
Pagi hari yang cerah Marcel berangkat kekantor. Sedangkan Stella baru terbangun pukul 09.00, ia segera berjalan kebawah menuju ruang makan dan segera sarapan disana. Selesai makan Stella kembali ke kamarnya, ia mencari pakaian untuk melihat pertandingan Marcel nanti.
Aku akan datang ke pertandingan itu sebagai ucapan terimakasih ku karena sudah membelikan aku hp"ucap Stella dalam hati.
Ia mengambil Sebuah baju kaos dan celana kulot, ia pun memutuskan untuk memakai nya nanti. Setelah mendapatkan pakaian Stella segera mengambil sapu dan menyapu kamar Marcel, setelah siap kamar. Marcel ia menyuruh Wati untuk melanjutkan sapu ruangan yang ada didepan kamarnya .
Stella pun kembali masuk ke kamarnya, ia membaringkan badannya sambil bermain hp disana hingga sore hari.
Pada pukul 17.00, Marcel pulang dari kantornya dan langsung mengenakan pakaian untuk segera pergi ke pertandingan. Setelah berpakaian ia segera berangkat bersama supir pribadinya,
Sementara Stella berangkat pukul 19.00 , ia masih bersiap siap untuk pergi. Setelah selesai berpakaian Stella pun memanggil supir pribadinya untuk mengantar Marcel ke lokasi pertandingan. Supir itu pun menunggu Stella dihalaman rumah, Stella segera memasuki mobil , mobil itu pun segera melaju menuju lokasi pertandingan.
Sesampai di lokasi ,Stella meminta agar supir ikut masuk bersamanya.Disana Terdapat banyak sekali penonton yang berbondong bondong untuk masuk. Stella pun berjalan memasuki pintu Gedung itu, namun ada seorang penjaga yang mencegahnya.
penjaga : Maaf Bu, ibu harus mengantri
Stella : Tapi saya pasangan Si pemain basket
penjaga : Kalau boleh tau siapa Bu? Soalnya tadi pemain sudah membawa pasangannya dan memberikan kuponnya. Apa ibu punya kupon ?
Stella : Saya tidak punya kupon, itu itu suami saya (menunjuk Marcel yang sedang berdiri)
penjaga : Mohon maaf ibu, tapi bapak itu sudah membawa pasangan, itu pasangannya (menunjuk wanita yang berada dibelakang Marcel)
Stella : Kok ribet banget ya? Masak nonton pertandingan basket ada peraturan peraturan bawa pasangan.
Penjaga : Iya betul ibu, itu agar Pasangan pemain di utamakan, karena Si pasangan pasti sangat ingin melihat pasangannya sedang bertanding, Makanya ada peraturan seperti itu Bu, agar si pasangan mendapat tempat khusus .
Stella Tidak menjawab ucapan Penjaga itu, ia pergi meninggalkan penjaga itu , supir pribadi nya pun berjalan mengikutinya. Stella langsung masuk kedalam mobilnya.
Supir : Apa nona ingin masuk?
Stella : Tidak pak
Supir : Saya bisa menelfon supir pribadi tuan, agar ia membantu nona untuk masuk.
Stella : Tidak usah pak , terimakasih, kita pergi saja.
Supir : Baik nona
Stella : Pak kita jangan pulang kerumah ya, saya bosan disana.
Supir : Nona mau kemana ?(melihat kaca)
__ADS_1
Stella : Keliling kota saja pak, terserah lah pak, yang penting jangan pulang kerumah.
Supir tersebut pun membawa mobilnya keliling kota.
Kenapa giliran aku ikhlas untuk melakukannya , malah seperti ini yang kudapat? Kenapa aku sakit hati? Aku sangat membencimu Marcel. "Ucap Stella dalam hati.
Stella : Pak (memukul kursi tempat duduk supir)
Supir : Iya nona (melihat kaca)
Stella : Berhenti dulu
Supir : Apa nona mau bunuh diri?
Stella : Tidak pak ,emang saya gila (memukul kursi)
Supir itu pun memberhentikan mobilnya di tepi jalan, Stella pun segera turun dan berpindah duduk ke samping supir.
Stella : Jalan pak (sambil memakai seat belt)
Supir : Kenapa nona pindah ke samping saya? Saya hanya seorang supir nona (melihat Stella)
Stella : Emang salah ya (mengerutkan dahinya)
Supir : Tidak nona (memberikan senyuman), nona kelihatan sangat galau, apa nona galau?
Supir : David nona
Stella : Ooh, umur kamu?
Supir : 28 tahun nona
Stella : Kamu masih muda, kenapa mengambil pekerjaan menjadi supir? (melihat supir)
Supir : Tidak ada yang dapat menggaji saya sebesar Tuan menggaji saya Nona
Stella : Emang gaji kamu berapa?
Supir : 3 juta nona
Stella : Kerja kamu cuma ngantar jemput saya ??
Supir : Iya nona
__ADS_1
Stella : Padahal saya jarang pergi kan? saya pergi juga kadang bawa mobil sendiri. Apa kamu tetap di gaji meskipun tidak mengantar saya?
Supir : Iya nona, saya tetap digaji, Makanya saya kadang merasa tidak adil, Yang saya dapatkan tidak sebanding dengan pekerjaan saya.
Stella : Berarti itu rejeki kamu , kalau boleh tau apa kamu sudah punya istri?
Supir : Belum lah nona, mana ada wanita yang tertarik dengan seorang supir.
Stella ; Jangan berkata seperti itu. Kamu tamatan apa?
Supir : S1 Jurusan akutansi nona
Stella : Ha kita sama (menepuk bahu supir), sayang sekali gelar kamu jika tidak kamu gunakan dengan baik.
Supir : Saya sudah pernah melamar bahkan sering nona, tapi tidak ada perusahaan yang menerima saya. Sebelum bekerja disini saya diterima di perusahaan nona, saya hanya di gaji 2 juta 500 ribu. Dan saat itu juga Tuan Marcel mencari supir dan menggaji nya 3 juta, saya mengundurkan diri dari perusahaan dan bekerja bersama tuan.
Stella : Astaga sayang sekali, Sebenarnya gak apa apa gaji kamu 2 juta 500 , suatu saat nanti kalau kamu betah disana pasti jabatan kamu akan naik, gaji kamu juga naik, Sedangkan supir itu tidak ada istilah naik jabatan. Besok kamu antar saja lamaran Kerja kasih ke Marcel.
Supir : Benaran nona?(melihat Stella)
Stella : Iya (memberi senyuman)
Supir : Terimakasih nona, Tapi apa saya sudah tidak menjadi supir?
Stella : Terserah kamu saja, kalau kamu mau ya lanjutkan kalau tidak ya berhenti saja.
Supir : Saya masih mau nona (memberikan senyuman)
Setelah lama berkeliling keliling akhirnya Stella meminta untuk mampir ke restoran.
Stella : Saya mau makan disana (menunjuk restoran di pinggir jalan)
Supir itu pun membawa mobilnya ke restoran itu dan memarkiran mobilnya di Parkiran yang telah disediakan oleh restoran. Stella pun segera turun dari mobil.
Stella : Kamu gak turun?
Supir : Tidak nona, saya tunggu disini aja (memberikan senyuman)
Stella : Ayo turun , tidak apa apa .
Supir : Tidak usah nona
Stella : Eh ayo
__ADS_1
Supir itu pun turun dari mobil, Stella berjalan memasuki restoran dan supir itu berjalan mengikuti Stella.
Stella mengambil meja yang kosong dan langsung memesan menu makanan, Stella pun meminta supir itu juga memesan makanan. Pelayan restoran pun segera mencatat pesanan mereka.