Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan
Perasaan khawatir?


__ADS_3

Setengah lima lebih Adam sudah pulang, tidak lupa membawa sekotak martabak telur kesukaan istri tercinta. Kini ia sedang mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang sudah lengket. Begitu melihat sang suami sudah pulang, Zahira masuk ke kamar untuk mengambilkan pakaian ganti Adam lalu menaruhnya di atas kasur.


Adam keluar dari kamar mandi dengan handuk yang di lilitkan di pinggang serta handuk kecil yang ia gosokkan di rambut basahnya. Seketika Zahira menoleh dan menyuruh Adam untuk membungkuk agar mudah mengeringkan rambut basah suaminya itu.


"Martabak pesanan kamu tadi Mas taruh di meja ruang tamu." Kata Adam setelah Zahira selesai mengeringkan rambutnya.


"Iya, makasih ya Mas udah di belikan." Jawab Zahira menatap Adam sambil tersenyum manis.


"Sama-sama." Balas Adam mengacak-acak rambut Zahira.


Kini Adam memakai pakaian lengkapnya di depan Zahira tanpa ada rasa malu sama sekali. Zahira yang melihat hal itu membuat pipinya bersemu merah. Adam benar-benar membuatnya salah tingkah, tidak tau apa kalau Zahira yang jadi malu sendiri.


"Ya Allah Mas.. kamu nggak malu apa makai pakaian langsung di depanku seperti ini!" Keluh Zahira protes.


"Kenapa juga Mas harus malu, kamu juga sudah lihat semuanya kan." Jawab Adam begitu santai.


"Ya.. terserah kamu lah Mas." Jika sudah begini, Zahira kalah telak. Adam mengucapkan kata-kata yang menurutnya tidak patut untuk di dengar.


"Nanti Mas nggak bisa ikut makan malam, soalnya Andi ngajak Mas berkumpul dengan Haikal di cafe." Ucap Adam.


"Iya nggak masalah, kalian bertiga pasti rindu sama masa-masa dulu." Zahira mengambil handuk yang tadi di pakai Adam lalu di letakkan di sisi lemari untuk di gantung.


Zahira paham bagaimana persahabatan mereka sejak masa-masa sekolah dulu. Ke mana pun selalu pergi bersama meski Haikal juga sering absen untuk tidak ikut berkumpul, lantaran Haikal yang ingin pergi dengan dirinya. Diantara mereka bertiga yang paling kocak adalah Andi, dia orang yang paling bisa mencairkan suasana terlebih antara Adam dan Haikal yang sama-sama irit bicara orangnya.

__ADS_1


Tapi jika dengan dirinya, Haikal akan menjadi laki-laki cerewet. Seperti tidak boleh pergi malam-malam sendiri ke pasar malam padahal dia perginya juga dengan Risma dan teman-teman yang lain.


"Kamu jangan makai KB ya, Mas nggak mau nunda punya anak." Ucap Adam.


Zahira kembali tersadar dari lamunannya. Ia melangkah mendekati Adam yang duduk di tepi kasur dan berdiri di depan laki-laki tampan itu.


"Aku sama sekali tidak minum pil KB kok Mas? Aku juga pengen cepet-cepet punya momongan biar rumah kita rame." Jawab Zahira tersenyum.


Akan sangat lengkap hidup mereka jika nanti dirinya hamil dan melahirkan seorang anak. Pasti sangat lucu wajah bayi mereka, perpaduan wajah sang suami dan juga dirinya. Tapi tentu saja harus dibarengi dengan do'a kepada sang maha pencipta agar segera diberi keturunan yang sholeh dan sholehah.


"Kita harus banyak do'a dan usaha semoga Allah SWT mengabulkan keinginan kita." Sambung Adam menggenggam kedua tangan Zahira.


"Amiin.. semoga keinginan kita segera di kabulkan sama Allah SWT." Tambah Zahira dengan semangat.


Zahira refleks memukul lengan suaminya.


"Iih, modus. Sebentar lagi adzan Maghrib, nggak dengar apa suara qiro'ah di speaker masjid, ada-ada aja kamu." Zahira geleng-geleng kepala tidak percaya dengan kemauan suaminya ini.


Adam membawa Zahira ke dalam dekapannya mencari kehangatan dari tubuh sang istri karena seharian sudah ia tinggalkan untuk bekerja. Adam berkali-kali menciumi rambut Zahira, Zahira sendiri hanya senyum-senyum melihat tingkah sang suami yang seperti anak kecil jika sehari tidak jumpa sama ibunya.


"Segitunya kamu Mas, baru juga sehari kita nggak ketemu." Ledek Zahira sambil terkekeh kecil.


"Iya, Mas kangen banget sama kamu. Apalagi saat kamu ada di bawah Mas." Bisik Adam mesra lalu menduselkan kepalanya di ceruk leher Zahira.

__ADS_1


"Ih.. dasar mesum." Zahira mencubit perut Adam akibat ucapannya barusan hingga membuat Adam terkekeh.


Mereka pun berbaring di ranjang. Dengan tangan Zahira yang melingkar di perut Adam dan kaki Zahira juga menindih kedua kaki Adam.


Laki-laki tampan itu terus memandangi wajah Zahira. Di usapnya lembut kening sang istri penuh cinta lalu ia kecup singkat.


"Kenapa?" Tanya Zahira melihat Adam tidak melepaskan tatapan kepada dirinya.


"Entahlah Mas merasa khawatir saja." Jawab Adam yang tiba-tiba merasa takut jika Zahira akan pergi jauh dari dirinya.


"Khawatir kenapa Mas?" Tanya Zahira lagi.


"Mas juga tidak tahu Yank, tapi kamu janji kan.. jika ada apa-apa kamu tidak akan meninggalkan Mas, apapun keadaannya." Ucap Adam dengan menangkup kedua pipi Zahira.


Zahira pun menautkan kedua alisnya bingung, kenapa dengan suaminya. Tiba-tiba berbicara seperti itu.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa dukung karya Author dengan cara like, vote dan hadiahnya ya..🤗🤗


__ADS_2