
Setelah melaksanakan sholat subuh Zahira di antar Bapak ke rumah Adam untuk di rias oleh perias pengantin. Zahira mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk lalu dibukakan oleh Uwak Sari. Bapak sendiri langsung pamit pulang setelah Zahira memasuki rumah Adam.
"Ayo masuk calon pengantin, penata riasnya belum datang mungkin sebentar lagi." Kata Uwak Sari membuka pintu dengan lebar.
"Uwak semalem menginap di sini?" tanya Zahira memasuki rumah Adam untuk yang kedua kalinya.
Meski sudah menyandang calon istri tapi bagi Zahira dia masih belum pantas untuk sering-sering datang ke rumah Adam.
"Iya Uwak semalam menginap, Uwak nggak mau bolak-balik ke rumah nanti malah bikin repot." Jawab Uwak Sari.
Zahira melihat dekorasi yang di pilihnya sudah terpajang bagus di ruang tamu rumah Adam. Zahira tersenyum, membayangkan ia dan Adam duduk di tempat itu untuk menyalami tamu-tamu yang hadir memberikan selamat kepada mereka.
"Tinggal beberapa jam lagi." Batinnya.
"Adam dan Ayahnya masih di Masjid belum pulang. Kamu mau duduk di sini atau mau ke kamar Ibu mertuamu. Kebetulan Ibu mertuamu juga sudah bangun." Ucap Uwak Sari lagi.
"Zahira menemui Ibu saja sambil menunggu penata riasnya." Jawab Zahira lalu berjalan ke kamar Ibu Adam.
"Kalau gitu Uwak ke dapur dulu." Pamitnya.
__ADS_1
Melihat pintu kamar Ibu Adam yang terbuka, Zahira langsung masuk ke dalam dan ternyata Ibu Adam duduk bersandar di kepala ranjang sambil tersenyum melihat Zahira yang sudah datang.
"Sini Nak duduk di samping Ibu." Ucap Ibu sambil menepuk sisi kasurnya.
Zahira pun duduk.
"Ibu sudah bangun dari tadi?" Tanya Zahira.
"Iya saat adzan Subuh berkumandang Ibu sudah bangun. Nanti kamu di rias di kamar Adam ya?" Ucap Ibu.
"Iya Buu." Jawab Zahira menganggukkan kepalanya.
Sekitar tiga puluh menit Uwak Sari masuk ke kamar Ibu Adam. Memberi tahu jika penata riasnya sudah datang dan sekarang duduk di ruang tamu. Adam dan ayahnya juga sudah pulang dari Masjid.
Zahira dan Uwak Sari pun menghampiri Adam.
"Dam.. tolong kamu antar penata riasnya untuk merias Zahira di kamarmu." Ucap Uwak Sari.
Adam segera bangkit dari duduknya.
__ADS_1
"Mari saya antar ke kamar saya." Adam mengajak penata rias masuk ke kamarnya di ikuti oleh Zahira juga.
Adam membuka pintu kamarnya, mempersilahkan mereka masuk. Penata rias menyuruh Zahira untuk duduk di kursi agar leluasa meriasnya.
"Aku keluar, jika kamu butuh sesuatu panggil saja aku." Ucap Adam kepada Zahira.
"Iya Kak." Angguk Zahira.
Penata rias pun mulai melakukan tugasnya merias Zahira. Zahira sendiri meminta riasan yang tidak terlalu tebal yang langsung di turuti oleh mereka. Setelah hampir satu jam di rias kini Zahira memakai kebaya putih panjang yang menjuntai serta kerudung yang menutupi kepalanya juga mahkota yang di sematkan di kepala Zahira. Zahira sungguh cantik dan benar-benar membuat orang pangling. Dua jam akhirnya mereka selesai mendandani Zahira.
Kini jam menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Masih ada waktu satu jam lagi untuk memulai Ijab kabulnya. Zahira benar-benar gugup. Penata rias sendiri sudah meninggalkan rumah Adam untuk merias di tempat lain.
Ibu masuk ke kamar Adam untuk melihat Zahira yang sudah selesai di rias dengan di tuntun oleh Uwak Sari secara hati-hati.
"MashaAllah... kamu cantik sekali Nak?" Ibu kagum melihat penampilan Zahira.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...