
Ayah Adam melihat sang putra sedang bekerja di ruang tamu meskipun ini hari libur hanya bisa geleng-geleng kepala. Lalu berjalan menghampiri sang putra yang begitu fokus mengetik kalimat-kalimat di layar laptopnya sampai tidak menyadari jika sang Ayah sudah duduk di sebelahnya.
"Hari minggu kamu masih saja bekerja Nak." Ucap Ayah.
Adam tidak menoleh, hanya fokus dengan ketikannya. "Ini tugas yang kemarin Yah, yang belum Adam selesaikan." Ucapnya.
Kemarin atasan Adam memberikan berkas yang lumayan banyak. Karena salah satu rekan Adam ada yang tidak masuk kerja di hari itu. Terpaksa Adam bawa pulang ke rumah daripada harus lembur di kantor.
"Ayah kira kamu bakal pergi dengan Nak Hira untuk membeli keperluan kalian yang belum sepenuhnya kalian beli?" Tanya Ayah.
"Semua keperluan sudah kami beli Yah, Zahira juga sudah mendapatkan tukang rias pengantin yang akan merias kami nanti beserta Dekornya." Jelas Adam.
Memang benar sebelum Adam mengajak Zahira pergi membeli cincin kawin. Zahira sudah mendapatkan tukang rias pengantin dan Dekor untuk acara Akad mereka nanti. Kebetulan pemilik Dekor dan rias pengantinnya adalah teman Zahira semasa SMA. Sehingga Zahira tidak perlu pusing-pusing mencari kesana kemari tukang rias yang akan mereka gunakan. Karena mengingat waktu yang cukup mendadak hanya satu bulan kurang dari waktu yang sudah di tentukan. Meskipun itu hanya Akad saja yang akan di langsungkan.
"Pernikahan kalian tinggal dua minggu lagi. Kamu jangan hanya mengurusi pekerjaan kantormu saja." Ujar Ayah mengingatkan.
__ADS_1
"Ayah tenang saja, Adam tidak akan lupa. Adam juga sudah minta izin pada atasan Adam mengenai acara Akad nikah Adam nanti." Sahut Adam.
"Syukurlah jika kamu sudah memberi tahu atasan kamu. Ayah juga sudah mengurusi semua surat-surat perlengkapan nikah kalian." Jelas Ayah.
"Terima kasih, Ayah sudah mau mengurusi urusan surat-surat pernikahan kami." Jawab Adam dengan lega.
"Jadi kapan kamu mulai mengajukan cuti?" Tanya Ayah yang begitu penasaran.
"Kurang dua hari dari hari acaranya? Adam cuma di beri cuti selama lima hari Yah." Jawab Adam seraya menghentikan ketikannya lalu menyandarkan punggungnya di sofa.
"Tidak masalah bila cuma lima hari, yang penting kamu harus jaga kesehatan. Jangan sampai kelelahan biar kamu tidak jatuh sakit." Ucap Ayah sambil menepuk bahu sang putra.
"Iya, memang semua masalah jamuan makanan sudah Ayah pasrahkan sama Uwak kamu, Ayah juga sudah memberi uang pada Uwakmu untuk di belanjakan. Karena Ayah juga tidak mengerti masalah itu." Kekeh Ayah.
"Akan terasa lucu jika Ayah yang belanja sendiri." Sahut Adam sambil tersenyum.
__ADS_1
"Sudah kamu lanjutkan ketikanmu, Ayah mau ke kamar melihat Ibumu." Adam mengangguk mengiyakan lalu mengetik kembali agar cepat selesai.
Di kamar, Ibu sudah terbangun. Ayah yang melihat istrinya sudah bangun langsung memberikan air putih untuk di minum.
"Adam ada di rumah ya Yah?" Tanya Ibu setelah minum.
Lalu memberikan gelas kepada suaminya untuk di letakkan di meja.
"Iya Bu, Adam lagi mengerjakan tugas kantornya yang belum selesai." Jawab Ayah.
"Ibu kira, putra kita pergi keluar sama calon menantu kita jalan-jalan ke mana gitu?" Ucap Ibu terkekeh kecil. Nggak tahunya sang putra malah asyik dengan pekerjaannya.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...