Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan
Sah


__ADS_3

Zahira tersipu malu begitu mendapat pujian dari sang ibu mertua. Dia hanya tersenyum sebagai responnya.


Ibu Adam kini duduk di tepi kasur dengan bantuan Uwak Sari. Ia sangat bahagia melihat Zahira yang sebentar lagi akan Sah sebagai istri dari putranya.


"Kami sampai pangling loh Nduk melihat dandanan kamu, ayu tenanan!" Ucap Uwak Sari membenarkan perkataan ibu Adam sambil mendudukkan dirinya di sebelah ibu.


"Adam pasti terpesona melihat kamu yang begitu cantik, benar kan Mbak Yu?" Sambung ibu meminta pendapat dari saudaranya.


"Iya, sudah pasti itu. Adam akan semakin jatuh cinta sama kamu." Kekeh Uwak Sari sementara Zahira semakin dibuat malu.


"Risma dan suaminya ada di luar Nak, mau ketemu kamu katanya, tapi masih berbincang-bincang sama Adam!" Ibu memberitahu mengenai kedatangan sahabat Zahira.


"Risma udah di sini?"


"Bisa minta tolong nggak Uwak untuk manggil Risma agar kemari." Pinta Zahira yang mana langsung diiyakan oleh Uwak Sari.


Uwak Sari pun bangkit dari duduknya lalu berjalan ke ruang tamu untuk memanggil Risma.


"Kamu gugup ya Nak? Tangan kamu dingin benget ini?" Tanya ibu sambil menggenggam erat tangan kanan Zahira.


Zahira mengangguk.


"Sedikit Bu.. dari kemarin Hira udah deg-degan." Jawab Zahira jujur. Memang dari semalam ia tidak bisa tidur akibat perasaan gugupnya.


"Ibu dulu juga gitu, lumrah saja bagi setiap wanita." Ibu menenangkan, mengelus lengan Zahira.


Tidak lama Risma pun datang ke kamar Adam dengan si kecil Mikha beserta Uwak Sari juga.


" Zahira.. Ya Allah.. kamu cantik sekali.. aku sampai pangling loh!!" Pekik Risma seraya memegang kedua pundak Zahira.


"Ini capa Mama?" Mikha bertanya karena bingung, tidak mengenali ontynya.


"Ini onty Hira sayang. Masa Adek nggak tahu?" Risma balik bertanya, membuat Mikha menggeleng lucu.


Mereka semua tersenyum melihat sifat imutnya Mikha.


"Kami keluar dulu ya Nak, kamu di sini sama Risma." Ucap Ibu.


Zahira mengangguk. "Iya Bu." Jawabnya.


Ibu Adam dan Uwak Sari berpamitan keluar untuk menyambut rombongan keluarga besan yang sebentar lagi akan datang.

__ADS_1


***


Rombongan dari keluarga Zahira juga sudah berangkat menuju ke rumah Adam. Mereka semua berjalan kaki, mengingat jarak rumah Zahira dan rumah Adam tidak lah bagitu jauh.


Adam sendiri sudah rapi dengan kemeja putih dibalut jas hitam yang melekat pas di tubuh tegapnya. Beserta peci hitam yang tersemat di kepalanya, Adam benar-benar sangat gagah.


Kini rombongan keluarga Zahira sudah tiba, mereka di sambut hangat oleh seluruh keluarga Adam. Tidak lama penghulu dan petugas KUA juga telah tiba.


Kini Adam duduk di depan meja akad. Penghulu meminta untuk memanggil mempelai wanita. Zahira datang dengan diapit oleh Risma dan si kecil Mikha. Zahira tidak berani menatap para tamu yang hadir, ia menundukkan kepala. Sampai-sampai kedua orang tuanya yang melihat hanya bisa geleng-geleng kepala dengan sifat pemalu putrinya.


"Sudah siap Mas?" Tanya penghulu.


"Siap." Jawab Adam.


Dengan mengucap bismillah penghulu menjabat tangan Adam sebagai wakil dari Bapak untuk menikahkan putrinya.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Adam Pratama bin Subandi dengan saudari Zahira Banafsha binti Jayadi dengan mas kawin seperangkat alat sholat beserta uang dua juta rupiah dibayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya saudari Zahira Banafsha binti Jayadi dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" Jawab Adam lantang.


"Bagaimana para saksi?" Tanya penghulu.


Semua tamu yang hadir mengucapkan Alhamdulillah dan merasa bahagia. Zahira sendiri tidak bisa membendung air matanya mendengar Adam yang begitu lantang mengucap ijab kabul. Kini ia sudah resmi menjadi istri dari laki-laki tampan yang ia cintai sedari dulu yang bernama Adam Pratama. Penghulu pun membacakan do'a sebagai penutup.


Setelah itu mereka bertukar cincin di jari manis masing-masing. Zahira menyalami tangan kanan suaminya sebagai tanda bakti dan Adam mencium kening Zahira dengan rasa syukur. Baru mereka menandatangi buku pernikahan. Adam juga memberikan seserahan kepada Zahira. Juru foto pun tak kalah ketinggalan mengabadikan setiap momen-momen tersebut.


***


Kini pasangan pengantin baru itupun meminta do'a restu kepada kedua orang tuanya seraya bergantian. Di selingi dengan haru air mata dan juga wejangan dalam menjalani biduk rumah tangga. Setelahnya Adam dan Zahira duduk di pelaminan menyalami para tamu yang memberikan ucapan selamat dan do'a terbaik bagi mereka berdua.


"Selamat menempuh hidup baru ya sayangku.. semoga kalian berdua sakinah, mawadah, warohmah." Do'a Risma pada Zahira sembari memeluk sahabatnya.


"Makasih do'a terbaiknya Ris." Zahira tersenyum sembari cipika-cipiki.


"Selamat ya Kak Adam." Risma berganti menyalami Adam.


"Terimakasih, dan terimakasih lagi karena sudah menemani Zahira tadi." Ucap Adam menyambut tangan Risma.


Risma tersenyum dan mengangguk. "Tentu aja Kak, ini adalah hari bahagia sahabat baikku. Suatu keharusan aku berada di sampingnya." Jawab Risma.


Tak lupa suami Risma dan putri kecilnya juga menyalami kedua pasangan itu. Dan meminta sang fotografer untuk memfoto mereka sebagai kenang-kenangan.

__ADS_1


Kini giliran Akmal yang memberi ucapan selamat kepada pengantin baru itu.


"Akhirnya.. Mbak tersayangku sold out juga." Ucap Akmal sembari memeluk lalu menyalami mereka berdua.


"Untuk Mas Adam tolong jaga kakakku yang penakut ini ya.. yang cerewetnya minta ampun!" Candanya lagi yang mana langsung mendapat pukulan di lengannya dari Zahira.


"Enak saja." Sahut Zahira tersenyum.


Adam juga tersenyum tipis. "Pasti, pasti aku akan selalu menjaga kakak tersayangmu ini." Jawabnya sambil merangkul pundak istrinya. Seketika perasaan Zahira menjadi haru. Fotografer pun memfoto mereka bertiga.


Kini giliran Andi dan teman-teman kantor Adam menyalami dan memberi ucapan selamat kepada mereka berdua.


"Selamat menempuh hidup baru Bro.. jangan lupa segera buatkan kami ponakan yang lucu-lucu." Kedip Andi kepada Adam membuat Zahira tersenyum malu mendengar ucapan Andi, lain dengan Adam yang hanya mengangguk.


"Selamat ya Zahira.. sabar-sabar menghadapi sifat datarnya suamimu ini." Andi menyalami Zahira sambil terkekeh.


"Iya, makasih Kak Andi." Jawab Zahira tersenyum.


Kini giliran teman kantor Adam.


"Selamat Dam, kamu sudah mendapatkan tambatan hatimu."


"Selamat untuk kalian berdua semoga langgeng kakek-nenek."


"Selamat Bro.. Semoga sakinah, mawadah, warohmah." Setelah itu mereka pun berfoto bersama, Dilanjut dengan mencicipi hidangan yang berjejer rapi di atas meja.


Dini dan Eko pun tak kalah ketinggalan untuk memberi ucapan selamat kepada Adam dan Zahira.


"Bestie aku, akhirnya udah mendapatkan belahan jiwanya. Selamat ya buat kalian berdua semoga menjadi keluarga yang bahagia hingga akhir hayat." Do'a Dini seraya mencium pipi kiri dan pipi kanan Zahira.


"Makasih banget bestie.. kamu juga jangan lama-lama terima cintanya Eko." Kekeh Zahira kepada Dini membuat gadis itu menunjukkan raut jutek.


"Haha.. kamu do'akan aja Ra, semoga kami segera menyusul kalian." Sahut Eko melirik Dini.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2