Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan
Perihal kue


__ADS_3

"Assalamu'alaikum.." Ucap salam Adam memasuki rumahnya sambil menenteng kresek berisi sekotak kue.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Zahira lalu mencium punggung tangan Adam.


"Ini Yank kue pesanan kamu." Kata Adam mengulurkan kepada Zahira.


Seketika mata Zahira langsung berbinar melihat kue yang dibawa Adam.


"Terima kasih Mas.." Seru Zahira dengan riangnya sambil mencium kedua pipi Adam.


"Senang sekali kamu Sayang.." Gemas Adam seraya terkekeh.


"Iya, aku tuh udah ngiler banget melihat kue ini untuk bisa masuk ke dalam mulutku." Jawab Zahira lalu meninggalkan Adam begitu saja menuju kursi untuk menikmati rasa kue yang sudah dia idamkan sejak semalam.


Adam langsung menyusul Zahira, duduk di sampingnya. Setelah memotong kue menjadi beberapa bagian. Zahira langsung melahap kue nya, Adam saja sampai tidak di tawari sama Zahira.


"Pelan-pelan Yank makannya." Tegur Adam seraya geleng-geleng kepala.


"Abisnya enak banget kue nya, Mas." Kata Zahira lalu memasukkan kue lagi ke dalam mulutnya hingga penuh.


"Iya, tapi harus pelan-pelan supaya kamu tidak tersedak." Ujar Adam menasehati Zahira.


Ibu yang baru dari kamar langsung menghampiri keduanya lalu ikutan duduk di kursi.

__ADS_1


"Sepertinya enak sekali kue nya." Kata Ibu melihat kue milik Zahira.


"Enak banget Bu." Jawab Zahira sambil mengangkat jempolnya.


Dan tanpa di suruh Zahira, Ibu langsung ikut memakan kue itu.


"Hmm.. benar, enak banget Nak." Ujar Ibu di sela-sela kunyahan nya sambil menikmati rasa lembut yang ada di kue itu.


"Ibu.. jangan ambil banyak-banyak, nanti kalau aku kurang gimana?" Protes Zahira sambil merengek.


"Eh.. Ibu hanya ambil sedikit kok. Lagian itu juga masih banyak Nak." Kata Ibu dengan bingungnya sambil menunjuk kue di piring yang masih ada separuh lebih itu.


Tadinya Ibu mau mengambil lagi, tapi tidak jadi karena di larang oleh Zahira. Ibu juga langsung menatap Adam seolah-olah minta penjelasan ada apa dengan Zahira. Kenapa tiba-tiba jadi pelit begini dan merengek lagi. Tapi Adam yang di tatap oleh sang Ibu hanya menggelengkan kepalanya tanda jika ia juga tidak tahu.


"Iya Nak, maaf ya.." Ujar Ibu dengan tidak enak.


"Ibu.. maafin Zahira juga, aku juga tidak tahu kenapa tiba-tiba jadi sensitif seperti ini." Sesal Zahira dengan suara lirih.


"Sudah, tidak apa-apa. Kamu lanjutkan saja makannya Nak." Sambung Ibu tersenyum.


Zahira hanya mengangguk saja lalu mulai memakan lagi kue nya sampai dia kekenyangan.


"Mas.. kue nya masih ada nih." Kata Zahira menunjukkan pada Adam.

__ADS_1


"Lalu?" Tanya Adam dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Ya, kamu bantu aku untuk habiskan." Jawab Zahira dengan enteng.


"Yank.. Mas nggak terlalu suka sama kue." Kata Adam menolak keras untuk di suruh menghabiskan kue milik Zahira.


"Ayolah Mas.." Bujuk Zahira dengan wajah memelas sambil menggoyang kan lengan Adam.


"Mas nggak mau Sayang..." Tolak Adam lagi.


Zahira langsung cemberut sambil membuang muka. Adam menghela nafasnya dalam. "Baiklah, Mas akan turuti kamu." Kata Adam lalu memakan kue itu meski terasa berat untuk di masukkan ke dalam mulutnya.


Sedang Ibu tersenyum lucu melihat Adam dengan enggan memakan kue, karena ia tahu jika sang putra tidak suka dengan yang namanya kue-kue.


"Enak kan Mas kue-nya?" Tanya Zahira setelah Adam membantu sang istri menghabiskan kue miliknya.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Bantu Author dengan cara beri like, vote dan hadiah ya..🙏🙏


__ADS_2