
Brak...
Sepeda motor yang Adam kendarai menabrak sebuah pohon besar di tepi jalan karena tiba-tiba saja seekor kucing menyebrang di depan motornya, membuat Adam oleng tidak bisa menguasai setirnya dengan benar. Adam terjatuh dengan kedua kaki yang tertindih motor besarnya. Untung saja ada beberapa pengendara lain yang melintas sehingga membantu Adam yang terjepit dari sepeda motornya itu.
Adam merintih kesakitan di sekitar kakinya setelah motornya di angkat, Adam dibantu berdiri namun Adam tidak bisa berdiri dengan benar, ia pun dipapah oleh satu orang. Beruntung hanya luka lecet saja yang ada di tangannya akibat tergores aspal jalan, kakinya juga luka dikit terkena badan motor.
"Mas, kita antar ke puskesmas terdekat ya untuk mengobati luka-lukanya." Kata seorang pria muda yang sedang memapah tubuh tinggi Adam.
Adam mengangguk menyetujui sedangkan untuk sepeda motornya akan dibawa ke bengkel terdekat untuk di perbaiki, untung saja rusaknya tidak parah. Adam juga di antar pulang ke rumah setelah di obati di puskesmas yang jaraknya tidak jauh dari tempatnya jatuh tadi.
Begitu mendengar suara sepeda motor berhenti di depan rumahnya, Zahira langsung berlari kecil untuk membukakan pintu. Tapi kenapa suara sepeda motornya sangat asing ya, pikir Zahira bingung.
Dan tanpa banyak pikir lagi Zahira segera memutar kunci dan membuka pintu. Betapa terkejutnya ia melihat Adam dipapah oleh seorang laki-laki yang usianya lebih muda dari suaminya.
"Ya Allah.. kamu kenapa Mas, kok bisa kayak gini?" Tanya Zahira, memeriksa kondisi sang suami.
"Mas nggak apa-apa Yank.. tolong bantu Mas masuk ke dalam ya." Pintanya karena Adam tidak kuat jika berdiri lama-lama.
"Iya iya, ayo aku bantu." Sahut Zahira cepat. Berdiri di samping Adam dengan meletakkan tangan kanan Adam di pundaknya, memapahnya masuk.
Laki-laki muda itu pun melepaskan tangannya di bahu Adam setelah Zahira membantu memapah tubuh Adam.
"Kalau gitu saya permisi ya Mbak.. Mas." Pamit laki-laki itu kepada Adam dan Zahira.
"Lho.. Mas nggak mau masuk dulu apa, akan saya buatkan minuman hangat buat Mas." Tawar Zahira sopan.
"Tidak perlu Mbak, lagi pula ini juga sudah malam." Tolaknya halus.
Zahira tidak bisa memaksa lagi.
"Ya sudah kalau begitu, saya ucapkan terima kasih banyak ya Mas sudah membantu suami saya." Ucap Zahira tersenyum ramah. Untung masih ada orang baik hati menolong suaminya.
"Iya sama-sama Mbak, lekas sembuh ya Mas?" Ucapnya mendo'akan Adam.
Adam mengangguk. "Iya, hati-hati kalau pulang. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih untuk semua bantuannya tadi." Ucap Adam dengan tulus.
Laki-laki itu mengulas senyum dan mengangguk kemudian berlalu meninggalkan rumah Adam.
__ADS_1
"Ayo Mas.. hati-hati jalannya." Zahira memapah tubuh tinggi Adam. Mereka masuk ke dalam rumah namun berhenti sebentar untuk mengunci pintu.
Setiba di kamar, Zahira langsung mendudukkan tubuh tegap Adam di kasur dengan hati-hati, Zahira juga membantu melepas jaket dan pakaian Adam lainnya yang kotor akibat terjatuh tadi. Kemudian menggantinya dengan yang baru.
"Mas, kenapa bisa seperti ini sih?" Tanya Zahira lagi melihat luka yang ada di tangan dan kaki Adam.
"Tadi Mas nabrak pohon karna ada kucing yang tiba-tiba nyebrang terus Mas langsung oleng. Kamu jangan khawatir, Mas sudah di obati di puskesmas. Cuma tinggal rasa ngilu aja di sekitar tubuh dan kaki Mas karena tertindih motor tadi." Jawab Adam agar istrinya ini tidak terlalu cemas.
Zahira menghela nafas dalam-dalam, jadi ini sebabnya mendadak pikirannya tidak enak. Tapi ia bersyukur Adam hanya mengalami luka ringan.
"Besok aku carikan tukang urut ya Mas, untuk ngurut kaki kamu biar nggak sakit lagi." Ucap Zahira seraya membantu Adam tidur di kasur.
"Apa sakit jika di pegang seperti ini?" Zahira memegang kaki kiri Adam.
"Iya sakitnya terasa." Lirih Adam mengangguk.
"Ya sudah lebih baik Mas sekarang tidur, aku juga udah ngantuk." Ucap Zahira yang berbaring di samping Adam.
"Jangan jauh-jauh tidurnya? Geser dikit lagi Mas mau peluk kamu nih." Protes Adam tidak suka jika Zahira memberi jarak tidurnya.
"Tidak akan.. ayo sini." Pinta Adam, Zahira pun merapatkan tubuhnya memeluk tubuh suaminya.
***
Keesokan paginya Zahira begitu sibuk mengurus Adam karena kaki Adam masih sakit jika di buat jalan, Zahira pun membantu Adam masuk ke kamar mandi untuk mandi dengan air hangat. Adam memaksa untuk mandi sendiri dengan duduk di kursi. Dia tidak ingin terlalu merepotkan istrinya. Zahira menurut dan menunggu saja jika suaminya itu sudah selesai.
Beberapa menit kemudian Adam memanggil Zahira jika dia sudah selesai mandi. Zahira masuk dan memapah Adam kembali menuju ranjang. Zahira mengambil pakaian lengkap suaminya dan Adam memakainya sendiri tanpa bantuan Zahira.
"Mas mau keluar atau di kamar aja?" Tanya Zahira setelah Adam selesai berpakaian.
"Keluar saja Yank, duduk-duduk di teras depan." Jawab Adam.
Zahira mengangguk menyetujui. "Ya sudah, ayo." Ajaknya.
"Kamu nggak capek apa setelah masak dan bersih-bersih rumah lalu ngurus Mas?" Tanya Adam yang sebenarnya kasihan melihat istrinya karena sejak selesai sholat subuh. Zahira langsung berkutat di dapur belum lagi menyapu setelah itu memapah tubuhnya yang begitu berat untuk ukuran Zahira.
"Enggak lah Mas, kan aku juga udah terbiasa melakukan tugas ini di rumahku dulu." Jawab Zahira enteng.
__ADS_1
"Sini duduk dulu di samping Mas." Ucap Adam seraya menepuk sisi kasur. Tapi Zahira menggeleng tanda tidak mau.
"Katanya mau ke teras depan?" Tanya Zahira.
"Nanti saja, sekarang kamu istirahat sebentar biar tidak capek kalau mapah Mas lagi ke teras depan." Suruh Adam.
Zahira menuruti perintah Adam untuk duduk di sampingnya.
"Jangan sampai capek ya ngurus rumah ini, Mas nggak mau kalau kamu sampai sakit." Terang Adam mengelus pipi Zahira.
Jujur Adam sangat khawatir jika Zahira sampai kelelahan lalu membuat tubuhnya menjadi sakit, Adam tidak akan tega untuk melihatnya karena dia tidak mau melihat dua wanita yang sangat berharga dalam hidupnya menjadi lemah tak berdaya. Melihat Ibunya sakit saja dia sungguh sedih apalagi kalau istrinya?
"Iya, kamu tenang aja Mas. Aku nggak bakal lelah kok kan aku kuat." Jawab Zahira tersenyum manis. Zahira bisa melihat raut khawatir di wajah suaminya.
Adam mengacak-acak rambut Zahira kerena saking gemasnya.
"Mana nih ciuman paginya buat Mas." Ucap Adam.
"Hah, harus gitu ya?" Tanya Zahira heran.
"Tentu harus sayang, malah jadi hal wajib tiap paginya." Jawab Adam membuat Zahira geleng-geleng kepala, ada-ada saja.
Zahira pun mencium kedua pipi Adam membuat Adam protes karena istrinya itu salah tempat.
"Bukan di pipi Sayang.. tapi di sini!" Adam menunjuk bibirnya sendiri.
"Haha.. jadi salah ya Mas?" Zahira tertawa terbahak-bahak tapi sedetik kemudian ia mencium bibir Adam.
.
.
.
Bersambung...
Mana nih like, vote dan hadiahnya agar Author tambah semangat😊😊
__ADS_1