Ibu Ketty : Di kamar pak (menunjuk kamarnya)


Pak Benedict : Ooh (menganggukkan kepalanya), ajak gabung sini lah buk (memberi senyuman)


Ibu Ketty : Oh sebentar (berjalan menuju kamar Stella)


ibu Ketty masuk ke kamar Stella dan mengajak Stella ke ruang tamu, Stella menuruti perkataan mamanya tanpa bertanya, Stella segera berjalan ke ruang tamu, ia pun menyalam Orang tua Marcel setelah itu ia duduk di sofa.


Papa Marcel : Bastyan mana ? (melihat sekeliling)


Papa Stella : Uda tidur pak , Maxim mana ?


Papa Marcel : Ohh sama lah, dia juga Uda tidur Dirumah, Eyla mana?


Papa Stella : Di kamar nya pak (menunjuk kamar Eylard)


Papa Marcel : Stella, oom mau ngomong serius nih sama kamu boleh gak?


Stella beserta keluarga nya yang mendengarkan ucapan Pak Benedict itu sangat kaget karena kedengarannya sangat serius.


Stella : Boleh om, kenapa (memberi senyuman)


Papa Marcel : Umur Stella berapa?


Stella : Tahun ini masuk 22 tahun om (melihat papa Marcel)


Papa Marcel : Ooh (menganggukkan kepalanya) Gimana ya oom ngomong nya gatau dari mana haha (sambil tertawa)


Stella : Ya ngomong aja om (memberi senyuman)


Papa Marcel : Oom kesini datang sama Marcel, sama Tante mau Kasih lamaran buat Stella, mau ngelamar Stella (memberi senyuman)


Stella : Ooh (mengerutkan dahinya dan menatap sinis Marcel), Gimana ya om , Stella ke toilet bentar ya (memberi senyuman)


Stella pun berjalan menuju toilet, Marcel mengikutinya , Sementara yang lain di ruang tamu berbincang bincang.


Stella : Gila Lo ya (melihat Marcel dan berbicara pelan )


Marcel : Aku gak gila(mengerutkan dahinya), kamu juga Uda putus kan sama Prayoga?


Stella : Terus kalau Uda putus kenapa? Jangan macam macam deh (melihat Marcel dengan tatapan sinis)


Marcel : Kamu tolong terima aja lamaran ku (duduk di kursi ruang makan )


Stella : Apa Lo bilang? terima? emang gila Lo (menunjuk nunjuk Marcel) , mikir dong sebelum berbuat (duduk di kursi makan)


Marcel : Tolong stell (memegang tangan Stella yang berada di atas meja makan)

__ADS_1


Stella : Awas lo, gak usah pegang pegang (melepaskan genggaman tangan Marcel)


Marcel : Ternyata kamu kalau marah pakai kata Lo Lo ya (memberi senyuman)


Stella : Kayaknya Lo emang gila ya (menunjuk Marcel), di situasi kayak gini masih bisa aja senyam senyum (melihat Marcel dengan tatapan sinis)


Marcel : Tolong stell ( melihat Stella dan memohon)


Stella : Aku baru putus sama Prayoga semalam, dan aku gak pernah suka apalagi sayang sama mu (melihat Marcel dengan tatapan sinis).


Marcel mendengar jawaban Stella merasa sakit hati, namun ia tetap tidak menyerah karena prinsip nya dari awal akan membuat Stella menerima lamarannya.


Marcel : Aku gak peduli kamu sayang atau enggak yang aku minta kamu terima lamaran ku, siap itu nikah, setelah nikah terserah kamu mau ngapain (melihat Stella dengan muka kecewa)


Stella : Ha itu itu (menunjuk Marcel), Egois banget sih, yang penting enak di Abang aja.


Marcel : Gini stell (berbicara lembut), aku minta sekarang kamu terima aja , nanti setelah nikah aku gak bakal ikut campur kok sama urusan kamu, terserah kamu mau ngapain, Aku bakal turuti semua yang kamu mau (melihat Stella)


Stella : Uda ah (berdiri), mending sana balik sama mereka (berjalan ke toilet)


Marcel : Stella tolong (mengejar Stella yang berjalan menuju toilet).


Stella : Pernikahan itu bukan hal sepele ya, aku bilang gak mau ya gak mau, aku masih sangat muda untuk menikah.


Marcel : Stell, kamu pikirin dulu stell, Kamu pikirin hubungan orang tua kita


Stella : enggak enggak, aku enggak aku, mendingan pergi sana (masuk ke toilet)


Marcel pun berjalan menuju ruang tamu dan bergabung bersama mereka.


Sementara Stella didalam toilet berfikir bagaimana cara menolaknya


Astaga dia kok gila sih, emang pernikahan itu hal yang mudah ya? umur aku masih 21 tahun, masa iya aku nikah di umur yang masih segini. Ah Gilak tapi gimana cara aku nolak nya? Masa iya aku bilang sory ya tan saya tidak tertarik dengan anak Tante , yang ada dia nya malu. Tapi kalau aku nolak Apa Tante sama oom kecewa? ah kok jadi aku sih yang pusing "pikir Stella dalam hati.


Stella pun keluar dari toilet dan berjalan menuju ruang tamu bergabung bersama mereka, Pak Benedict tersenyum melihat Stella.


Mama Marcel : Stella, gimana jawabannya?(melihat Stella dan memberi senyuman)


Mama Stella pun melihat Stella dan tersenyum kepadanya.


Marcel : Menurut saya itu Tidak menjadi masalah Tante, karena saya ingin menjadikan Stella sebagai istri saya seutuhnya bukanlah seorang pembantu rumah tangga (memberi senyuman), Karena di rumah nanti saya akan menyewa pembantu juga untuk membereskannya


Mama Stella : Ooh begitu (memberi senyuman) Sekarang semua tergantung sama Stella (melihat Stella)


Mama Marcel : Gimana Stella? (melihat Stella)


Stella : Stella gak bisa Tan (berdiri dari duduknya)


Marcel : Stella (memanggil Stella yang berjalan meninggalkan ruang tamu)


Mama Stella : Stella sini sebentar (memanggil stella)


Mama Marcel : Stella sini nak (menepuk sofa kosong disampingnya)


Stella yang mendengar semua panggilan itu pun berjalan kembali dan duduk di sofa samping mama Marcel.


Stella : Aku cuma mau ambil minum (memberi senyuman), disini belum ada minum (menunjuk meja)


Mama Stella : Oh iya astaga sampai lupa (menepuk jidatnya)


Papa Stella pun berjalan menuju toilet karena ingin buang air kecil, sedangkan mamanya membuat minuman di dapur.


Mama Marcel : Stella kenapa gak mau nak ?(membelai rambut Stella)


Stella : Apa yang Tante bakal lakuin kalau Stella tolak?(melihat mama Marcel)


Mama Marcel : Tante gak bakal bisa lakuin apa apa, tapi Tante bakal sedih banget sayang , dari dulu Tante emang mau Marcel sama kamu aja (memberi senyuman)


Stella pun melihat Marcel dengan sinis dan memberi senyuman kepada Mama Marcel.


Stella : Stella mau bicara sama mama sebentar ya Tante (berdiri dari duduknya)


Stella pun berjalan menuju dapur menjumpai mamanya yang sedang membuat minuman.

__ADS_1


Stella : Ma ( berdiri disamping mamanya)


Mama : Kenapa sayang (melihat Stella)


Stella : Menurut mama gimana ? (melihat mamanya)


Mama : Semua terserah kamu aja , kan kamu yang bakal jalanin nantinya, tapi kalau soal baik ,Marcel itu cowo baik baik kok nak.(memberi senyuman)


Stella : Mama setuju?


Mama : Mama sangat setuju , cari cowok baik itu sekarang sudah , Sedangkan Marcel mama sudah kenal dia dari kecil sampai sekarang, Mama juga Uda tau bibit bobot bebet nya .


Stella : Iyalah ma, sini Stella bantu (mengambil beberapa gelas dan meletakkannya di baki yang lain)


Mereka pun berjalan menuju ruang tamu dan memberikan minuman yang sudah dibuat, mereka semua pun meminum minuman itu.


Mama Marcel : Stella gimana? (melihat Stella)


Beberapa saat Stella berpikir sejenak, Marcel menatapnya dengan tatapan serius, Stella pun melihat nya dengan tatapan sinis.


Stella : Stella mau Tan (melihat Tante)


Mama Marcel : Aduh sayang makasih banyak (berjalan dan duduk disamping Stella)


Papa Marcel : Jadi kapan kita buat acara nya ?(melihat mama Stella)


Mama Stella : Terserah saja pak(memberi senyuman)


Marcel : Bagaimana kalau bulan depan acara nikahan nya pa ? (melihat papanya)


Stella yang mendengar perkataan Marcel sangat terkejut, ia menatap Marcel dengan tatapan sangat sinis.


Kenapa harus buru buru, masih mending aku mau terima, emang gada otak kau Marcel."ucap Stella dalam hati.


Mama Marcel : Gimana dek? apa bulan depan? (melihat mama Stella)


Mama Stella : Terserah saja (memberi senyuman)


Stella : Tante, apa itu gak terlalu terburu buru? Kita bahkan belum mengurus undangan, belum foto prewedding, belum urus gaun, tempat atau bahkan lainnya


Marcel : Itu semua bisa di urus cepat kan ma? Kalau kita minta cepat itu bisa cepat selesai , tapi bayarannya juga harus mahal. (melihat Stella)


Aku sangat membenci mu Marcel "ucap Stella dalam hati sambil melihat sinis Marcel.


Mama Marcel : Itu semua bisa diurus cepat, jadi kalian mulai besok sudah bisa mengurusnya ya (memberi senyuman)


Papa Stella pun datang menuju ruang tamu.


Papa Stella : sory ya lama (memberi senyuman) sakit perut (menepuk perutnya)


Papa Marcel : Haha (tertawa) ,jadi gini pak Stella sudah terima lamarannya Jadi bulan depan nikahannya apa setuju pak?


Papa Stella : Saya setuju setuju aja (melihat papa Marcel), Nikahannya bulan depan, Tunangannya kapan ?


Papa Marcel : Kalau terkejar pertengahan bulan ini saja (melihat papa Stella)


Papa Stella : ooh (menganggukkan kepalanya) yang mana baiknya saja (memberi senyuman), Berarti besok sudah bisa diurus Marcel (melihat Marcel)


Marcel : Iya om, besok Marcel mulai urus (memberi senyuman)


Papa Stella : Mau buat undangan berapa? (melihat Marcel)


Marcel : 3000 itu cukup gak ya? (melihat mama dan papanya)


Mama Marcel : Cukup kok 1500 dari kita, 1500 dari Stella.


Stella sangat kesal mendengar perkataan Marcel dari tadi, ia menatap Marcel terus dengan tatapan sinis.


Stella : Stella mau tidur ya Tan(melihat mama Marcel yang berada disampingnya ) Om (melihat papa marcel).


Mama Marcel : Iya sayang (membelai rambut Stella Dan memberi senyuman)


Papa Marcel hanya memberi senyuman, Stella langsung berjalan memasuki kamarnya meninggalkan mereka, dikamar Stella langsung mematikan lampu kamarnya dan membaringkan badannya, ia menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya, hanya kepalanya yang tidak ia tertutupi oleh selimut itu.

__ADS_1


Kurang ajar banget dia, gak punya otak memang " ucap Stella dalam hati sambil mengeluarkan air mata.


Stella menendang nendang bantal yang ada di bawah kakinya karena merasa kesal, Ia pun tertidur karena sudah lelah menangis


__ADS_2