Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan
Begitu nyaman


__ADS_3

Cukup lama berteduh akhirnya hujan mulai reda. Adam dan Zahira bersiap untuk pulang. Dengan hati-hati Adam mengendarai sepeda motornya karena jalanan licin, juga ada beberapa genangan air di sisi bahu jalan.


Udara juga dingin membuat Zahira mengeratkan jaket yang ia pakai. Adam melirik kaca spionnya jika gadis yang ia bonceng sedang kedinginan. Zahira sendiri tidak lagi memakai helm, ia letakkan helmnya di samping stir motor Adam. Karena ia cukup malas jika harus memakainya lagi. Adam juga tidak mempermasalahkan.


"Kamu masih kedinginan?" Adam mengeraskan suaranya bertanya pada Zahira.


"Iyya Kak.. dingin banget!" Jawab Zahira dengan suara keras juga sambil memajukan sedikit tubuhnya.


"Peluk saja tubuhku." Adam tidak tega melihat Zahira menggigil seperti itu.


"Iyya." Zahira menganggukkan kepalanya. Zahira memeluk tubuh Adam meski ada sedikit rasa canggung.


Zahira merasa hangat setelah memeluk tubuh Adam. Ia juga memberanikan diri, merebahkan pipinya di punggung kokoh laki-laki yang beberapa hari lagi akan menjadi suaminya. Meski ada perasaan yang tidak enak karena belum sah menjadi suami istri. Tapi apa boleh buat?


Adam sendiri juga merasa bahagia bisa merasakan pelukan dari gadis yang ia cintai dalam diamnya. Setengah jam perjalanan, mereka sampai di rumah Zahira. Sepanjang perjalanan tadi Adam dapat merasakan pelukan Zahira yang cukup erat di tubuhnya, ternyata gadis yang ia bonceng terlelap dalam tidurnya. Adam hanya geleng-geleng kepala.


"Segitukah nyamannya kamu meluk tubuhku?" Gumam Adam sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


Adam membangunkan Zahira dengan cara menepuk tangan Zahira yang melingkar erat di perutnya agar gadis itu segera bangun. Usahanya tidak sia-sia Zahira seketika membuka kedua matanya.


"Eh, udah sampai ya Kak? Maaf aku ketiduran." Ucap Zahira tidak enak hati. Zahira pun turun dari motor Adam.


Adam masih duduk di sepeda motornya.


"Aku langsung pulang. Maaf nggak bisa mampir, keburu waktu Maghrib habis." Adam melihat jam yang melingkar di tangan kirinya menunjukkan pukul enam.


"Iya nggak masalah, jangan lupa mandi dengan air hangat ya Kak terus istirahat." Ucap Zahira penuh perhatian.


Zahira langsung masuk ke kamar mengambil pakaian ganti dan langsung menuju kamar mandi. Selesai mandi dia langsung melaksanakan sholat Maghrib dan mengaji Al-quran sebentar.


Ibu sudah menyiapkan makan malam dan mereka makan bersama-sama. Selesai makan Zahira bertugas mencuci piring meringankan pekerjaan Ibunya. Bapak dan Ibu Zahira kini lagi santai menonton Televisi.


"Kamu tadi ndak kehujanan kan Nduk?" Tanya sang Ibu setelah Zahira duduk di sebelah Bapak.


"Nggak Mak.. Hira dan Kak Adam tadi neduh dulu di depan ruko." Jawab Zahira sambil memainkan ponsel.

__ADS_1


"Gimana? Hari apa kamu mulai cuti dari tempat kerjamu?" Tanya Ibu lagi.


"Besok Hira udah berhenti kerja kok Mak. Kak Adam nggak mau Zahira kelelahan." Ungkapnya.


"Bagus itu, benar kata Nak Adam kamu sudah mau menjadi seorang istri jadi tidak perlu repot-repot bekerja. Apalagi acara Akad kalian tinggal menghitung hari jadi kamu butuh istirahat." Sahut Bapak.


"Apalagi Ibunya Nak Adam juga masih sakit belum sembuh total. Jadi kamu sebagai seorang istri nantinya, juga harus merawat ibu mertua kamu dengan baik ya Nduk.." Sambung Ibu.


"Iya Mak, Hira paham apa aja nanti tugas sebagai seorang istri jadi Emak dan Bapak nggak perlu khawatir. Karena kalian selalu memberi contoh yang baik untuk aku." Jawab Zahira sambil tersenyum.


"Anak kita sudah dewasa ya Pak? Bentar lagi bakal jadi istri dan akan tinggal bersama suaminya." Ucap Ibu dengan bahagianya. Tidak terasa putrinya sebentar lagi akan menjadi istri.


Bapak juga ikut tersenyum bahagia. "Bapak benar-benar tidak salah pilih menjodohkan putri Bapak dengan Nak Adam yang tampannya melebihi pemuda di kampung ini." Canda Bapak.


"Haha... dan bonusnya mereka orang paling kaya ya Pak di kampung ini." Ibu juga tidak mau kalah dalam hal bercanda.


Zahira geleng-geleng kepala melihat selera humor kedua orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2