Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan
Rahasia Zahira


__ADS_3

"Riz-wan.." Ucap Zahira terbata-bata dia kaget dengan hadirnya sosok laki-laki yang pernah menyukai dirinya sewaktu di SMA dulu.


Laki-laki itu mengulas senyum di hadapan Zahira lalu mengulurkan tangannya menjabat tangan perempuan yang pernah di kaguminya itu.


"Apa kabar Zahira?" Tanya Rizwan begitu lembut.


Zahira pun menerima uluran tangan Rizwan. "A-aku baik." Jawab Zahira dengan kikuk. Dia begitu canggung bertemu lagi dengan Rizwan.


Mila hanya diam saja sesekali ia memperhatikan raut wajah Zahira yang sepertinya terkejut dengan adanya laki-laki di hadapannya ini. Tapi Mila tidak berani untuk bertanya ataupun menyela cukup dia menjadi pendengar saja.


"Sudah lama ya.. kita tidak bertemu lagi, mungkin sudah ada dua tahun lebih." Ujar Rizwan menatap dalam wajah Zahira.


Zahira mengangguk. "I-iya kamu benar." Jawabnya.


"Duh.. kenapa jadi kikuk gini sih di hadapan Rizwan. Semoga nanti Mas Adam nggak cemburu jika tahu aku ngobrol sama laki-laki lain." Batin Zahira merasa was-was.


"Ra.. santai aja kali bicara sama aku, nggak usah grogi gitu." Kekeh Rizwan sambil geleng-geleng kepala.


Zahira hanya tersenyum.


"Sendirian aja kamu, biasanya juga kamu sama Risma seperti saat di SMA dulu. Kalian berdua tidak pernah terpisahkan ke mana-mana selalu bersama." Kenang Rizwan seraya tersenyum kecil.


"Tidak aku dengan seseorang, sebentar lagi Risma juga akan ke sini." Jawab Zahira yang sudah mulai bisa menguasai kegugupan nya.


Rizwan pun mengangguk. "Dari dulu kamu tidak pernah berubah ya, masih tetap cantik." Rizwan memuji Zahira.


"Dan.. apa saat ini kamu masih sendiri?" Tanya Rizwan dengan hati-hati.


Adam menautkan kedua alisnya saat melihat Zahira tengah mengobrol dengan laki-laki lain yang hanya terlihat punggungnya saja karena posisi laki-laki itu memunggungi dirinya.


Dengan gerakan cepat Adam langsung menggeser kursinya. Membuat semua teman-temannya termasuk Andi memandang Adam dengan pandangan heran. Tanpa permisi Adam meninggalkan mereka dan melangkah mendekati Zahira. Andi geleng-geleng kepala dengan sikap Adam.


Adam langsung duduk di samping Zahira sambil tangannya merangkul bahu sang istri membuat Zahira terkejut.


"Mas.. bikin kaget aja!" Seru Zahira kesal sambil memukul pelan paha suaminya itu.


Adam tersenyum tipis. "Maaf Sayang." Jawabnya.


Rizwan menaikkan sebelah alisnya memandang Adam yang tiba-tiba duduk sambil merangkul bahu Zahira dan memanggil Zahira dengan sebutan sayang.


"Ah iya, Rizwan.. kenalin ini Mas Adam dia adalah suamiku." Ucap Zahira memperkenalkan Adam kepada Rizwan. Agar Rizwan tahu kalau dia sudah menikah.


Rizwan tidak menyangka jika Zahira sudah menikah. Ia pikir Zahira masih sendiri karena jika di lihat-lihat dari penampilannya Zahira seperti anak kuliahan.


Adam mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan Rizwan.


"Adam."


"Rizwan."

__ADS_1


Rizwan tersenyum kecut melihat suami Zahira yang sangat tampan.


"Aku pikir kamu masih sendiri Ra." Ucap Rizwan di barengi senyuman tipis. Harapannya harus pupus sebelum ia mengutarakan niatnya.


"Aku sudah menikah dari dua bulan yang lalu." Ujar Zahira.


"Tapi kenapa kamu tidak mengundang kita-kita?" Tanya Rizwan heran.


"Waktu itu kami cuma melangsungkan Akad saja karena saat itu Ibu mertuaku sedang sakit." Jelas Zahira.


Rizwan mengangguk mengerti. "Terus untuk saat ini, apa kamu masih bekerja juga?" Tanya Rizwan dia tidak peduli meskipun ada Adam di samping Zahira.


Zahira menggeleng. "Sudah enggak. Aku sudah lama keluar dari tempat kerjaku soalnya Mas Adam melarangku untuk bekerja." Jawab Zahira sambil menoleh ke arah sang suami membuat Adam langsung tersenyum.


Rizwan bisa merasakan jika suami Zahira ini sangat mencintai Zahira terbukti dari sikap Adam yang begitu posesif.


"Baiklah, aku tidak mau mengganggu kalian. Aku juga harus balik ke mejaku pasti anak-anak juga sedang menungguku." Rizwan menyudahi obrolannya dengan Zahira.


"Kamu tadi ke sini dengan siapa saja?" Tanya Zahira begitu antusias.


"Sebagian dari teman kelas kita dulu. Apa kamu mau bergabung juga?" Tawar Rizwan.


"Bagaimana Mas.. boleh kan jika aku ikut bergabung dengan mereka?" Tanya Zahira meminta izin.


Adam mengangguk. "Boleh, tapi Mas harus ikut." Jawab Adam tidak rela membiarkan Zahira sendiri begitu saja di sana.


"Mil.. kamu tidak apa-apa kan jika kami tinggal sebentar. Nanti juga Kak Andi akan ke sini kok." Ujar Zahira sebelum menemui teman-teman SMA nya.


Mila mengangguk. "Tidak apa-apa kok Mbak. Santai aja." Jawab Mila.


Zahira kini sudah berbagung dengan kawan-kawan lamanya. Tapi hanya sedikit dari teman perempuan yang hadir, hanya sekitar lima orang saja dan untuk laki-laki ada sekitar sepuluh orang termasuk Rizwan. Mereka semua membahas tentang masa-masa SMA dulu.


"Wah Ra.. suami kamu tampan juga ya." Puji teman Zahira yang bernama Tiwi.


"Iya, beruntung banget kamu Ra.. dari dulu sudah banyak disukai sama cowok-cowok tampan termasuk Rizwan ini?" Timpal perempuan yang memakai kacamata sambil melirik Rizwan.


"Haha..." Semua teman-teman Zahira tertawa termasuk Rizwan juga.


Sementara Zahira, dia tersenyum malu sambil memegang tangan Adam.


"Sayang sekali Rizwan dan Zahira tidak berjodoh ya." Sahut teman laki-laki Zahira yang bernama Putra.


"Padahal dulu Rizwan begitu setia sekali melindungi Zahira dari godaan cowok-cowok yang mengganggu Zahira. Sampai-sampai dia juluki bodyguard oleh yang lainnya." Sambung laki-laki yang bernama Atma.


"Bahkan Rizwan dengan suka relanya selalu membelikan Zahira bakso saat jam makan siang tiba." Celetuk Rini.


Rizwan geleng-geleng kepala. "Sudah-sudah itu cuma masa lalu. Kita bahas yang lain saja." Pungkas Rizwan agar tidak mengungkit dirinya dengan Zahira lagi.


Yang lain mengangguk. "Iya, sorry kita lupa kalo ada suami Zahira di sini." Jawab Putra sambil melirik Adam.

__ADS_1


Adam hanya tersenyum tipis. "Tidak apa-apa, santai saja. Karena dengan begitu aku bisa tahu rahasia dari istriku ini. Ternyata kamu dulu sangat tenar ya Yank di kalangan laki-laki?" Tanya Adam.


"Ah, tidak juga Mas." Jawab Zahira mengelak.


"Pernah juga tuh Mas, Zahira di sukai sama guru olahraga kita." Kata Rini.


"Iya, aku juga masih ingat kalau tidak salah saat itu Zahira pernah di belikan coklat sama bunga deh sama Pak Jimmy, membuat kita-kita jadi iri saja." Sambung Desi.


"Haha.. kalian ini masih saja ingat, aku bahkan sudah mulai lupa." Zahira tertawa.


Tiba-tiba Risma datang menghampiri mereka dengan putri kecilnya.


"Assalamu'alaikum.." Ucap Risma sambil tersenyum.


"Wa'alaikumsalam.." Jawab mereka serempak.


"Risma.. ayo duduk sini." Tiwi menepuk kursi kosong di sebelahnya.


Risma pun duduk di samping Tiwi sambil memangku Mikha karena kebetulan masih ada kursi yang kosong.


"Wah.. kalian sudah duluan datang ya. Aku sendiri nih yang telat soalnya tadi anakku rewel." Ujar Risma melihat semuanya sudah berkumpul termasuk Zahira juga.


"Onty Hila gendong.." Mikha merentangkan tangannya kepada Zahira.


"Ya sudah sini sama onty." Zahira berdiri untuk mengambil Mikha dari pangkuan Risma.


"Yank.. kamu sedang hamil. Tidak boleh mengangkat yang berat-berat." Tegur Adam.


"Kamu hamil Ra?" Tanya Risma.


Zahira mengangguk. "Iya Ris." Jawabnya sambil tersenyum.


Seketika semua teman-teman Zahira langsung mengucapkan selamat kepada Zahira dan Adam.


"Terima kasih." Jawab Zahira tersenyum senang.


"Mama.. mau gendong onty Hila.." Mikha masih merengek.


"Sini sama Om saja ya sayang." Ucap Adam membuat Mikha langsung mengangguk.


Adam mengambil Mikha dari pangkuan Risma dan memangku batita kecil itu sambil mendengarkan perbincangan dari teman-teman Zahira.


.


.


.


Jangan lupa beri sumbangan Author berupa vote, like dan hadiah. Komen juga..

__ADS_1


__ADS_2