
"Om.. ma'em agih." Mikha membuka mulutnya lebar-lebar, Adam kembali menyuapi Mikha namun matanya menatap tajam Zahira.
"Sayang.." Panggil Adam karena istrinya itu tak kunjung menjawab pertanyaannya justru asyik menikmati Tahu Campurnya.
"Harus aku jawab ya Mas?" Tanya Zahira santai di sela-sela kunyahannya.
"Harus, Mas tidak mau kita ada rahasia-rahasia segala!" Jawab Adam dengan tegas.
Zahira mengangguk-angguk.
"Oke, aku jawab ya. Dulu tuh.. Pak Jimmy banyak banget belikan aku hadiah. Mulai dari coklat, bunga, baju couple, kerudung, tas, novel, sepatu bahkan sepatu Heels juga pernah." Zahira menjawab sejujur-jujurnya, menyebut satu persatu barang apa saja yang pernah dia terima dari guru olahraganya itu.
"Sekarang, barang-barang itu masih kamu simpan?" Tanya Adam bernada dingin.
Zahira menggeleng. "Enggak lah, aku bahkan nggak pernah makai salah satu barang itu. Ya, meski banyak banget sampe aku pusing." Jawab Zahira.
"Kenapa?" Adam menaikkan sebelah alisnya.
"Pak Jimmy orangnya playboy Mas.. pernah tuh aku dan Risma mergoki dia di Mall sedang gandengan tangan bersama wanita mesra banget pokoknya." Jawab Zahira berterus terang.
"Kalau kamu tidak pernah memakainya, lalu kenapa kamu tetap terima barang pemberiannya?" Tanya Adam sembari mencubit pipi Zahira karena gemas.
"Hehe.. kan sayang Mas kalo aku tolak. Tapi setelah itu, semua barang dari Pak Jimmy aku Hibahkan ke teman-temanku yang lain. Biar mereka dapat merasakan barang mewah pemberian Pak Jimmy yang cakep itu." Jawab Zahira sambil terkekeh membuat Adam geleng-geleng kepala.
"Memang berapa usia guru kamu waktu itu?" Tanya Adam lagi.
"Emm, kalo nggak salah.. terpaut 10 tahun dari usiaku deh. Pak Jimmy juga keturunan bule lho Mas." Ucap Zahira kemudian menyeruput es buahnya.
"Ternyata menarik juga kehidupan kamu di SMA." Jawab Adam tertarik dengan masa-masa sekolah istrinya.
"Hehe, sangat menarik Mas. Tapi sayangnya aku sama sekali nggak pernah suka sama laki-laki lain." Aku Zahira.
"Benarkah, kenapa?" Adam membersihkan mulut Mikha dengan tissue setelah Bakso itu habis tak tersisa.
"Kan dari dulu aku udah jatuh hati sama suami tampanku ini. Ya meski dia dingin, datar." Gombal Zahira membuat Adam tersenyum tipis.
Tidak lama Andi dan Mila sudah kembali dengan membawa semangkuk Tahu Campur dan minuman di tangan masing-masing.
"Untung, kita langsung ke sana. Kalau nggak pasti udah nggak kebagian Tahu Campur lagi." Gerutu Andi.
"Benarkah, tadi masih banyak lho Kak." Sahut Zahira sambil membersihkan mulutnya dengan tissue.
"Gimana nggak cepet habis Mbak. Semua pada ngambil makanan itu." Jawab Mila.
"Pantes cepat ludes. Abis enak banget, aku aja mau nambah lagi." Ucap Zahira.
"Nanti kita beli di pedagang kaki lima." Sahut Adam mengelus kepala Zahira.
"Iya, Masku." Ucap Zahira tersenyum.
__ADS_1
"Om.. beyi bayon cama es klim." Mikha menagih keinginannya kepada Adam.
"Belinya nanti ya sayang, sekalian kita pulang." Bujuk Zahira.
Mikha menggeleng. "Ndak au, au cekalang." Mikha langsung cemberut lucu.
"Haha.. anak Risma lucu juga. Memang ke mana Emaknya, kenapa bocah gembul ini dengan kalian?" Tanya Andi.
"Tuh di sana. Risma masih ngobrol sama teman-teman. Reunian kecil." Ucap Zahira menunjuk keberadaan sahabat baiknya itu.
Setelah mereka semua kenyang kecuali Adam yang tidak makan sama sekali karena harus menyuapi Mikha. Kini mereka memutuskan untuk pulang karena sudah lama juga mereka berada di acara itu.
"Ayo ke Bowo sekalian ngasih amplop." Ajak Andi.
Mereka semua beranjak dari duduknya, dengan Adam menggendong Mikha.
"Selamat menempuh hidup baru ya Bowo." Ucap Zahira menyalami Bowo dan juga istrinya.
"Terimakasih Ra." Jawab Bowo sambil tersenyum.
"Semoga kalian berdua sakinah, mawadah dan warohmah." Ucap Adam menyalami tangan Bowo dan istrinya sambil menyelipkan amplop ke tangan Bowo.
"Amin.. terimakasih Kak Adam." Jawab Bowo tersenyum senang.
Andi dan Mila juga memberikan ucapan selamat dan do'a terbaik kepada pengantin baru itu. Zahira juga berpamitan kepada teman-temannya jika harus pulang terlebih dahulu. Tak lupa memberitahu Risma kalau putrinya akan ia ajak pulang ke rumahnya. Risma pun tak masalah dan menyetujui.
"Om.. itu bayon na!" Mikha menunjuk penjual balon yang berada di sekitar parkiran sepeda motor.
"Ra.. kita duluan ya." Pamit Andi.
"Iya Kak." Jawab Zahira sembari menutupi keningnya karena terik matahari.
"Duluan ya Mbak." Pamit Mila juga, duduk miring di jok. Secara perlahan Andi menjalankan laju motornya.
"Iya Mil." Jawab Zahira tersenyum.
"Huff.. panas banget. Beli es krim juga ah seperti Mikha." Zahira menghampiri Adam meminta di belikan es krim juga.
"Mas, aku minta es krim ya." Ucap Zahira membuat Adam menoleh ke arahnya.
"Ambil saja, kamu mau yang mana." Jawab Adam.
Zahira mengambil lima buah es krim dengan rasa yang berbeda-beda.
"Berapa Pak semuanya?" Tanya Adam kepada Bapak penjual es krim.
"30 ribu Mas." Jawabnya.
Adam mengambil uang di dompetnya, memberikan uang pas kepada penjual es krim itu.
__ADS_1
"Mau beli yang lain?" Tawar Adam kepada Zahira, dengan Mikha yang masih dalam gendongan tangan kirinya.
"Nggak deh Mas. Ayo kita pulang, aku udah ngantuk mau tidur siang." Ucap Zahira.
Mereka berjalan ke sepeda motor. Adam mendudukkan Mikha di depan. Sementara Zahira harus membawa balon milik Mikha yang berbentuk Hello Kitty, juga kantong kresek kecil berisi es krim dan juga bingkisan dari yang punya hajatan.
*
"Assalamu'alaikum." Ucap Adam dan Zahira memasuki rumah.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Ibu dan Ayah.
Mikha berlari menghampiri Ibu dan Ayah, menunjukkan kalau ia punya balon Hello Kitty yang sangat lucu.
Zahira meletakkan bingkisan yang ia bawa di atas meja. Bak anak kecil, Zahira langsung menikmati es krimnya tanpa menawari kedua mertuanya. Mikha pun turut makan es krim miliknya.
"Yank.. makan es krimnya kan bisa nanti. Sekarang kamu ganti baju dulu, cuci tangan dan kaki." Tegur Adam.
"Sebentar Mas, aku mau menghabiskan es krim ini dulu." Jawab Zahira.
Adam geleng-geleng kepala lalu masuk ke dalam kamar untuk berganti baju dan juga sholat Dzuhur.
"Kenapa Mikha bisa bersama kalian, Nak?" Tanya Ibu membawa Mikha ke pangkuannya.
"Biasa Bu, kalau udah ketemu aku dan Mas Adam. Mikha nggak mau jauh-jauh. Jadi sekalian aja kita ajak pulang." Jawab Zahira.
Ibu manggut-manggut.
"Sayang.. kita ke kamar yuk. Mikha harus bersih-bersih lalu kita bobo siang." Ajak Zahira kepada Mikha.
"Iyya onty." Mikha mengangguk patuh setelah es krimnya habis.
Zahira menggandeng tangan Mikha menuju kulkas untuk menaruh es krim lalu meraka masuk ke kamar, berganti baju dan bersih-bersih.
Setelah itu Mikha berbaring di atas ranjang sambil memeluk guling. Tidak membutuhkan waktu lama, Mikha sudah tertidur lelap karena gadis kecil itu benar-benar sudah mengantuk. Zahira sendiri sedang sholat Dzuhur setelah bergantian dengan Adam.
"Yank.. nanti sore jam setengah lima kita periksa kandungan kamu!" Ucap Adam setelah Zahira usai sholat.
"Emang Mas udah nelfon Dokternya?" Tanya Zahira mendekat ke arah Adam yang duduk di tepi kasur.
"Sudah. ayo sini kita tidur." Adam menarik tangan Zahira.
"Terus Mikha gimana Mas?"
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...