
Setelah memeriksakan kandungan Zahira, Adam membelokkan mobilnya ke mini market untuk membeli susu ibu hamil.
"Kamu mau rasa apa Yank?" Tanya Adam saat melihat beberapa varian rasa susu ibu hamil dengan merk yang berbeda-beda yang ada di hadapannya.
"Coklat sama stroberi aja Mas." Jawab Zahira singkat.
Dengan sigap Adam mengambil dua varian rasa itu.
"Sudah cuma ini, nggak mau rasa vanilla atau kacang hijau gitu?" Adam kembali bertanya.
Zahira menggeleng. "Nggak, aku nggak suka sama dua rasa itu." Jawab Zahira membuat Adam mengangguk paham.
"Ayo Mas. Sekarang kita belanja kebutuhan lain!" Dengan semangat Zahira menarik tangan Adam untuk mengambil troli lalu mengambil beberapa barang yang akan dia beli.
Tidak ketinggalan Zahira juga membeli beberapa cemilan kesukaannya bahkan sampai ada yang level pedas pula. Tapi sebelum mengambil itu Adam sudah terlebih dahulu menegurnya.
"Ingat kata dokter tadi, kamu nggak boleh terlalu banyak makan makanan yang model ginian." Larang Adam bernada dingin dengan menahan tangan Zahira yang sudah memegang cemilan berlevel pedas.
"Hehe, maaf lupa. Tapi cuma tiga aja kok nggak lebih. Boleh ya.. ya.." Bujuk Zahira menampilkan wajah memelasnya.
Adam menghela napasnya lalu mengangguk. "Ya sudah, hanya tiga saja tidak boleh lebih dari itu. Apalagi rasa pedas ini sangat tidak boleh!" Tekan Adam dengan tegas.
"Iya Mas.." Zahira mengangguk patuh dan tidak membantah. Meski terpaksa harus mengembalikan cemilan pedas itu tapi mau bagaimana lagi daripada kena amarah Adam.
Adam sangat tahu jika Zahira sukanya ngemil. Untuk itu ia juga membelikan beberapa cemilan sehat sesuai anjuran dari dokter tadi. Adam membeli beberapa coklat, yoghurt dan sereal. Untuk buah-buahan belinya nanti saja setelah ia pulang dari tempat kerjanya.
***
Mereka pulang bertepatan dengan adzan Maghrib yang sudah berkumandang.
"Assalamu'alaikum.." Ucap salam Zahira memasuki rumah dengan Adam yang menenteng beberapa kantong plastik belanja mereka tadi.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Ayah yang hendak pergi ke Masjid.
"Baru pulang kalian, bawa apa saja itu?" Tanya Ayah terlebih dahulu.
"Iya Yah, tadi mampir dulu ke mini market." Jawab Adam.
Ayah hanya mengangguk kemudian berlalu dari hadapan mereka.
Adam langsung menyimpan semua barang-barangnya di lemari dapur setelah itu ke kamar untuk sholat Maghrib berjama'ah dengan Zahira.
Selesai makan malam, seperti biasa keluarga ini akan berkumpul di ruang tengah kecuali Zahira yang saat ini sedang berada di kamar untuk melanjutkan menonton Drama China favoritnya sambil ngemil.
"Bagaimana tadi hasil periksanya, Nak?" Tanya Ibu kepada Adam.
Adam tersenyum tipis. "Usia kehamilan Zahira baru dua minggu Bu, dan kondisi ibu serta janinnya baik-baik saja." Jawab Adam.
"Alhamdulillah.." Ucap syukur Ayah dan Ibu.
__ADS_1
"Yah.. bentar lagi kita bakal jadi kakek nenek!" Seru Ibu senang.
"Iya, Ibu akan dipanggil Uti sedang Ayah akan dipanggil Akung." Sahut Ayah dengan kekehan kecil.
"Terus apa lagi kata Dokternya Nak?" Ibu kembali bertanya.
Adam yang sedang berbalas pesan dengan rekannya terpaksa berhenti sejenak.
"Zahira harus banyak makan makanan yang sehat Bu.. Terlebih sangat dianjurkan untuk selalu makan ikan dan juga istirahat yang cukup." Jawab Adam.
Ibu mengangguk paham.
"Ya sudah besok Ibu bakal beli banyak ikan untuk kesehatan calon cucu Ibu." Pungkasnya dengan semangat.
"Di mana istrimu?" Tanya Ayah yang tidak tahu jika saat ini Zahira sedang berada di kamar.
Karena setelah membantu Ibu membereskan meja makan Zahira langsung pamit untuk kembali ke kamarnya.
"Di kamar Yah.. sedang istirahat." Ibu yang menjawab.
Adam yang mendengarnya tersenyum tipis. Karena ia tahu istrinya itu bukan sedang beristirahat melainkan sedang menonton drama favoritnya.
"Oh.." Angguk Ayah.
"Kamu jangan lupa, kabari juga kedua mertuamu." Ujar Ibu mengingatkan.
"Iya Bu, Adam tidak akan lupa." Jawab Adam.
Ceklek..
Adam membuka pintu kamarnya lalu menutup kembali. Dia geleng-geleng kepala melihat Zahira yang begitu serius dengan tontonan nya. Apalagi istrinya itu sudah menghabiskan satu bungkus cemilan dan bungkusnya masih tergeletak di sebelahnya.
"Kalau sudah selesai makan bungkusnya harus dibuang. Jangan taruh sembarangan." Tegur Adam lalu mengambil bungkus itu dan membuangnya di tempat sampah.
Zahira memandang Adam lalu melanjutkan kembali menonton nya.
"Minum susu hamilnya sekarang atau nanti?" Tanya Adam yang berdiri di sisi kasur.
"Nanti aja Mas sebelum tidur." Jawab Zahira tanpa melihat Adam.
"Mau rasa yang mana?" Adam kembali bertanya sambil melipat kedua tangannya.
"Yang coklat saja." Jawab Zahira singkat.
"Sudah.. nonton drama terus!" Terpaksa Adam mengambil ponsel Zahira lalu mematikan ponsel itu.
"Mas.. aku belum selesai nontonnya? Main ambil aja, sini kembali'in." Pinta Zahira sambil menadahkan tangannya.
"Tidak, untuk sementara ponsel kamu Mas sita!" Jawab Adam dengan tegas.
__ADS_1
Zahira berdecak kesal. "Lagi seru-serunya nonton, ponsel malah disita, menyebalkan." Gerutu Zahira lalu keluar kamar meninggalkan Adam setelah memakai kerudung.
Zahira bergabung dengan kedua mertuanya yang sedang menonton berita. Dia langsung memeluk tubuh sang Ibu.
"Ibu.. Mas Adam keterlaluan, masa ponselku di ambil.. mana tidak di kembalikan lagi." Adu Zahira seperti anak kecil.
Ibu dan Ayah geleng-geleng kepala. Mereka berdua sudah hafal dengan tingkah keduanya.
"Kenapa bisa di ambil?" Tanya Ibu sambil menepuk-nepuk tangan sang menantu.
"Tadi aku nonton Drama China, Bu.." Jawab Zahira lalu melepaskan pelukannya dan menyandar di sofa.
Ibu terkekeh kecil. "Oh.. jadi tadi kamu ke kamar karna lagi nonton drama, bukan istirahat." Sahut Ibu mencubit hidung bangir Zahira.
"Hehe.. Iya. Kan sama aja Bu." Balas Zahira menampilkan tawanya.
"Sudah, nonton drama China-nya kamu pending dulu, nanti juga hape kamu bakal di kembalikan Adam." Ujar Ibu.
"Huft. Iya deh.." Jawab Zahira pasrah.
Tidak lama Adam juga menghampiri mereka dengan membawa segelas susu hangat.
"Apa itu Nak?" Tanya Ibu melihat Adam meletakkan segelas susu coklat di meja.
"Susu ibu hamil, Bu." Jawab Adam lalu duduk di sebelah sang istri.
"Tuh.. suami kamu sudah buatkan susu. Gih.. kamu minum." Perintah sang Ibu.
Zahira mengangguk lalu meminumnya sampai habis.
Zahira bersikap cuek terhadap Adam, matanya ia fokuskan untuk melihat berita yang ada di TV. Adam sendiri juga sibuk bermain game di ponselnya yang ia download.
"Yah, pindah channel nonton sinetron dong, mumpung beritanya sedang iklan." Ucap Zahira kepada sang Ayah mertua.
Ayah memberikan remote TV kepada Zahira. "Ini remotenya kamu cari sendiri sinetronnya, Ayah mau ke kamar mandi dulu." Ucap Ayah lalu beranjak dari duduknya.
"Kita nonton sinetron yang ada di *cti saja Nak." Sahut Ibu cepat.
"Ibu nggak bosen apa lihat sinetron itu terus. Kita cari yang lain aja ya?" Tawar Zahira.
"Tidak mau.. Ibu senang dengan sinetron itu." Ucap Ibu tidak mau dibantah membuat Zahira terpaksa mengalah dan memilih menonton sinetron kesayangan ibu mertuanya itu.
.
.
.
Bersambung..
__ADS_1
GIMANA RADA NGEBOSENIN YA..😓