
"Bengong aja Loe, antrian masih panjang tuh." Ujar seorang pemuda sambil menepuk bahu laki-laki itu.
Laki-laki itupun menoleh ke samping. "Elo, bikin kaget gue aja." Jawabnya lalu segera mengambil nasi dan juga makanan lainnya.
Laki-laki itu masih memandang kepergian Zahira yang sudah bergabung dengan Risma, Mikha, Adam, Eko dan Dini.
"Bengong lagi, siapa sih yang Elo lihat Nas, penasaran gue?" Tanya pemuda itu.
"Gadis yang tadi ada di samping gue." Jawabnya lalu berjalan menuju kursi yang ia duduki tadi.
Pemuda itupun juga memandang Zahira yang tengah menikmati makanannya.
Ia manggut-manggut. "Oh, cewek itu. Manis anaknya." Ucapnya ikutan duduk.
Laki-laki itu tersenyum, setuju dengan ucapan sahabatnya mengenai Zahira yang memang sangat-sangat manis menurutnya. Mereka tidak tahu saja jika perempuan yang mereka bicarakan itu sudah menikah dan juga sudah punya anak.
Meski Zahira sudah menjadi seorang ibu tapi tidak kentara sama sekali, karena seusai melahirkan bentuk tubuh Zahira kembali normal, ramping seperti semula. Bagi yang melihatnya pasti tidak mengira kalau Zahira sudah punya satu anak.
Pemuda itu tersenyum melihat temannya yang masih saja memantau Zahira.
"Kalau gue perhatikan nih, Lo kayaknya naksir sama cewek itu. Bener kan?" Tebaknya.
"Emang kelihatan sekali ya?" Tanya laki-laki itu sembari menyeruput es nya.
"Anas.. Anas.. ya kelihatan banget lah." Jawab pemuda itu sambil geleng-geleng kepala.
Anas tersenyum karena ketahuan oleh temannya jika dia sudah menaruh hati pada Zahira. Anas termasuk laki-laki yang cukup sulit untuk jatuh cinta. Tapi begitu melihat Zahira tadi, hatinya tiba-tiba berdesir kala Zahira tersenyum manis padanya.
"Iya, tebakan Lo benar. Gue udah jatuh cinta pada pandangan pertama sama dia." Ujar Anas menjawab jujur.
Pemuda itu langsung tertawa karena Anas langsung mengaku.
__ADS_1
"Gue bakalan dukung. Terus rencana Lo apa nanti? Apa setelah ini Lo bakal samperin dia lalu berkenalan gitu?"
Laki-laki itu mengangguk. "Iya, setelah acara ini selesai gue bakalan kenalan sama dia, siapa tahu aja dia juga suka sama gue." Harapnya sambil tersenyum.
Tak terasa kini acara resepsi Andi sudah selesai dan para tamu juga sudah berangsur pulang. Zahira dan para sahabat belum pulang setelah acara foto-foto tadi, mereka masih bercengkrama panjang lebar sembari menunggu kedua pengantin yang tengah berganti baju.
"Cepetan Lo samperin, keburu cewek itu pulang entar.." Ucap pemuda itu memerintah Anas, setelah mereka turun dari pelaminan menyalami Andi dan Mila tadi.
Anas mengangguk lalu menepuk bahu temannya. "Lo tunggu gue di sini jangan kemana-mana." Ujarnya.
"Iya Beres." Jawab pemuda itu singkat.
Sebelum mendekati meja Zahira, Anas menghirup napasnya sesaat kemudian berjalan ke sana dengan rasa penuh percaya diri.
"Ekhem, permisi.." Ucap Anas dengan ramah.
Semua orang pun menoleh kepada Anas termasuk Zahira juga.
Anas jadi salah tingkah sendiri, karena bingung mau mengatakan apa. Tadi dia sudah sangat percaya diri tapi sekarang nyalinya menjadi ciut begitu mendapat tatapan aneh dari teman-temannya Zahira.
"Mas kan yang tadi di meja prasmanan itu ya?" Tanya Zahira karena Anas masih diam saja.
"Ah, iya Mbak, betul. Saya yang tadi tidak sengaja memegang tangan Mbak." Jawab Anas sembari menyemat senyum terbaiknya kepada Zahira.
Adam yang tadinya cuek langsung menatap datar pada Anas begitu mendengar laki-laki ini memegang tangan istrinya. Berani sekali dia?
"Ada perlu apa ya Mas?" Tanya Zahira barangkali laki-laki ini membutuhkan sesuatu.
"Saya ke sini mau kenalan sama Mbak. Kenalin nama saya Anas." Jawab Anas to the poin sembari mengulurkan tangannya kepada Zahira.
"Cuma Zahira aja nih Mas yang mau diajak kenalan, kita-kita enggak nih?" Gurau Dini kepada Anas.
__ADS_1
Mereka tidak sadar jikalau raut wajah Adam semakin datar dengan Arvind yang masih berada di pangkuannya.
Anas menanggapi candaan Dini dengan senyuman. Dan Zahira pun berdiri hendak menjabat tangan laki-laki itu namun tangan Zahira langsung di tahan oleh Adam. Membuat Anas mengernyit heran.
Adam sadar bahwa laki-laki yang bernama Anas ini pasti suka sama istrinya. Kelihatan sekali dari tatapan matanya saat memandang Zahira.
"Kenapa Mas?" Tanya Zahira menoleh ke arah Adam.
"Kamu gendong Arvind, tangan Mas kebas." Jawab Adam memberikan Arvind kepada Zahira.
Anas menurunkan tangannya, dia mulai penasaran dengan Adam.
"Ponakannya ya Mbak?" Tanya Anas membuat teman-teman Zahira terkekeh.
"Bukan lah Mas, tapi itu anaknya." Jawab Risma.
"Anak?" Ulang Anas.
"Iya, pasti Mas kira Zahira ini masih gadis ya." Dini menebak isi pikiran Anas.
Rasanya dunia Anas runtuh seketika, begitu tahu fakta kalau cewek yang ia sukai sudah berkeluarga. Anas sangka Adam adalah suami Risma, sebab Risma juga duduk disamping laki-laki itu terlebih lagi si kecil Mikha yang duduk di pangkuan Risma sambil menciumi wajah Arvind. Sehingga Anas beranggapan kalau Risma dan Adam adalah sepasang suami istri.
"Iya Mbak, saya pikir juga begitu." Jawab Anas begitu lesu.
.
.
Bersambung..
.
__ADS_1