Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan
Kencan pertama


__ADS_3

Malam harinya setelah selesai sholat maghrib Zahira mengajak Adam untuk makan di luar karena wanita itu ingin sekali menikmati nasi goreng dan jajanan lainnya yang di jual di pinggir jalan raya.


"Mas kita makan di luar yuk." Ajak Zahira sembari memeluk Adam dari belakang setelah Adam memakai pakaiannya.


"Mau makan apa emang?" Tanya Adam lembut kemudian membalikkan badannya menghadap sang istri sambil satu tangannya mengelus rambut Zahira dengan sayang.


"Banyak deh Mas, hari ini aku pengen makan nasi goreng plus jajanan lainnya. Udah lama juga aku nggak menikmatinya lagi, terakhir kali sebelum nikah sama kamu." Zahira tersenyum manis.


"Ya sudah sekarang kamu ganti baju. Mas mau ngambil jaket." Adam mengangguk menyetujui.


Adam akan melakukan apa saja untuk bisa mewujudkan keinginan sang istri. Ya, meskipun Zahira orangnya tidak pernah meminta yang aneh-aneh seperti minta di belikan perhiasan mahal atau tas mahal seperti kebanyakan istri lainnya, tapi Zahira tidak pernah meminta hal itu karena Zahira termasuk tipe wanita sederhana. Tapi meski begitu Adam akan selalu menuruti setiap keinginan Zahira yang menurutnya masih dalam batas wajar.


"Terima kasih." Ucap Zahira dengan riangnya kemudian ia berganti pakaian di dalam kamar mandi dengan memakai baju lengan panjang serta celana kulot tidak lupa kerudung segi empat favoritnya. Setelah itu Zahira memoles wajahnya agar lebih segar.


"Sudah jangan cantik-cantik dandannya." Protes Adam. Ia tidak suka Zahira memakai pemerah bibir yang terlalu mencolok warnanya meski sang istri memakai warna mate.


"Enggak kok."


"Ini terlalu berlebihan Sayang warnanya?" Adam mendekat ke arah Zahira lalu menghapusnya dengan sebuah ******* agar berkurang, tapi bukannya berkurang melainkan warnanya langsung pudar seketika.


"Iih.. dasar modus, ada aja alasannya." Zahira yang kesal memukul lengan Adam karena ia harus mengulang kembali memakai lipstiknya.


"Sengaja biar kamu nggak di lirik laki-laki lain." Jawab Adam tersenyum tipis sembari mengusap bibirnya dengan ibu jari.


"Mana ada, orang aku keluarnya juga sama kamu." Balas Zahira dengan tatapan sinis setelah selesai memakai lipstik di depan kaca rias.


"Itu karena kamu sangat cantik? Gimana kalau malam ini kita nggak usah keluar, kita di kamar saja." Bujuk rayu Adam.


"No, aku tahu ya Mas akal-akalan kamu." Sahut Zahira cepat membuat Adam terkekeh.


"Udah, ayo kita berangkat biar pulangnya nggak kemalameman." Zahira langsung menarik tangan Adam untuk keluar dari kamar.


"Tunggu bentar dong Yank, Mas belum ambil kunci motor sama dompet." Cegat Adam saat tangannya di tarik begitu saja oleh Zahira.


Zahira pun melepaskan tangan Adam agar segera mengambil kunci motor dan dompet di atas meja rias. Untungnya motor Adam sudah selesai diperbaiki. Tak lupa mereka juga berpamitan kepada Ayah dan Ibu.


"Jangan lupa pegangan." Adam menoleh ke belakang setelah Zahira naik sempurna di jok. Mereka juga sama-sama memakai helm sebagai warga yang mentaati peraturan.

__ADS_1


"Iya Mas." Jawab Zahira, kedua tangannya melingkar sempurna di pinggang Adam.


"Kita berangkat!" Ucap Adam membuat Zahira mengangguk di balik punggung kekar itu.


Adam mulai melajukan sepeda motornya dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan kampung dan tidak kurang dari sepuluh menit motor sudah membelah jalan raya yang begitu ramai oleh kendaraan berlalu lalang di malam hari. Zahira memeluk Adam begitu erat, ia tersenyum di balik punggung sang suami.


***


Mereka berhenti di alun-alun, di mana banyak sekali pasangan muda-mudi yang melakukan kencan romantis dengan sang pacar. Banyak juga pasangan keluarga kecil bahagia yang mengajak anak-anaknya menikmati keindahan di malam hari yang menyuguhkan dengan berbagai macam permainan khas anak-anak.


Setelah memarkirkan sepeda motor dan melepas helm, Adam menggandeng tangan sang istri menuju tengah-tengah alun-alun untuk menikmati keindahan suasana alun-alun dengan spot-spot foto kekinian, yang bagi mereka yang suka sekali memajang di akun media sosialnya.


"Makin malam makin indah aja tempat ini." Gumam Zahira setelah mereka duduk di bangku kosong menatap sekelilingnya.


"Mau foto?" Adam menawari sang istri untuk berfoto di salah satu spot yang menurutnya bagus.


"Nggak deh Mas, aku nggak suka foto." Tolak Zahira dengan gelengan kepala.


Adam tersenyum dan mengacak-acak kerudung Zahira. Inilah Zahira yang tidak terlalu suka jika diajak foto karena menurutnya istrinya itu tidak percaya diri padahal Zahira itu cantik tapi tetap saja selalu minder.


"Beli lumpia ya Mas sama es teh dua botol." Zahira menyebut makanan yang ia inginkan.


Adam memanggil pedagang lumpia, ia membeli sepuluh lumpia untuk dirinya dan sang istri tidak lupa juga membeli dua botol es teh.


"Ini." Adam memberikan satu kresek kecil berisi lumpia pada Zahira.


"Banyak amat Mas kamu belinya?" Tanya Zahira ketika melihat isinya. Padahal beli enam aja sudah cukup menurutnya.


"Iya, biar kamu kenyang." Jawab Adam lalu membukakan tutup botol es teh untuk Zahira agar bisa di minum.


"Makasih suamiku." Ucap Zahira senang dan segera meneguk minuman itu. Zahira juga menyuapi Adam makan, mumpung lumpianya masih hangat.


"Enak lumpianya, apa lagi di suapi kamu." Ucap Adam setelah kunyahan-nya habis. Zahira menanggapinya dengan senyuman. Ia juga memakan lumpianya bergantian menyuapi Adam sehingga menghabiskan enam lumpia.


"Tuh masih sisa Mas, tiga aja aku udah kenyang." Zahira menunjuk sisa lumpianya.


"Nggak apa-apa sisanya kita bawa pulang, besok masih bisa di makan lagi." Jawab Adam.

__ADS_1


Sedikit kenyang Zahira menyenderkan kepalanya di bahu Adam. Ia tidak ingin kalah dengan muda-mudi lainnya.


"Ini kencan pertama kita ya Mas setelah menikah." Ucap Zahira.


"Iya, selama ini Mas tidak pernah mengajakmu ke tempat romantis. Maafin Mas ya?" Sesal Adam mengusap bahu Zahira.


Selama mereka menikah, Adam memang belum pernah mengajak Zahira pergi jalan-jalan ke tempat romantis seperti pergi ke tempat wisata yang kekinian yang banyak di datangi oleh pasangan-pasangan lainnya.


"Jangan ngomong gitu, aku nggak masalah jika Mas nggak pernah mengajakku pergi ke tempat romantis, karena Mas juga harus kerja kan?" Jelas Zahira memahami kondisi Adam.


"Terima kasih sudah mengerti, tapi akan Mas usahakan agar kita bisa menikmati hal-hal yang romantis." Jawab Adam.


"Tentu dengan senang hati." Balas Zahira tersenyum senang.


"Mas nanti kalo kita punya anak, Mas mau cewek apa cowok?" Tanya Zahira setelah melihat pasangan suami istri melintas di depannya di mana sang suami menggendong anaknya.


"Mas tidak bisa milih Yank.. baik cewek ataupun cowok yang penting mereka sehat dan menjadi anak yang baik juga berbudi luhur." Terang Adam.


"Amin... semoga dia segera hadir ya Mas." Ucap Zahira dan Adam mengangguk iya.


"Sekarang kita cari nasi goreng yuk Mas, aku udah lapar." Ajak Zahira.


"Ya sudah, ayo." Adam menggandeng tangan Zahira menuju tempat yang menjual nasi goreng di sekitar alun-alun.


Namun baru juga melangkahkan kaki, sebuah suara merdu memanggil nama Adam.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa untuk mampir di karyaku yang lain yang berjudul 'Kenapa Harus Menikah?' beri dukungan juga ya.. sudah ep. 04 🤗


__ADS_1


__ADS_2