
Hari sudah berganti menjadi hari minggu lagi. Zahira duduk bersantai di teras depan rumahnya. Hari ini ia tidak pergi kemana-mana. Adam juga tidak mengajaknya keluar jalan-jalan. Katanya laki-laki tampan itu lagi sibuk dengan pekerjaannya. Jadi hari ini Zahira bisa istirahat penuh di rumah.
Kebetulan juga sang sahabat Risma akan datang ke rumahnya bersama putri kecilnya. Mereka jarang sekali bertemu karena kegiatan mereka masing-masing. Risma sibuk dengan keluarga kecilnya sedangkan Zahira sibuk dengan bekerjanya. Jadi hanya di hari minggu seperti ini mereka bisa berjumpa melepas rasa kangen.
"Assalamu'alaikum." Ucap salam Risma memasuki rumah Zahira sambil menggandeng putrinya.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Zahira.
"Risma.. hai ponakan onty yang imut.." Tak lupa Zahira menciumi pipi gembul Mikha. "Ayo masuk." Ajaknya.
"Tumben rumahmu kok sepi? Ke mana Ibu kamu Ra?" Tanya Risma. Diedarkan pandangannya ke sekeliling arah.
"Ibu lagi pergi belanja ke pasar sama Bapak." Jawab Zahira.
"Duduk lah, aku buatkan minum dulu." Zahira melangkah ke dapur mengambil minuman dan cemilan.
"Ini silahkan di cicipi makanannya." Sambil meletakkan nampan di atas meja membuat si kecil Mikha langsung saja mengambil cemilan yang di sediakan Zahira. Gadis kecil itu sangat antusias jika perihal makanan.
__ADS_1
"Matacih Onty..." Ucap Mikha senang.
"Sama-sama sayang.." Zahira mengusap kepala Mikha.
"Ra.. beneran deh, aku masih nggak nyangka aja. Kamu dan Kak Adam bentar lagi nikah!" Seru Risma.
"Apalagi kamu, aku aja ngerasa ini seperti mimpi." Ucap Zahira terkekeh.
"Tapi gimana perasaan Kak Adam sama kamu ya. Dari dulu doi kan selalu bersikap dingin kalau melihat kamu. Nyapa aja nggak pernah." Ungkap Risma mengingat sifat lelaki tampan itu pada sahabatnya. Sampai Risma merasa kasihan melihat Zahira yang selalu ditatap Adam datar.
"Aku juga nggak tahu. Aku pernah menanyakan hal ini padanya. Apa tidak menyesal kalau menikah dengan__" Namun kalimat Zahira langsung di potong Risma.
"Ya.. katanya nggak masalah. Asalkan kedua orang tuanya bahagia. Kamu tahu, waktu kita lagi beli barang seserahan. Dia membeli dengan kualitas bagus-bagus padahal aku udah saranin agar beli bahan yang biasa aja. Harganya aja mahal banget. Tapi dasar Kak Adam nggak mau dengar omonganku." Zahira kesal mengingat perdebatan mereka saat membeli barang seserahan kemarin.
"Benarkah? Itu tandanya doi udah mau nerima kamu, Ra.. Tapi sebenarnya aku juga heran sama sikapnya Kak Adam. Cuma sama kamu aja loh Ra, doi bersikap dingin yang menurutku terlalu berlebihan." Terang Risma.
"Masa sih, tapi emang iya kalau di lihat-lihat. Kadang aku juga heran, apa aku punya salah ya.. sama dia." Pikir Zahira.
__ADS_1
Mengingat-ingat kesalahan apa yang pernah ia lakukan terhadap lelaki tampan yang akan menjadi suaminya itu. Tapi ia tidak menemukan letak kesalahannya.
Adam salah satu lelaki tampan di kampungnya. Banyak sekali gadis-gadis yang suka cari perhatian jika Adam sedang berkumpul bersama pemuda-pemuda lainnya di warung kopi kampung mereka. Apalagi saat Adam duduk di bangku SMA, dia pernah menjabat sebagai ketua OSIS. Banyak juga gadis di sekolahnya yang ingin menjadi pacarnya. Namun Adam tidak pernah merespon, ia hanya fokus dengan pelajarannya saja.
"Apa mungkin Kak Adam suka sama kamu ya Ra. Makanya doi tutupi sama sikap dinginnya?" Duga Risma.
"Nggak mungkin lah Ris, kamu lupa apa kalau Kak Adam pernah pacaran sama gadis cantik saat di kampusnya dulu. Bahkan mereka pacaran udah dua tahun loh." Jawab Zahira.
"Cantik dari mana sih Ra, lebih cantik kamu malah. Dia cuma menang warna putihnya aja, mana sombong lagi." Kesal Risma mengingat kelakuan kekasih Adam waktu jaman sekolah dulu.
Ya, Risma dan Zahira kenal dengan mantan pacar Adam. Karena mantan pacar Adam dulunya adalah kakak kelas mereka sewaktu duduk di sekolah SMA. Hanya terpaut dua tahun umurnya dari Risma dan Zahira. Mantan pacar Adam memang terkenal cantik karena memiliki kulit berwarna putih. Tapi juga punya sifat sombong suka merendahkan orang lain.
"Tapi aku seneng, akhirnya mereka putus dan Kak Adam yang akan jadi suami kamu." Ucap Risma tersenyum lebar sambil memeluk Zahira.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...