Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan
Seperti malam kemarin


__ADS_3

Setelah semua pekerjaan yang ia kerjakan sudah selesai, Adam segera merapikan beberapa berkas yang besok harus ia serahkan kepada sang atasan. Laki-laki itu langsung berdiri dan mengaitkan tas ke pundaknya lalu menghampiri sang sahabat yang masih duduk di meja kerjanya.


"Ayo kita pulang." Ajak Adam sambil menepuk pundak Andi.


Andi mengangguk. "Iya sebentar, aku matikan komputer dulu." Jawab Andi lalu bangkit dari duduknya dan merapatkan kursi ke meja.


Mereka berdua melangkah keluar setelah berpamitan kepada rekan yang kebetulan masih berada di ruangan itu. Mereka pun menuju ke tempat parkir sepeda motor.


"Dam aku duluan ya, mau jemput Mila." Kata Andi yang sudah duduk di atas motor maticnya.


Adam mengangguk. "Iya, kamu duluan saja. Aku juga mau mampir ke warung." Sahut Adam sambil memakai helm.


Motor Andi sudah meninggalkan halaman parkir. Adam juga melajukan kendaraannya menuju warung yang tadi siang ia kunjungi untuk membelikan sang istri tercinta soto. Setelah pesanannya sudah selesai Adam segera membayar, ia membeli dua porsi soto. Tak lupa juga berhenti di pinggir jalan membeli beberapa buah-buahan yang masih segar.


Tiga puluh menit berkendara Adam sudah sampai di rumah. Motornya ia masukkan ke dalam garasi. Dengan berlari kecil Adam masuk ke dalam lewat pintu penghubung tak lupa juga mengucapkan salam.


"Assalamu'alaikum." Ucap Adam.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Ibu.


Adam menghampiri sang Ibu yang kebetulan lagi melipat baju di ruang tengah dan meletakkan barang yang ia beli tadi di meja lalu menyandarkan punggungnya di sofa.


"Kamu beli apa Nak yang ada di kresek putih itu?" Tanya Ibu menunjuk dengan dagunya.


"Soto Lamongan Bu, tadi siang Zahira ingin makan ini." Jawab Adam.


Ibu mengangguk paham. "Kamu bawa saja ke dapur lalu kamu tuang ke mangkuk. Saat ini istrimu tidak di rumah dia sedang keluar." Kata Ibu.


"Keluar ke mana?" Tanya Adam yang sudah berdiri.


"Ke toko, cuma sebentar kok." Jawab Ibu. Dia sudah paham dengan putra tampannya ini jika sudah pulang kerja dan tidak menjumpai sang istri di rumah maka akan bertanya terus.


"Oh.." Angguk Adam.


Adam melangkah ke dapur untuk menuangkan soto ke dalam mangkuk lalu ia letakkan di atas meja tak lupa juga ia tutupi dengan tudung saji. Setelahnya Adam masuk ke kamar untuk membersihkan diri.


Tak berselang lama Zahira sudah kembali. Ia membeli gula sama kopi bubuk. Melihat ada beberapa buah-buahan segar di meja ruang tengah Zahira segera mendekat dan duduk di sebelah sang Ibu yang belum selesai melipat baju.


"Siapa yang beli buah-buahan ini Bu?" Tanya Zahira.


"Suamimu yang beli." Jawab Ibu singkat.


"Mas Adam sudah pulang Bu?" Zahira balik bertanya.


Ibu mengangguk. "Iya, suamimu sudah pulang. Sekarang di kamar mungkin lagi mandi." Jawab Ibu.


Zahira pun bangkit dari duduknya untuk menghampiri sang suami di kamar.

__ADS_1


"Oh ya Nak, tadi suamimu juga sudah belikan kamu soto Lamongan. Kalau kamu sudah lapar kamu makan saja mumpung masih anget." Ujar Ibu.


Zahira pun berhenti dan menoleh ke arah Ibu. "Untuk apa Mas Adam beli soto segala?" Gumam Zahira heran.


"Lho, kok malah kenapa? Katanya tadi siang kamu pengen makan itu." Sahut Ibu.


"Tapi aku udah nggak tertarik makan soto lagi, Bu." Jawab Zahira dengan entengnya lalu berjalan ke dapur meletakkan gula sama kopi ke dalam lemari.


Ibu geleng-geleng kepala. "Sia-sia putra tampanku membeli soto tapi tidak dimakan juga." Gumam Ibu sambil terkekeh.


***


Zahira masuk ke kamarnya dan melihat sang suami sedang memakai kaos rumahan. Adam yang mendengar suara pintu terbuka seketika menoleh dan melihat istrinya. Laki-laki itu pun mendekat ke arah Zahira dengan memberikan seulas senyum.


"Tadi Mas sudah belikan kamu soto, nanti dimakan ya." Ucap Adam sambil menggandeng tangan Zahira menuju meja rias.


Adam mengambil sisir lalu memberikan kepada Zahira agar istrinya itu menyisir rambutnya.


"Ngapain Mas repot-repot beli. Aku aja udah nggak pengen makan soto kok." Jawab Zahira sambil meletakkan sisir.


Adam menautkan kedua alisnya. "Bukannya tadi siang kamu maksa banget pengen makan soto itu?" Tanya Adam.


"Kan tadi siang, sekarang udah enggak lagi." Jawab Zahira.


Adam menghela napasnya. "Ya sudah, nanti sotonya biar Mas makan sendiri." Ucap Adam dengan nada dingin.


"Mas, besok aku mau ke rumah Emak. Boleh ya." Pinta Zahira.


Zahira tersenyum lalu memeluk tubuh kekar Adam. "Pasti Emak sama Bapak seneng benget. Mereka bentar lagi akan punya cucu." Ujar Zahira.


"Iya." Sahut Adam sambil mengecup kepala Zahira.


***


Adam dan Ayah belum pulang dari Masjid. Kini di rumah itu hanya ada Ibu dan Zahira saja. Zahira sibuk mengupas buah jeruk dan buah apel yang di belikan oleh Adam tadi.


"Ibu, mau buah nggak?" Zahira menawari.


Ibu yang lagi menonton sinetron pun menoleh.


"Mau sayang." Jawab Ibu lalu memilih makan buah apel.


"Mas Adam kok belum pulang ya Bu?" Tanya Zahira melihat jam yang sudah pukul setengah delapan lebih.


"Mungkin di Masjid sedang ada tausyiah mingguan, sekarang kan malam selasa." Jawab Ibu.


"Bakal lama pulangnya." Keluh Zahira.

__ADS_1


"Nggak juga sayang, hanya sejam doang tausyiah nya." Sahut Ibu yang memaklumi jika ibu hamil bawaannya pengen dekat-dekat sama suami.


Satu jam kemudian Adam dan Ayah sudah pulang.


"Assalamu'alaikum." Ucap Adam dan Ayah bersamaan.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Ibu.


"Zahira mana Bu?" Tanya Adam.


"Istrimu di kamar, dari tadi dia mengeluh karena kamu nggak pulang-pulang." Jawab Ibu.


Adam segera ke kamarnya dan Zahira lagi selonjoran di ranjang sambil memainkan game di ponsel Adam.


"Sudah minum susu ibu hamil?" Tanya Adam sambil melepas kancing di baju kokonya.


"Belum Mas, tolong kamu buatkan ya." Pinta Zahira sambil menampilkan wajah imutnya.


Adam geleng-geleng kepala lalu berganti kaos dan celana pendek.


"Malam ini minum rasa stroberi ya." Ucap Adam sebelum melangkah keluar.


"Iya, terserah kamu aja Mas." Jawab Zahira yang matanya begitu fokus dengan game-nya.


Empat menit kemudian Adam sudah kembali dengan membawa segelas susu rasa stroberi.


"Minum Sayang." Ucapnya sambil menyodorkan kepada Zahira.


Zahira langsung meneguknya sampai tak tersisa lalu meletakkannya di meja.


"Mas.. ponselku mana?" Tanya Zahira meminta Adam untuk mengembalikan ponselnya yang kemarin disita sama suaminya itu.


"Ada tuh, di laci meja rias." Jawab Adam menunjuk dengan dagunya.


"Huh.. tahu gitu, udah aku ambil dari pagi." Gerutu Zahira.


"Sekarang kita tidur ya, bumil tidak boleh banyak begadang." Timpal Adam.


"Mana nih gulingnya?" Zahira mencari-cari keberadaan dua guling itu.


"Untuk apa kamu mencari guling segala?" Tanya Adam yang sudah berbaring di ranjang sambil menautkan kedua alisnya.


"Sebagai pembatas tidur kita Mas.. seperti malam kemarin." Jawab Zahira.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2