Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan
Nasi boranan


__ADS_3

"Lepas ih.." Zahira tidak suka tubuhnya dipeluk Adam. Harusnya tidurnya sudah lelap namun Adam semakin erat memeluknya hingga Ia merasakan sesak.


"Mas mohon biarkan seperti ini." Ucap Adam tanpa melepas rangkulan tangannya.


"Tapi ini sesak, saya tidak bisa nafas.." Protes Zahira.


Adam lantas melepaskan tangannya dari pinggang istrinya itu. Zahira kini bisa bergerak bebas dan memejamkan matanya lagi untuk tidur dengan memiringkan badannya memunggungi Adam. Laki-laki itu tidak jadi tidur, matanya tetap terjaga dan hanya menatap punggung Zahira.


"Mas kangen banget dengan manjanya kamu sebelum tidur." Gumam Adam.


Adam beranjak dari tidurnya lalu berjalan keluar kamar. Duduk seorang diri di teras sambil menghisap rokok yang jarang sekali ia lakukan jika tidak ada masalah seperti sekarang ini.


*


Tengah malam Zahira terbangun. Sepertinya anaknya menginginkan sesuatu. Ia pun menoleh ke arah sang suami yang tidurnya menghadap ke dirinya. Ia belai wajah tampan itu meski rasa marah masih menyelimuti dirinya terhadap Adam.


"Sebenarnya aku tidak bisa lama-lama marah sama kamu Mas. Tapi jika mengingat cara kamu membentak, aku jadi sangat kesal." Ucap pelan Zahira sambil mengerucutkan bibirnya.


Zahira memajukan tubuhnya untuk mencium kening laki-laki yang masih tidur itu. Ia tersenyum melihat wajah damai Adam.


"Kalau lagi tidur kayak gini, gantengnya jadi makin maksimal." Zahira terkikik sendiri.

__ADS_1


"Ups.." perempuan itu langsung menutup mulutnya agar tawanya tidak membangunkan Adam.


"Kamu lapar ya Dek, mau makan sesuatu ya." Zahira berbicara kepada janinnya sembari ia elus.


Ia pun bangun perlahan-lahan. Ternyata pergerakannya mengusik tidur Adam. Laki-laki itu pun membuka kelopak matanya meskipun masih berat.


"Kenapa bangun Yank?" Tanya Adam dengan suara serak.


"Susah tidur ya?" Adam bertanya lagi sembari ikutan duduk.


Zahira mengangguk. Adam menundukkan kepalanya ke arah perut Zahira.


"Anak Papa kenapa bangun? Pasti rindu sama Papa ya. Apa mau Papa jenguk sekarang?" Pertanyaan konyol, Adam lontarkan begitu saja.


Sengaja Adam ucapkan biar marahnya Zahira luntur. Ia pun mendongak melihat wajah sang istri yang juga tengah menunduk ke arahnya.


"Boleh nggak jika Mas menjenguk Adek sekarang." Sebelum melakukannya Adam bertanya dulu.


'Glek' Zahira menelan ludahnya. Perutnya sekarang lapar, si suami malah minta untuk dilayani. Tidak tahu apa jika dia masih marah, rupanya suaminya ini pintar juga ya merayu menjerumus, pikir Zahira.


"Yank." Panggil Adam. Wajahnya sudah ia dekatkan di wajah Zahira yang hanya berjarak beberapa centi saja. Hembusan nafas Adam menerpa wajah ayu itu.

__ADS_1


Tidak perlu membutuhkan jawaban dari sang empu. Adam langsung me***at bibir Zahira dengan tempo lembut agar Zahira terbuai dan tidak protes. Ia tersenyum menang saat Zahira hanya diam meski tidak membalas.


Zahira seperti orang linglung saat Adam mencium bibirnya. Ia pun mencubit pinggang kekar itu agar Adam menghentikan aktifitasnya.


"Kenapa? Dosa jika menolak keinginan suami." Kata Adam.


Zahira menghela napas kesal. Selalu saja kata itu yang menjadi andalannya agar Zahira menurut.


"Tapi saya lapar." Ucap Zahira. Membuat Adam tersenyum.


"Ya sudah, kita jeda dulu kalau gitu. Kamu mau makan apa? Biar Mas ambilkan di dapur." Kata Adam lalu turun dari ranjang.


"Aku mau makan Nasi boranan." Jawab Zahira.


Seketika Adam diam membeku. "Nasi boranan?" Gumamnya tidak percaya.


.


.


Nah loh, Mas Adam.. nyari dimana tuh Nasi boranan nya🤣🤣

__ADS_1


.


__ADS_2