Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan
Terciduk


__ADS_3

Kaki Adam kini sudah bisa digerakkan secara leluasa setelah di urut oleh tukang urut kenalan sang Ayah. Meskipun bengkaknya masih terlihat tapi sudah bisa di pijakkan di lantai secara pelan-pelan. Sehingga saat berjalan Adam tidak perlu di papah lagi, ternyata mujarab juga pijatan tangan dari tukang urut itu.


"Alhamdulillah.. kaki kamu udah nggak sakit lagi kan Mas?" Tanya Zahira melihat Adam sudah bisa berjalan sendiri di depan Televisi.


Adam mengangguk. "Lumayan Yank, sakitnya tidak separah pagi tadi." Lalu duduk di samping Zahira yang tengah menonton film India yaitu Mujhse Dosti Karoge.


Adam membaringkan kepalanya di pangkuan Zahira ikut melihat film kesukaan istrinya. Zahira langsung mengelus kepala Adam.


Adam begitu nyaman menikmati elusan lembut dari tangan sang istri. Ia juga tidak ambil pusing tentang persoalannya dengan Haikal. Adam yakin Zahira tidak akan pernah berpaling darinya meski bisa saja Haikal menyatakan rasa sukanya kepada istrinya.


"Lihat Mas.. itu si Hrithik Roshan keren banget kan kalau nari di lagu The Medley of Mujhse Dosti Karoge, dia tuh sangat handal soal tarian." Ucap Zahira mengagumi Aktor asal India itu dalam hal menari.


Adam langsung bangkit dari berbaringnya setelah mendengar sang istri memuji laki-laki lain dan kini sudah menghadap Zahira.


"Kalau soal ketampanan lebih tampan siapa?" Tanya Adam, ia seperti tidak rela jika Zahira memuji laki-laki lain meskipun yang di puji juga tidak akan pernah mengenal sang istri.


"Ehm.. lebih tampan siapa ya?" Jawab Zahira seraya berpikir dengan mengetukkan jari telunjuknya di dagu. Zahira sengaja ingin menggoda Adam.


"Kenapa berpikir segala sih, tinggal jawab aja kalau Mas ini yang paling tampan." Protes Adam karena Zahira begitu lama menjawabnya.


"Eh, kata siapa Mas paling tampan." Ucap Zahira menahan senyum.


"Oh.. jadi kamu nggak mau mengakui, kalau suami kamu ini sangat tampan." Jawab Adam dengan nada datar.


Zahira pun menganggukkan kepalanya. "Iya, lebih tampan Hrithik Roshan malah ketimbang kamu, Mas." Zahira seolah tidak takut dengan wajah datar suaminya. Masih ingin menggoda Adam.


"Ayo jawab lagi lebih tampan siapa?" Desak Adam masih dengan suara datarnya.


"Hri.. emmppthh.."


Belum sempat menjawab, Adam langsung mengulum bibir Zahira. Tangan kanannnya juga menahan tengkuk Zahira. Adam benar-benar tidak memberikan Zahira kesempatan untuk berbicara, ia men*ium bibir itu cukup lama. Zahira memukuli dada Adam untuk menghentikan aksi gilanya itu, karena mereka sekarang berada di ruang tengah, malu jika sampai Ibu mertua melihat adegan ini.

__ADS_1


"Astaghfirullah!!" Spontan Ibu memekik kaget melihat aksi sang putra.


Ibu menutup kedua matanya tidak ingin melihat adegan live yang menurutnya sangat keterlaluan meskipun mereka pasangan halal.


Seketika Adam langsung menghentikan aksinya setelah mendengar pekikan dari sang Ibu. Zahira sendiri cukup malu sampai-sampai harus menundukkan kepalanya, bahkan tidak berani melihat wajah sang mertua.


Ibu berjalan mendekat ke arah mereka yang kini menjadi tersangka akibat terciduk melakukan adegan ci*man di depan televisi. Sementara Adam sama sekali tidak merasa bersalah justru Adam menganggap sang Ibu menjadi pengacau akibat kegiatannya yang belum selesai.


"Masih siang juga kamu sudah berbuat seperti itu, mana di depan televisi lagi!" Seru Ibu dengan nada kesalnya sambil memukul lengan Adam cukup keras.


Adam mengelus lengannya yang sedikit sakit.


"Ibu ini seperti tidak pernah muda saja, padahal Adam juga belum selesai." Jawab Adam dengan santainya.


Zahira memberi Adam tatapan tajam. Enteng sekali mulut suaminya itu kalau bicara.


"Ibu memang pernah muda ya.. tapi bukan gini juga kamu melakukan hal begituan seenaknya. Di kamar kan bisa!" Sembur Ibu sambil geleng-geleng kepala ternyata putranya ini mesum juga. Ibu tidak habis pikir dengan sifat dinginnya yang selalu Adam tunjukkan pada siapa saja.


"Tidak apa-apa sayang, bukan kamu yang salah tapi putra Ibu ini yang nggak punya urat malu." Jawab Ibu melirik sinis Adam.


Zahira pun menjulurkan lidahnya mengejek sang suami membuat Adam membuka mulut.


***


Zahira sudah selesai dengan ritual mandi sorenya kini ia sedang melaksanakan sholat ashar. Adam masuk ke kamar, melihat sang istri yang sedang sholat ia pun memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya juga.


Lima belas menit kemudian Adam keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi pinggangnya menyisakan perut ratanya yang berotot.


Zahira yang melihatnya segera mengambilkan pakaian lengkap suaminya di dalam lemari lalu memberikannya pada Adam.


"Bisa kan jika sholatnya sambil berdiri?" Tanya Zahira.

__ADS_1


"Bisa, tapi kamu jangan keluar dulu tunggu Mas sampai selesai sholat." Jawab Adam, Zahira pun mengangguk.


Tidak berapa lama Adam sudah selesai dengan sholatnya.


"Jujur ya Mas, aku pengen banget ke rumah Emak. Kangen juga udah beberapa hari nggak lihat mereka." Ungkap Zahira yang duduk di kursi meja rias sambil menyisir rambut sebahunya.


"Kamu perginya sama Mas aja ya, tapi nanti setelah kaki Mas benar-benar sembuh." Jawab Adam, berdiri di belakang Zahira menciumi kepala perempuan itu dengan sayang.


Sebenarnya tidak masalah jika Zahira pergi ke rumah orang tuanya seorang diri, tapi karena Adam sangat khawatir jika Zahira akan bertemu Haikal yang sewaktu-waktu bisa saja berada di rumah mertuanya itu. Adam tidak rela jika melihat Zahira hanya berduaan saja dengan Haikal. Oleh sebab itu Adam mencoba memberi pengertian pada Zahira agar bersama dia saja pergi ke rumah orang tuanya.


Adam juga tidak memberi tahu Zahira kalau sebenarnya Haikal juga mencintai dirinya dan alasan kenapa Haikal bisa pulang kampung sebab ingin melamarnya untuk menjadikan Zahira sebagai istri.


"Jadi nggak boleh nih, kalau aku pergi sendiri tanpa Mas?" Ulang Zahira.


Adam menggeleng. "Tidak boleh harus sama Mas!" Tegas Adam sambil melihat pantulan dirinya dan Zahira di cermin.


"Ya.." Keluh Zahira menyebikkan bibir, tidak puas dengan jawaban sang suami.


"Nurut ya sama perintah Mas, bukannya melarang tapi Mas juga ingin pergi sama kamu." Ucap Adam dengan lembut melihat kekecewaan di wajah sang istri. Memberi pengertian.


Zahira hanya menampilkan senyumnya. Jujur saja dia begitu kecewa pada Adam masa tidak boleh pergi ke rumah orang tuanya sendiri, padahal jaraknya juga tidak jauh masih di kampung yang sama malah hanya berbeda gang saja letak rumahnya itu.


Dert.. dert.. dert..


Tiba-tiba suara ponsel Zahira berbunyi menandakan ada yang menelfon, Adam langsung melihatnya. Nampak ia terkejut dengan nama yang tertera di layar ponsel sang istri.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


Jangan lupa beri sumbangan buat Author berupa like, vote dan hadiah ya💖💖


__ADS_2