
Zahira keluar kamar setelah usai sholat Maghrib. Dia menghampiri sang adik yang sedang bermain ponsel di ruang tamu.
"Kamu nggak belajar Mal?" Tanya Zahira duduk di depan Akmal.
"Entar aja Mbak, lagian juga nggak ada PR." Jawab Akmal tanpa melihat sang kakak.
"Belajar nggak harus nunggu ada PR dulu Dek.." Ujar Zahira sambil geleng-geleng kepala.
Terkadang sang adik ini sangat giat belajar terkadang juga begitu malas. Meski begitu Akmal selalu bisa masuk peringkat sepuluh besar di dalam kelasnya. Dan itu sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga. Padahal sang adik ini bisa dikatakan anak yang sangat bandel. Namun nyatanya Akmal sangat pintar dalam hal akademik.
"Lagian juga besok hari jum'at Mbak, pelajarannya juga cuma dikit." Jawab Akmal beralasan.
"Nduk, Mal.. ayo kita makan malam dulu." Panggil sang Ibu kepada kedua anaknya.
"Iya, Mak." Jawab mereka berdua lalu bergabung bersama kedua orang tuanya.
"Suamimu mana, kenapa tidak ikut makan malam?" Tanya Bapak.
"Hira juga nggak tahu Pak, mungkin Mas Adam ada di rumah orang tuanya." Jawab Zahira yang belum menghubungi Adam sama sekali.
"Oh.." Jawab Bapak singkat.
Mereka berempat pun makan malam tanpa hadirnya laki-laki tampan itu. Selesai makan malam Zahira membantu sang ibu mencuci piring dan gelas kotor bekas mereka makan tadi. Setelahnya Zahira memutuskan untuk keluar duduk-duduk di teras depan bersama Akmal sambil menunggu Adam.
Tak begitu lama datanglah Andi seorang diri dengan berjalan kaki memasuki rumah Zahira.
"Assalamu'alaikum." Ucap Andi.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Zahira.
"Hai Ra, mana Adam? aku mau ambil sepeda motorku." Ujar Andi yang langsung duduk di dekat Akmal.
"Lho, bukannya kalian tadi pulangnya sama-sama ya?" Tanya Zahira yang bingung sendiri jadinya.
Mereka kan berangkatnya berboncengan seharusnya pulangnya juga bersama-sama, pikir Zahira.
"Tidak Ra, setelah kita keluar dari kantor aku menyuruh Adam untuk mengantar ke tempat kerjanya Mila. Aku dan Mila mau jalan-jalan sore gitu. Jadinya Adam aku suruh pulang duluan sambil memakai motorku. Emang Adam belum pulang ya?" Tanya Andi dengan heran.
"Belum Kak." Zahira menggeleng.
"Apa mungkin Mas Adam ke rumahnya dulu kali, makanya sampai sekarang dia belum kemari." Asumsi Zahira.
"Mungkin saja, padahal motornya mau aku pake keluar." Ujar Andi.
"Kalau gitu tunggu sebentar ya Kak, aku telfon Mas Adam dulu." Kata Zahira.
Zahira pun masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil ponsel dan menelpon sang suami.
__ADS_1
"Nggak aktif lagi ponsel Mas Adam?" Gumam Zahira.
"Kenapa Ra?" Tanya Andi mendengar gumaman Zahira.
"Ini Kak, nomor Mas Adam nggak bisa dihubungi." Jawab Zahira.
"Coba kamu telfon lagi." Kata Andi.
Zahira menghubungi Adam lagi tapi tetap tidak aktif dan yang ada hanya suara operator yang menjawab.
"Tetap nggak bisa Kak." Ujar Zahira sambil menggelengkan kepalanya.
"Kalo Kak Andi mau keluar sekarang, Kak Andi pakai motor Mas Adam saja." Ucap Zahira.
"Nggak usah Ra, aku nunggu Adam saja." Tolak Andi.
"Atau gini aja, Kak Andi bawa motor Mas Adam ke rumahnya lalu Kak Andi tukar di sana, gimana?" Usul Zahira.
Andi mengangguk setuju. "Iya deh." Jawabnya kemudian.
"Tunggu bentar, aku ambil kunci motornya." Zahira masuk ke kamarnya lagi mengambil kunci motor Adam yang diletakkan di atas meja rias.
Zahira mengulurkan kunci motor itu kepada Andi. "Ini Kak, motornya ada di dalam." Ucapnya.
Andi mengangguk dan berjalan ke dalam lalu mengeluarkan motor sport milik Adam. Ia pun menaiki motor itu.
"Ra, aku antar motor ini ya." Pamit Andi.
Andi sudah hilang dari pandangan Zahira. Ibu dan Bapak Zahira menghampiri sang putri yang berada di teras depan bersama anak bungsunya.
"Kok tadi Emak dengar suara motor suamimu Nduk, suamimu sudah ke sini ya dan sekarang keluar lagi?" Tanya Ibu.
"Mas Adam belum ke sini Mak. Itu tadi Kak Andi yang bawa motor Mas Adam." Jelas Zahira.
***
Andi memasuki rumah Adam setelah mengucap salam. Dan menghampiri Ayah dan Ibu yang berada di ruang tamu.
"Ibu, Adam mana? Aku mau tukar sepeda motor." Ujar Andi langsung tanpa basa-basi dulu.
"Kamu ini kok kamu malah tanya Adam sama Ibu sih. Adam kan nginap di rumah mertuanya jadi dia tidak ada di sini Nak." Jawab Ibu sambil geleng-geleng.
Andi terhenyak. Adam tidak ada di sini juga lalu dimana dia? Ini sudah dua jam dari jam pulang kantor dan sekarang Adam tidak diketahui keberadaannya. Ponselnya juga tidak aktif. Sekelabut pikiran aneh terbayang dibenak Andi mengenai keadaan sahabatnya itu.
"Semoga Adam tidak kenapa-napa?" Batin Andi sangat cemas. Jika Zahira sampai tahu Adam belum pulang juga.. entahlah apa yang akan terjadi sama ibu hamil itu.
"Ndi.." Ayah memanggil Andi yang sejak tadi melamun.
__ADS_1
"Eh, iya Ayah. Ada apa?" Tanya Andi setelah dia tersadar dari lamunannya.
"Tadi kamu mengatakan mau tukar sepeda motor sama Adam kan." Jelas Ayah.
"I-iya Ayah." Jawab Andi dengan gugup.
Ayah melepas kacamata bacanya lalu meletakkan lembaran-lembaran kertas di atas meja.
"Mau tukar motor segala buat apa?" Tanya Ayah.
Andi bingung. Apa dia harus berterus terang jika Adam belum pulang juga sampai sekarang. Jika tidak diberitahu, Ayah akan bertanya lagi.
"Ndi, Ayah bertanya sama kamu Nak." Ucap Ibu.
"Tidak apa-apa kok Yah, tadi pagi tuh aku ngajak Adam berangkat bareng dan kita berboncengan memakai sepeda motorku." Jawab Andi.
***
"Ini Mas Adam kenapa lama sekali sih di rumah Ayah." Zahira mondar-mandir di depan pintu.
"Ditunggu saja Nduk, nanti juga bakal ke sini. Pusing Emak lihat kamu mondar-mandir gitu." Ucap sang ibu.
"Iya kayak setrikaan." Sahut Akmal.
Karena sudah tidak sabar menunggu Adam yang belum menemuinya juga. akhirnya Zahira menyuruh Akmal untuk mengantarkan nya ke rumah mertuanya menjumpai sang suami disana. Zahira mau memprotes Adam.
"Mbak ini repot sekali jadi orang. Baru juga sehari ditinggal sudah kalang kabut." Gerutu Akmal sambil mengambil kunci sepeda motor di kamarnya.
Akmal pun mengantar Zahira ke rumah Adam. Buru-buru Zahira memasuki rumah tanpa mengucapkan salam disusul Akmal juga dibelakangnya.
"Loh-loh.. menantu Ibu kenapa jalannya tergesa-gesa gitu?" Tegur Ibu melihat Zahira yang melewatinya tanpa memberi sapaan.
Seketika Zahira menghentikan langkahnya begitu mendengar suara sang ibu mertua. Akmal sendiri langsung bergabung bersama Andi dan mertua Zahira di ruang tamu itu.
"Zahira.. dia nyusul kemari juga." Andi nampak kaget.
"Ibu.. Ayah.. aku ke kamar dulu ya menemui Mas Adam." Ucap Zahira dan pergi ke kamarnya.
"Kok malah mencari Adam, Adam kan tidak di sini?" Gumam Ibu dengan bingungnya.
Andi menghela nafasnya kemudian menceritakan kepada mereka jika Adam saat ini belum pulang bahkan ini sudah dua jam lebih dari seharusnya Adam pulang.
"A-pa?"
.
.
__ADS_1
Kira-kira dimana Mas Adam ya🤔
.