Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan
Tidak mau kalah


__ADS_3

Mikha berteriak kegirangan setelah Adam memberikan balon Hello Kitty milik batita kecil itu. Adam membiarkan Mikha bermain sendiri di ruang tengah itu namun masih ia awasi. Zahira yang melihatnya langsung tersenyum dan juga duduk di sofa di sebelah Adam.


"Pinter banget kamu Mas ngebujuk Mikha." Ucap Zahira, matanya masih mengawasi pergerakan anak sahabatnya itu.


"Anaknya saja yang mudah dibujuk." Jawab Adam sambil mengelus kepala Zahira yang tertutupi kerudung instan.


"Jam berapa sekarang." Gumam Zahira kemudian melihat jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul dua siang.


"Eh, cucu Uti sudah bangun rupanya." Ucap Ibu mencium pipi tembem Mikha.


"Nak, tadi Risma ke sini mau mengajak Mikha pulang. Tapi berhubung kalian sudah tidur jadi Ibu suruh dia pulang." Ujar Ibu memberitahu Zahira tentang kedatangan Risma tadi.


"Jam berapa tadi Risma kemari, Bu?" Tanya Zahira.


"Setengah satu, sepertinya selesai kondangan dia langsung kemari tadi." Jelas Ibu.


Zahira langsung mengangguk.


Tiba-tiba Mikha berlari ke arah Zahira sambil memeluk lututnya. "Onty.. Onty.. mau maem." Pintanya dengan menunjukkan wajah imutnya.


Zahira tersenyum. "Laper ya? Oke, Mikha tunggu di sini. Onty mau menggoreng nugget ayam untuk kamu." Ucapnya mencubit pipi tembem Mikha.


"Iyya." Angguk Mikha cepat, lalu naik ke atas sofa untuk duduk. Mungkin sudah lelah setelah berlari ke sana kemari.


"Om nyalakan TV nya." Adam memencet tombol di remote dan muncul lah film kartun favorit anak-anak yaitu si kembar yang berkepala plontos dari negara tetangga.


Mikha begitu anteng menonton kartun itu. Dia juga tidak rewel, kadang-kadang ia bergumam tidak jelas saat ada adegan bernyanyinya yang mana membuat Ibu dan Adam terkekeh mendengar suara cadelnya.


Sekitar lima menit Zahira sudah kembali dengan membawa nampan. Adam langsung menggeser duduknya agar Zahira bisa duduk di tengah antara dirinya dan Mikha.


"Makan dulu sayang katanya tadi lapar." Ucap Zahira sambil menyuapkan nasi dan juga irisan Nugget ayam ke dalam mulut Mikha.


"Pintarnya ponakan onty." Ucap Zahira melihat Mikha yang makannya sangat lahap.


"Yank.. Mas juga pengen makan disuapi kamu." Celetuk Adam yang tiba-tiba.


"Nak, kamu kan sudah besar. Nggak pantas ya minta makan peke disuapi segala." Tegur sang Ibu, geleng-geleng kepala dengan sikap putra semata wayangnya.

__ADS_1


"Nggak masalah juga Bu, lagian Zahira juga sering menyuapi Adam saat kita makan berdua." Jawab Adam dengan santainya.


"Haih.. dasar bucin kamu." Ledek sang Ibu membuat Adam terkekeh.


"Bentar ya Mas, nunggu Mikha menghabiskan makanan ini dulu, tinggal sedikit lagi." Sahut Zahira.


"Iya." Jawab Adam sambil mengangguk.


"Alhamdulillah.. nasi dan nuggetnya sudah habis. Ponakan Onty makin pintar deh. Sekarang minum dulu sayang." Zahira membantu Mikha meminum air dari gelas kaca.


"Matacih onty.." Kata Mikha sambil memandang Zahira.


Zahira tersenyum. "Sama-sama sayang." Jawabnya gemas.


"Pinter sekali cucu Uti, diajarin siapa sih bilang makasih itu?" Tanya Ibu sambil mencubit gemas pipi Mikha.


"Diajalin Mama." Jawab Mikha polos.


"Ayo ke dapur, perut Mas sudah keroncongan minta di isi." Sambil menarik tangan Zahira. Adam sudah tidak sabar makan disuapi istrinya.


"Lauknya mau pakai apa Mas?" Tanya Zahira saat Adam menarik kursi untuk duduk.


"Ada apa aja memang?" Adam balik bertanya.


"Ada Nugget ayam yang tadi baru aku goreng. Ikan gurame, tahu sama tempe." Jawab Zahira menyebutkan lauknya.


"Ya sudah pakai nugget aja, kayaknya enak banget itu." Adam menunjuk dengan dagunya.


"Mau pakai sayur?" Tanya Zahira lagi.


"Tidak usah, pakai itu sambal bajak." Jawab Adam melihat adanya sambal bajak di mangkuk.


Zahira mengambil nasi secukupnya dari Magic com lalu Nugget dan juga sambal.


"Pakai tangan kamu aja Yank, tidak usah pakai sendok segala." Adam meletakkan sendok di meja yang tadinya mau Zahira pakai untuk menyuapi dirinya.


Adam begitu lahap apalagi makannya disuapi Zahira, sampai-sampai laki-laki yang akan menjadi Ayah itu minta nambah, porsi nasi sama lauknya.

__ADS_1


"Duh, ada bayi besar di sini." Suara berat Ayah meledek Adam. Ayah datang ke dapur untuk mengambil air minum di dalam kulkas.


"Kamu ini tidak mau kalah sama Mikha. Istrimu menyuapi Mikha kamu juga ikut-ikutan minta disuapi." Lanjut Ayah tidak habis pikir.


Adam tersenyum tipis di ledek oleh Ayahnya, tak apalah memang itu kenyataannya. Sedangkan Zahira dia menunduk malu sambil tersenyum kaku.


"Memang kenyataannya begitu Yah, makan disuapi itu paling enak apalagi sama istri sendiri." Balas Adam santai.


"Lagi Yank." Ucap Adam setelah sang Ayah sudah berlalu.


Setelah adegan menyuapi Adam selesai, kini mereka bergabung lagi dengan Mikha dan Ibu di ruang tengah. Mikha masih anteng menonton film kartunnya sambil memegangi balon.


"Mikha sayang.. sekarang onty antar Mikha pulang ya." Bujuk Zahira.


Mikha menggeleng. "Ndak mau, mau cini ajha cama Onty." Ucapnya menolak.


"Nanti Mikha dicariin sama Mama sama Papa." Ucap Zahira lagi.


"Ndak mau.." Rengek Mikha sambil memeluk Zahira erat.


"Gimana ini Mas?" Zahira bertanya kepada Adam.


"Mikha sepertinya sayang banget sama kamu ya Nak." Sahut Ibu. Mengamati interaksi antara Mikha dan menantunya yang bagaikan ibu dan anak.


"Sudah biarkan saja. Nanti saja kita antar Mikha pulang, mungkin dia belum puas main disini." Jawab Adam.


Zahira mengangguk. "Ya udah deh, Mikha pulangnya nanti saja ya kalau gitu." Putus Zahira kemudian.


Dan batita kecil itu mengangguk senang.


.


.


.


Bersambung... Like, Vote, Komen dan Hadiah ya.. Biar Author tambah semangat ngetiknya😄😄

__ADS_1


__ADS_2