
"Adam.." Panggil seorang gadis cantik yang berpakaian sedikit terbuka berjalan mendekat ke arah mereka.
Adam dan Zahira seketika menoleh, mereka nampak terkejut melihat siapa yang memanggil. Ternyata orang itu adalah Citra gadis yang begitu terobsesi pada Adam saat di kampus dulu. Citra salah satu gadis yang sangat menyukai Adam hingga gadis itu pernah mengaku-ngaku kepada mahasiswa lain jika dia adalah kekasih Adam.
"Lama nggak jumpa, kamu makin tampan aja, Dam." Ucap Citra menampilkan senyum terbaiknya juga mengulurkan tangannya pada Adam namun Adam tidak membalas uluran tangan Citra.
Citra tersenyum kecut karena Adam tidak menjabat tangannya. Ia pun beralih pada Zahira yang memeluk lengan Adam.
"Kayaknya aku pernah lihat kamu deh, tapi di mana ya?" Citra merasa tidak asing dengan wajah Zahira.
"Iya, aku adik kelas kakak waktu SMA dulu." Jawab Zahira agar Citra mengingat dengan dirinya.
"Ah.. iya betul, aku ingat sekarang." Ucap Citra manggut-manggut.
"Apa kalian berdua ada hubungan?" Tanya Citra dengan heran memandang Adam dan Zahira secara bergantian.
Pasalnya Adam adalah laki-laki yang sangat sulit untuk di dekati dari dulu. Dan sekarang setelah sekian lama tidak bertemu, ia malah melihat Adam jalan dengan seorang wanita bahkan sampai bergandengan tangan segala. Adam termasuk laki-laki yang paling tidak suka jika di sentuh oleh perempuan lain. Meski perempuan itu cantik sekalipun.
"Ya, dia adalah istriku." Jawab Adam yang langsung mengenalkan Zahira sebagai istrinya.
Zahira hanya menampilkan senyum manisnya kepada Citra.
Deg..
"A-apa!!" Citra terkejut. Citra tidak menyangka jika Adam sudah menikah dan yang lebih mengejutkan lagi adalah dengan adik kelasnya sewaktu SMA dulu.
Citra memindai penampilan Zahira dari atas sampai bawah yang menurutnya biasa saja bahkan masih kalah jauh cantik dengan dirinya. Lalu apa yang Adam sukai dari gadis ini? Bagi Citra, Zahira sangat tidak pantas jika bersanding dengan Adam.
"Ternyata seleramu rendah juga ya Dam." Citra mengejek penampilan Zahira yang menurutnya tidak modis.
"Biarin daripada kamu ngumbar aurat." Batin Zahira kesal memandang Citra dengan tatapan sinis.
"Memangnya kamu sendiri sudah lebih baik dalam penampilan, hingga beraninya mengejek istriku!" Balas Adam sengit, dia tidak terima Zahira di rendahkan seperti ini.
Citra nampak gugup dengan tatapan tajam Adam tapi ia berusaha untuk biasa saja.
"Y-ya.. aku masih nggak nyangka aja, kamu bisa menikah dengan gadis seperti dia." Citra masih menjawab dengan nada angkuhnya.
__ADS_1
"Haduh.. masih aja suka ngrendahin orang lain, dari dulu nggak pernah berubah, huh.." Batin Zahira lagi.
Adam memandang sinis Citra. "Tidak ada urusannya juga denganmu, aku mau menikah dengan siapa." Jawab Adam datar.
Adam sudah jengah dengan sikap gadis yang ada di hadapannya ini.
"Ayo Yank kita pergi katanya kamu mau makan nasi goreng." Adam berkata begitu lembut kepada Zahira.
Zahira mengangguk. "Ayo Mas aku juga udah lapar." Balasnya dengan senyuman manis sambil memeluk mesra lengan suaminya.
Citra dibuat geram dengan pemandangan yang ia lihat. Mereka seperti sengaja mengumbar kemesraan di depannya.
"Awas saja kalian, lihat saja nanti." Gumam Citra kesal.
***
Adam memesan dua porsi nasi goreng yang di jual di pinggir jalan. Duduk lesehan di tikar yang sudah di sediakan bersama pembeli lainnya yang juga masih mengantri.
"Kamu mau minum apa?" Tanya Adam menoleh ke arah Zahira yang duduk di sebelahnya.
"Teh hangat aja Mas." Jawab Zahira.
"Silahkan di nikmati Nak." Ucapnya ramah lalu beralih untuk menyuguhkan kepada pembeli yang lain.
Dengan semangat Zahira menyantap nasi goreng itu. Adam tersenyum tipis melihat istrinya yang begitu lahap makannya. Adam pikir sang istri akan marah kepada dirinya karena tiba-tiba saja mereka harus bertemu dengan gadis sombong yang bernama Citra.
Ternyata dugaan Adam salah, Zahira justru bersikap biasa-biasa saja saat melihat adanya Citra. Mungkin karena Zahira sudah tahu jika dulunya di antara dia dan Citra tidak ada hubungan apapun hingga Zahira tidak mengacuhkan dirinya.
"Habiskan Yank nasi gorengnya." Ucap Adam di sela-sela suapannya.
"Pasti Mas, tanpa kamu suruh pun aku bakal habiskan nasi goreng ini." Jawab Zahira.
***
Angin malam mulai menyentuh kulit tipis Zahira, ia merasa kedinginan di balik punggung sang suami. Zahira semakin merapatkan pelukannya pada diri Adam. Adam yang menyadari jika pelukan Zahira semakin erat mulai mengurangi kecepatan laju motornya karena ia tahu jika sang istri pasti sedang kedinginan.
"Kamu kedinginan Yank?" Tanya Adam agak keras di balik helm yang ia pakai.
__ADS_1
"Iya Mas.. dingin banget." Jawab Zahira sambil mengangguk.
Bagaimana tidak dingin karena saat ini sudah pukul setengah sebelas malam. Setelah mereka makan nasi goreng tadi, Adam dan Zahira melanjutkan jalan-jalannya lagi di alun-alun. Karena kebetulan juga sedang ada festival anak band antar sekolah yang menunjukkan bakatnya di bidang musik. Karena terlalu asyik menikmati setiap lagu-lagu yang dibawakan hingga Zahira dan Adam sampai lupa dengan waktu yang sudah beranjak malam.
"Kenapa berhenti Mas?" Tanya Zahira bingung lalu melepaskan pelukannya di tubuh Adam.
Adam terpaksa harus berhenti sebentar di pinggir jalan untuk memberikan jaketnya pada Zahira karena ia tahu jika istrinya ini tidak kuat menahan hawa dingin apalagi di malam hari. Adam melepas helmnya dan menoleh ke belakang.
"Kamu pakai jaket Mas ya?" Adam sangat khawatir jika Zahira akan mengalami flu lalu sakit akibat terkena angin malam.
"Nggak perlu, Mas pakai aja jaketnya. Aku beneran nggak apa-apa." Zahira menolak memakai jaket membuat Adam tidak bisa memaksa lagi
"Tahu gini Mas pakai mobil saja biar kamu nggak kedinginan saat pulang."
Kenapa ia sampai tidak kepikiran untuk memakai kendaraan roda empat.
"Sudah, nggak masalah Mas, cuma angin malam aja kok. Ayo pulang sudah jam setengah sebelas nih." Ajak Zahira sambil melihat jam mungil di pergelangan tangan kirinya.
Adam mengangguk ia memakai kembali helmnya dan mulai menyalakan sepeda motornya. Pukul sebelas mereka sudah sampai di rumah. Keadaan rumah sudah sepi semua lampu juga sudah di matikan.
Adam dan Zahira segera masuk ke dalam kamar lalu mereka sama-sama membasuh muka dan menggosok gigi setelah berganti baju.
"Mas kita belum sholat isya." Zahira mengingatkan Adam saat Adam juga masuk ke dalam kamar mandi.
"Iya Mas tahu, sekarang kamu wudhu terus kita sholat berjamaah." Adam menyuruh Zahira untuk mengambil air wudhu duluan.
Selesai sholat isya berjamaah Zahira langsung merebahkan tubuh rampingnya di kasur ia sudah ngantuk berat.
"Ngantuk ya?" Tanya Adam lalu berbaring di samping istrinya.
"Iya Mas, ngantuk banget." Jawab Zahira sambil menguap.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...