
Jam setengah sembilan lebih Zahira sudah bersiap-siap untuk tidur. Ia meletakkan dua buah guling di tengah-tengah sebagai pembatas antara dirinya dan Adam. Ternyata Zahira masih marah sama Adam lantaran hanya karena masalah ponsel yang disita tadi. Entahlah, mungkin itu juga karena kadar hormon kehamilan yang mempengaruhi dirinya.
Adam yang baru keluar dari kamar mandi mengkerutkan dahinya saat Zahira meletakkan dua guling di tengah-tengah ranjang mereka.
"Untuk apa guling ini kamu taruh di tengah, Yank?" Tanya Adam bingung.
"Sebagai pembatas tidur kita Mas." Jawab Zahira enteng.
"Pembatas?" Ulang Adam.
Zahira mengangguk. "Iya.. jadi Mas nggak boleh mindahin dua guling ini!" Ucapnya memperingati.
"Mana bisa gitu?" Protes Adam tidak setuju.
"Bisa dong.. awas ya, kalau sampai Mas Adam pindahin guling-guling ini." Ancam Zahira lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Kamu kan tahu sendiri Yank, Mas nggak bakal bisa tidur kalo nggak meluk kamu.." Ucap Adam masih tidak terima.
Memang kenyataannya Zahira adalah guling hidup yang selalu Adam dekap saat tidur.
__ADS_1
"Aku nggak mau di peluk sama Mas Adam. Mas Adam harus jaga jarak sama aku." Tegas Zahira lalu memejamkan kedua matanya.
Adam menghela napas kasar di udara. Laki-laki tampan itu naik ke atas ranjang untuk tidur juga. Adam hanya bisa mendengus kesal, tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba Zahira memberinya sebuah peringatan dan juga disuruh jaga jarak. Ada-ada saja tingkah istrinya ini memang.
Tapi bukan Adam namanya jika dia mau menuruti perintah dari wanita itu, Adam juga mengindahkan ancaman Zahira. Ia pun menyingkirkan dua guling itu lalu meletakkan di belakang tubuhnya. Dengan begini ia bisa memeluk tubuh Zahira dengan leluasa tanpa adanya guling dan juga jaga jarak segala.
"Mas.. apa'an sih, jangan peluk-peluk." Lirih Zahira yang tadinya sudah terlelap terpaksa harus membuka kedua matanya saat Adam tiba-tiba memeluk dirinya.
"Lepasin Mas.." Zahira meronta meminta Adam untuk melepaskan pelukannya.
"Sudah, kamu tidur saja." Ucap Adam tetap memeluk sambil mengelus lembut punggung Zahira.
"Huek.." Zahira pun membekap mulutnya dan mencubit dengan keras lengan Adam yang berada di pinggangnya.
Tentu saja Adam langsung melepaskan tangannya dan mengusap-usap lengannya yang sakit akibat cubitan Zahira. Cepat-cepat Zahira pergi ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya, Adam juga turut mengejar sang istri ke kamar mandi.
"Huek.. huek.." Zahira muntah di kloset dengan mengeluarkan semua makanan yang ia makan tadi.
Tanpa rasa jijik Adam membantu memijat pundak Zahira. Akan tetapi Zahira mendorong tubuh jangkung itu agar tidak dekat-dekat dengan dirinya.
__ADS_1
"Jauh-jauh kamu Mas.." Pinta Zahira yang tiba-tiba merasa tidak suka jika di dekati Adam.
"Kenapa?" Tanya Adam dengan heran.
"Sana! Kamu menyingkir, jangan dekat-dekat denganku." Lirih Zahira lagi karena badannya sudah lemas.
"Iya, tapi kenapa Yank?" Adam masih bertanya, ia tidak terima jika disuruh menjauh oleh sang istri. Apalagi saat ini Zahira kembali muntah dan tubuhnya juga lemas, Adam sangat khawatir.
"Mas.. menjauhlah.." Pinta Zahira dengan mata berkaca-kaca.
Dengan terpaksa Adam memberi jarak dari Zahira. Memilih keluar dari kamar mandi dan berdiri di depan pintu untuk mengawasi Zahira yang sedang berkumur.
"Sebenarnya ada apa dengan Zahira?" Gumam Adam bertanya-tanya.
.
.
.
__ADS_1
Waduh.. sepertinya adek bayi di perut Mama juga ikutan marah sama Papa Adam🤣🤣