Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan
Anda


__ADS_3

"Lho.. lho, suaminya pulang kerja kok tidak disambut malah nyelonong masuk begitu aja." Ucap Ibu kala Zahira sudah masuk ke dalam.


Adam tersenyum kecut.


"Kamu masuk saja Nak." Ibu menyuruh Adam menyusul Zahira ke kamar.


"Iya, Mak." Angguk Adam.


Laki-laki itu segera masuk lalu membuka pintu kamar sang istri, namun tidak bisa ia buka sepertinya sengaja Zahira kunci dari dalam.


Tok.. tok.. tok..


"Yank.. ini Mas, tolong kamu buka pintunya." Ucapnya sambil mengetuk pintu kamar Zahira.


Zahira yang berada di dalam kamar tidak mendengar suara Adam, sebab perempuan itu sedang dengerin lagu pakai headset dengan volume lumayan tinggi sambil ikut menyanyi sehingga tidak akan mendengar suara dari luar.


Adam kembali mengetuk pintu sambil memanggil nama Zahira.


"Yank..."


"Ada apa Mas?" Tanya Akmal menghampiri Adam.


"Ini, Mbak kamu ngunci pintunya dari dalam." Jawab Adam, kali ini mencoba menarik gagang pintu.


"Tumben pintunya dikunci segala." Gumam Akmal.


"Yank.. kamu denger suara Mas kan?" Adam berusaha memanggil lagi.

__ADS_1


"Lagi ngapain sih nih orang di dalam." Ucap Akmal geleng-geleng kepala.


Berkali-kali diketuk dan dipanggil namun Zahira tidak menyahut membuat Adam kecewa. Tidak lama ibu Zahira mendatangi mereka.


"Ada apa? Kenapa pada berdiri di depan pintu kamar putri Emak?" Tanyanya kepada Adam dan Akmal.


"Ini Mak, Mbak Hira nggak mau keluar kamar. Pintunya pake dikunci lagi." Jawab Akmal dengan kesal.


"Jadi dari tadi Nak Adam belum masuk kamar?" Tanya Ibu memastikan. Adam hanya mengangguk.


"Ya Allah Nduk-Nduk.. kamu kok keterlaluan sekali." Ibu juga ikutan kesal kepada Zahira. Menantunya ini baru pulang kerja pasti tubuhnya sudah capek, butuh istirahat.


Tiba-tiba Zahira membuka pintu dan ia kaget melihat ibu, Adam dan Akmal sama-sama berdiri di depan pintu kamarnya.


"Kenapa kalian pada berdiri di sini?" Heran Zahira yang tidak menyadari ulahnya.


"Malah balik nanya lagi. Harusnya Mbak yang kami tanya, kenapa ngunci kamar segala. Tuh, Mas Adam sampai nggak bisa masuk. Udah diketuk berapa kali juga." Omel Akmal.


Akmal dan ibu sama-sama menghela nafas kasar.


"Udah minggir, Mbak mau ambil minum. Haus." Zahira mendorong tubuh Akmal agar menyingkir.


"Masuklah Nak terus kamu mandi, bentar lagi adzan Maghrib." Ucap Ibu kepada Adam.


***


Keluarga Zahira sedang makan malam bersama. Ibu mengambilkan Bapak makanan. Zahira juga mengambil makanan namun untuk dirinya sendiri bukan untuk Adam. Sementara Adam menunggu Zahira melayani dirinya.

__ADS_1


"Nduk, suami kamu belum kamu layani." Tegur Ibu.


Ibu langsung melototi Zahira, saat Zahira hendak menyuap nasi ke dalam mulutnya.


Dengan setengah hati Zahira mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk suaminya dan meletakkan piring itu dihadapan Adam.


"Terimakasih." Ucap Adam.


Ibu dan Bapak merasa aneh dengan sikap Zahira kepada Adam. Sepertinya Zahira sengaja menghindari keberadaan suaminya itu.


"Apa kalian ada masalah?" Tanya Bapak menatap Adam dan Zahira bergantian.


"Tidak ada kok Pak." Jawab Adam sopan menutupi permasalahan rumah tangganya.


"Bener Nduk yang dikatakan suami kamu?" Bapak masih belum yakin. Dia merasa curiga dengan sikap Zahira yang begitu acuh terhadap Adam bahkan terang-terangan di depannya.


Adam berharap Zahira tidak mengadu kepada Bapaknya. Zahira pun melirik ke arah sang suami yang menatapnya penuh permohonan untuk mengatakan tidak.


"Iya, Pak. Yang dikatakan Mas Adam benar. Kami tidak ada masalah." Jawaban Zahira membuat Adam merasa lega. Ia pun tersenyum ke arah istrinya, namun Zahira memutar malas kedua matanya.


Selesai makan malam, Adam menyusul Zahira ke kamar.


"Ngapain Anda ngikutin saya?" Tanya Zahira ketus.


.


.

__ADS_1


Nih, aku kasih bonus😆


.


__ADS_2