
Zahira membuka bekal makan siang yang ia bawa. Kali ini ia membawa sambal bali ayam dan tempe, serta nasi yang di taruh di kotak makan plastik. Setelah melaksanakan kewajiban sholat Dzuhur, Zahira bergabung dengan Dini di tempat istirahat yang sudah di sediakan.
"Kamu bawa makan apa Ra?" Tanya Dini.
"Sambal bali ayam dan tempe." Jawab Zahira menunjukkan kotak bekalnya.
"Harum banget Ra makanan kamu." Ucap Dini mencium masakan Zahira.
"Kalau kamu mau ambil aja, kebetulan aku bawa ayam dan tempe lebih nih." Zahira mengulurkan kotak bekalnya kepada Dini.
"Boleh deh, aku ambil ayamnya aja. Makasih bestiee.." Dini merasa senang. Inilah yang disukai Dini dari Zahira.
Eko yang baru melaksanakan sholat Dzuhur juga menghampiri mereka di ruang istirahat. Ia juga kebetulan membawa bekal makan siang. Jadi bisa bergabung dengan sohibnya, siapa lagi jika bukan Dini dan Zahira. Padahal banyak juga karyawan laki-laki di Swalayan ini, tapi Eko lebih asyik jika bergabung dengan mereka.
"Aku kira kalian makan siang di luar." Ucap Eko lalu duduk di samping Zahira.
"Nggak, kami udah bawa bekal makan siang dari rumah." Jawab Zahira menoleh ke arah Eko.
"Aku juga bawa nih." Eko menunjukkan makan siangnya.
__ADS_1
"Tumben bekal kamu sayur asem ikan bandeng?" Tanya Dini.
Kini Dini sudah bersikap baik terhadap Eko dan tidak galak lagi. Dini sudah bisa memaafkan sikap Eko, asal Eko tidak usil lagi. Apalagi Eko yang terus-terusan merengek meminta maaf dan berjanji tidak akan jahil lagi. Dini jadi tidak tega untuk memaafkan Eko.
"Pengen aja, lagian cuaca panas sekali, jadi makan yang seger-seger." Jawab Eko.
"Mau icip sayur asemnya?" Tawar Eko.
"Enggak deh, makasih tawarannya. Aku makan bekal yang aku bawa aja." Zahira menolak.
"Aku juga tidak." Sambung Dini menolak juga.
"Ya udah kalo pada tidak mau." Sahut Eko. Dia pun langsung melahap makannya tanpa ba-bi-bu.
"Laper banget Din, tadi pagi cuma sarapan dikit karena buru-buru." Jawab Eko setelah menguyah suapannya.
"Pasti karena keasyikan begadang." Sahut Zahira menimpali.
"Haha.. tahu aja kamu Ra, kalau tadi malam aku begadang. Sampai-sampai Ibuku pagi-pagi udah ngomel. Gara-gara aku dibangunin nggak bangun-bangun." Jawab Eko mengingat tadi pagi, ia habis dimarahi Ibunya.
__ADS_1
"Haha.. tentu saja aku tahu, kamu lupa apa kalo aku punya adik laki-laki. Dia juga sama seperti kamu kalau malam bukannya tidur malah main ponsel sampai larut. Alhasil bangunnya jadi kesiangan kan?" Kata Zahira.
"Semalam aku bukannya main ponsel Ra, tapi nonton pertandingan sepak bola sampai jam satu pagi." Kata Eko.
"Siapa suruh kamu nonton sampai nggak tahu waktu." Ketus Dini.
"Ya, nggak ada yang nyuruh Din. Namanya juga tim kesayangan yang lagi main." Jawab Eko tidak mau di salahkan.
Jam istirahat makan siang mereka sekitar satu jam. Itu pun dengan waktu sholat. Jadi bagi mereka yang belum selesai makan siang tidak usah terburu-buru. Karena masih ada yang bertugas menjaga Swalayan.
"Sudah selesai kan makannya?" Tanya Zahira pada Eko dan Dini.
"Sudah." Jawab mereka serempak.
"Ya sudah, ayo kita kembali, gantian sama teman lainnya yang belum istirahat makan siang." Ajak Zahira.
Mereka pun beranjak setelah menghabiskan makan siangnya.
.
__ADS_1
.
Bersambung...